LV#34[REVISI]

179 16 1
                                        

Intro:Cuplikan episode 33

"Dia sudah makan tadi bersama ku!" seru Raymond yang tiba-tiba ikut nimbrung duduk bersama mereka. Jack menatap Raymond dengan kesal--"dasar banci!" kesal Jack sambil melemparkan kulit apel nya pada lelaki itu. "Apa hah? Mau gue buktiin sama lu kalau gue bukan banci?" seru Raymond kesal

"Diam atau kalian akan tau akibatnya!" seru Cally yang beranjak dari sofa dan memilih duduk di sebelah Stephan dan Alex

****

"Apa kau menemukan mayat nya?"
"Aku tidak menemukannya, apa kau berpikir bahwa Erick melakukan kamuflase?"
"Tapi,dari pemantauan kita. Erick benar-benar di bunuh oleh anak buah Jerome !"
"Aku rasa dia sama seperti kita Jos, dia pasti membuat modifikasi diri nya yang lain!" seru Edward sambil memperhatikan layar monitor di depannya yang menampilkan Jerome membunuh Erick.
"Aku sunggu berharap bergitu dan jangan lupa untuk tetap memantau pergerakan dari Jerome sialan itu, aku benar-benar ingin memecahkan kepala nya sendiri dengan tangan ku!' seru Josua sambil mengepalkan tangan nya mengingta bagaimana cara Jerome ingin menyingkirkan mereka.

Josua dan Erick kembali sibuk dengan layar monitor di depannya, menyamar menjadi Dark hunter memang membuat mereka serba was-was dan tidak boleh bertindak gegabah barang sedikit pun. Karena sedikit saja mereka gegabah maka nyawa mereka yang akan menjadi taruhan nya.

"Jos, apa kau tidak curiga dengan anak buah kita yang mati dengan leher tertebas itu? Cara mereka menebas leher anak buah kita benar-benar tidak biasa. Apa kau berpikir bahwa anak buah Jerome yang melakukannya atau ada pihak lain yang terlibat?" seru Erick setelah menyadari kejanggalan saat memeriksa mayat anak buah nya yang ia tugaskan untuk membunuh mahasiswa Oxford yang mereka targetkan.

"Apa kau berpikir bahwa agent FBI itu sudah ikut andil dalam masalah ini?" seru Josua ikut menghentikan kegiataannya dari layar monitor di depannya lalu berjalan menuju ruang pendingin yang mereka gunakan untuk mengawetkan mayat dari anak buah mereka.

"Aku tidak berpikir bahwa malaikat maut itu bisa mengetahui bahwa kita masih hidup!" seru Erick sambil mengikuti langkah Josua yang menuju kamat mayat.

"Ini benar-benar tidak seperti biasa nya. Kau lihat tebasan dan tusukan ini?" seru Josua setelah mengamati luka yang tercipta di beberapa bagian tubuh itu.
"Aku pernah melihat tebasan seperti ini!" jawab Erick sambil mengetukkan jari nya ke dahi nya sembari berusaha mengingat dimana ia pernah melihat tebasan seperti itu.

"Bukan kah ini milih anak buah Jerome? Ketika aku bertugas dengan Jack, aku melihat lelaki itu membunuh dengan cara seperti ini!" seru Erick setelah mengingat bahwa Jack adalah satu-satu nya yang pernah membunuh dengan sekali tebasan pada titik vital lawannya dan satu tusukan pada bagian bawah leher lawannya.

"Apa kau percaya bahwa Jack adalah orang biasa seperti kita? Maksud ku, dari cara nya bertarung dan melawan musuh. Semua gerakannya begitu cekatan dan tepat mengenai sasaran. Apa dia adalah pembunuh bayaran dari Rusia? Karena ketika aku berada di Rusia, cara mereka membunuh juga sama persis dengan cara Jack membunuh lawan nya!"

"Kau berpikiran bahwa dia adalah pembunuh bayaran, tapi mengapa aku berpikiran bahwa dia adalah salah-satu agent FBI?"

Josua menatap Erick lalu kembali menatap ke arah mayat di depan mereka"Apa kau berpikir bahwa seorang FBI mau melakukan hal kotor seperti kita? Dan bukan kah terlalu menjijikkan dia bekerja sama dengan Jerome, lelaki biadap itu?" seru Josua

"Semua kemungkinan bisa terjadi Erick, termasuk bekerjasama dengan bajingan seperti Jerome. Jika dia adalah anggota FBI, bukan kah itu lebih menyenangkan?"
"Apa maksud mu?"

Erick terkekeh sambil menatap mayar di depan mereka--"Kita akan memancing FBI yang lain dan mereka akan kubunuh dengan tangan ku sendiri, tidak peduli jika aku akan tertangkap nanti nya. Yang penting aku akan melenyapkan si bajingan Jerome dan lelaki bernama Jack itu!"

love in mission (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang