11. Erlangga :: Jack

82 16 14
                                    

CHAPTER ELEVEN

CHAPTER ELEVEN

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Manakah yang lebih disukai ibu-ibu, semangkuk bakso atau selembar voucer belanja?

-ERLANGGA-

*****

JACK, pria itu datang ke rumah Nadilla pagi-pagi. Memang betul kemarin Nadilla membolehkan untuk Jack berkunjung, tapi gadis itu tidak menyangka jika langsung hari ini.

Pria itu datang pukul 06.30, jelas saja yang menyambutnya bukan gadis yang ia harapkan, yaitu Nadilla, melainkan Anne. Tidak ada alasan lain kalau bukan gadis itu masih tidur, atau paling tidak ia sedang melakukan sholat "subha"nya alias subuh dhuha.

"Silakan duduk masnya!" Sapa Anne seraya mengambil alih kantong plastik berisi makanan yang dibawa Jack.

"Tante bangunin perawan dulu."

Beberapa menit menunggu, Nadilla menunjukkan batang hidungnya.

"Hi Jack!" Sapa gadis itu dari ambang pintu yang tidak jauh dari Jack duduk.

"Pagi Zsa!" Pria itu melempar senyum pada gadis yang sudah duduk di sebelahnya. Ia lebih suka memanggil Nadilla dengan Zsa- yang diambil dari nama belakang gadis itu Zsahra, karena menurutnya itu unik.

"Ada salam dari papah gue," lanjut Jack.

"Wa'alaikumsalam." Balas Nadilla.

"Kata papah, tante Anne suka bakso. Jadi tadi gue mampir beli bakso ter-enak se-Bintaro," tutur Jack terkekeh. "Kata orang sih he he he. Gue juga belum pernah nyoba."

Nadilla menoleh ke arah jendela dan melihat jam dinding dalam rumahnya masih menunjukkan pukul tujuh kurang. "Tukang baksonya udah buka jam segini?"

"Belum Zsa. Kemarin gue pesan sama abngnya untuk buatkan bakso yang bisa gue ambil pagi-pagi." Jelas Jack.

Nadilla setengah menganga mendengarnya, tapi tidak lama gadis itu segera menormalkan ekspresinya.

"Terimakasih Jack." Nadilla menjeda ucapannya, "Tapi lain kali nggak perlu repot seperti itu."

"No prob Zsa, gue seneng ngelakuinnya ko."

"Bakso beranak siap dinikmatiii...." seru Anne setengah berteriak sambil membawa tiga mangkuk berisi bakso ukuran jumbo.

Nadilla memegang ujung mangkuk dan menengadahkannya. Ekspresinya antara heran, kaget, dan langsung kenyang melihat bakso berdiameter cukup besar itu. Tidak, tidak! Nadilla meralat pendapatnya, tapi bakso ini sangat besar!

"Aku mah nggak kuat makan 1 mangkok mih,"

Jack menyingkirkan mangkuk bakso Nadilla ke tepi meja, dan menggeser mangkuk baksonya lebih ke tengah antara ia dan Nadilla. "Makan bareng gue ya Zsa,"

Nadilla mengangguk setuju.

"Tadi nama baksonya beranak apa nak Jack?" Tanya Anne memastikan.

"Beranak banyak..."

"beranak ternak.."

"eh beranak jinak apa ya?"

Seru Anne makin ngelantur.

Jack terkekeh mendengar celotehan Anne, sementara Nadilla sudah biasa menghadapi Anne yang terkadang, sesekali, seringkali berkali-kali tidak jelas.

"Bakso Beranak Pinak Banyak tante."

"Nah iya itu Dil!" Kata Anne seraya meracik bakso 1 porsinya sendiri dengan sauce dan beberapa sendok sambal.

Mareka makan dengan tenang dan santai. Terkecuali Anne yang sangat bernapsu jika ada bakso di hadapannya ditambah minumnya air es. Wah, tanpa melirik Nadilla dan Jack yang masih berusaha menghabiskan bakso mereka, Anne sudah mendahului membersihkan mangkuk baksonya.

Dari arah berlawanan, terlihat sebuah mobil kombi datang dan memarkirkannya di halaman rumah Anne. Sang pengemudi menutup pintu mobilnya dan melambai girang ke arah teras.
Si pengemudi itu tidak lain adalah Erlangga.

"Waduh waduuh abis sarapan ya, untung Erlangga nggak jadi bawa makanan tante Ann." Pria itu mengelus dadanya beruntung.

"Halah, bilang aja kalau mau numpang makan ke sini pagi-pagi." Tuduh Nadilla.

"Kalau ada sih lambung masih kosong dear,"

"Eh kebetulan kamu ke sini. Ini baksonya masih ada 1 mangkuk dimakan aja." Tawar Anne. Erlangga dengan tanpa malunya mengambil posisi duduk di samping Nadilla dan membawa bakso ke hadapannya. "Boleh banget tan, Erlangga laper,"

"Tamu kok nyusahin. Lain kali bawa lah tentengan, jangan kosong gitu malah minta makan"

"Iya Lang, nanti kapan-kapan bawain tante bakso besar ya." Pinta Anne sekaligus becanda. Anne tidak masalah mengenai tamu yang berkunjung ke rumahnya dengan tangan kosong. Justru ia malah senang karena silaturahmi mereka jadi tetap terjalin.

"Nih nak Jack tahu aja kesukaan tante" kata Anne mengelus pundak pria itu.

"Hem lain kali bawa makanan kesukaan tante Anne, Lang!" Sindir Jack.

"Eh siapa bilang Erlangga nggak bawa apa-apa," sela pria itu menaruh sendok dan garpu di tanggamnya lalu merogoh kantung celanannya.

"Nih buat tante!" Erlangga memberikan selembar kertas ukuran 10x25 cm ke Anne.

Anne menerimanya dan terkejut melihat tulisan di kerta itu.

"Voucer belanja senilai rp. 1.000.000 Totaro Mart."

Wanita paruh baya itu teriak histeris dan langsung mendekati Eralangga yang masih menikmati baksonya.

Ya kalian bisa tebak apa yang lebih disukai Anne selain bakso. Kalau kalian sudah jadi ibu rumah tangga pasti akan merasakan kalau yang baru didapatkan Anne lebih dari istilah "ketiban durian tuntuh."

*****

Terimakasih sudah membaca 😊

DARRELLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang