LV#8[REVISI]

968 55 0
                                        

Tidak ada yang pasti dari sebuah kepasstian
***

"kau melihat gadis itu? Sepertinya gadis itu, hey,tunggu dulu, sepertinya aku mengenal gadis itu!"

"kau mengenal nya? Bisa kau jelaskan lebih spesifik?"

"Ternyata tidak, aku pikir dia artis Bollywood dalam impian ku!"

Calvin dan Christian kompak menoleh ke arah Leo, lalu menjitak kepala lelaki itu.

"awww, lu semua pada kenapa sih? Kepala gue lecet, gue laporin lu pada sama kesayangan gue, biar lu semua pada di mutasi!" ujar nya sambil mengusap kepalanya.

"laporin sono, laporin, dasar banci Thailand!" seru Christian sambil keluar dari tempat persembunyian mereka dan diikuti dengan leo. Mereka langsung menaiki motor nya, "kau masih akan tetap berada di sini Vin? Ini sudah hampir pagi, setan akan lebih banyak gentayangan dan mereka akan menjadikan mu tumbal!" seru Christian melihat Calvin yang belum beranjak dari tempat persembunyian mereka tadi.

Calvin, lelaki itu membalikkan badannya sebentar lalu kembali fokus pada target mereka. Shit, Calvin mengumpat saat menyadari target mereka sudah menghilang dalam sekejap. Apa mereka? Mengapa bisa menghilang dalam sekejap saja? Akhirnya Calvin keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri Leo dan Christian yang sudah stay di atas motor mereka.

"sudah selesai dengan acara menguntit mu?" seru Leo seolah meledek, dan seolah lupa bahwa dia lah dalang dari rencana gila mereka. "sudahlah vin, tidak ada gunanya bicara dengan orang seperti dia, cepatlah naik ke atas motor mu, jika kita ketahuan, kita akan tamat!" seru Christian mencoba untuk mengambil keputusan tercepat.

Leo hendak kembali ingin protes, tapi mata elang nya tiba-tiba melihat pergerakan dari arah jalan yang sudah kosong. "Calvin, awas!"

Calvin langsung menghindar ketika mendengar teriakan Leo. Ia menatap benda yang baru saja hampir mengenai kepalanya, sedetik saja ia lengah, pasti benda tajam itu akan menghunus lehernya. Calvin berjalan mendekati sumber datangnya benda itu, karena ia yakin, benda itu pasti dengan sengaja di lemparkan padanya.

"hey, Vin. Ayolah, jangan pergi ke sana, itu berbahaya!" seru Christian yang merasa sesuatu akan terjadi ketika melihat Calvin yang mendekati arah datangnya benda itu.

Calvin masih terus berjalan mendekati arah datangnya benda itu, semakin berjalan mendekati, bulu kuduk Calvin tiba-tiba berdiri, ia punya firasat yang kurang baik. Hingga tiba-tiba, meongg,

"aaaaa, setan baru, datang, lariii-lariiiii"Calvin meraih kucing itu, lalu menatap sekeliling, tidak ada yang mencurigakan. Ia menatap leo yang sudah histeris sambil memeluk Christian, sungguh tidak etis sekali. Mirip dengan tante girang ketika akan diperawani.

"hey, kau takut dengan hewan imut berbulu ini?" seru Calvin sambil mengangkat Kucing hitam di tangannya. Bukannya berhenti berteriak, leo malah semakin histeris. " Aaaaaa, wonder womann, jauhkan itu dari ku, dasar sialan, Calvinnnn, aku akan benar-benar membunuh mu!" teriak Leo semakin histeris ketika Calvin malah memanfaatkan keadaan itu untuk menakuti-nakuti Leo.

"dasar sialan, mengapa aku bisa berteman dengan lelaki banci seperti mu?" kesal Christian sambil menjauhkan Leo yang sejak tadi memeluknya erat. Christian lalu membersihkan tubuhnya, amit-amit saja dia dipeluk sama cowok, najis, dia bukan gay cap kakap.

"alay banget sih lo!" seru leo sambil menatap Christian yang tadi mendorongnya sampai terjatuh dengan tidak etisnya, memalukan sekali.

"kau tidak takut lagi?" seru Calvin tiba-tiba sudah berada di depan Leo.

"aaaaaaaaaaaaa!" teriak Leo lebih histeris, dan langsung berlari menuju Christian, memeluk erat lelaki itu sampai mereka terjatuh. Andaikan adegan ini antara dua manusia berlainan jenis, pasti akan sangat romantis, terlebih membayangkan ketika gadis itu memeluk erat sang pria. Tapi, masalahnya ini adalah sesama jenis, bukannya adegan romantis yang di dapat, melainkan rasa jijik.

love in mission (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang