LV#20[REVISI]

942 42 4
                                        

Intor: Cuplikan episode 19

Calvin mengalihkan perhatiannya ketika melihat seorang sosok misterius yang terlihat mengintip kerumunan itu di balik tembok. Tapi sosok misterius itu langsung menghilang begitu sadar bahwa Ia sedang menatap nya. Calvin mengikutinya, Ia berjalan mengikuti sosok itu yang berjalan menuju hutan kampus. Bulu kuduk Calvin langsung meremang ketika menyadari bahwa sepertinya ia di jebak

"Apa yang kau lakukan di sini?"

***

Calvin langsung memelintir tangan yang memegang pundak nya--"Sa-saya Mr.Clark!" seru seseorang yang mengagetkan Calvin tadi. Calvin langsung melepas kuncian tangannya dan membantu Mr.Clark untuk bangkit berdiri--"apa--"

"Stttt, jangan bicara di sini jika kau masih ingin hidup!" seru Clark sambil membekap mulut Calvin dan memberikan kode untuk tidak berbicara. Calvin mengangguk, ia mengikuti arahan Mr.Clark dan berjalan mengikuti lelaki itu kembali melalui arah berlawanan dengan kedatangannya.

Mereka sampai di ruangan Mr.Clark dengan selamat, Calvin baru tau bahwa dari hutan kampus langsung bisa menuju ke ruangan Mr.Clark --"apa kau curiga mengapa ruangan ku terhubung ke hutan kampus dan gedung lama?" seru Clark begitu dirinya merasa aman untuk berbicara

"Aku rasa aku perlu tau jawabannya Mr.Clark!" ujar Calvin yang memang merasa sedikit curiga terlebih Calvin mengingat pembicaraan misterius Mr.Clark tadi pagi.

"Baiklah, kau memang sesuai dengan gelar yang kau dapatkan. Jadi, ada tiga ruangan yang terhubung langsung dengan hutan kampus. Pertama ruangan ku,seperti yang kau lihat sendiri.Kedua,ruangan Mr.Fernandes dan yang terakhir adalah ruangan Mr.Erick. Lalu kau pasti bertanya mengapa ruangan ku bisa terhubung dan aku akan menjawab nya langsung, dengarkan baik-baik.
Aku dipercaya oleh Mr.fernandes untuk mengawasi gedung lama dan hutan sekolah karena hal-hal mencurigakan diduga selalu berasal dari sana. Aku juga mencurigai beberapa orang dari dosen adalah dalang nya!"

"Lalu, mengapa anda bisa melihat ku tadi?"

"Aku tau siapa yang membunuh gadis di kelas mu itu Calvin!" seru Clark tidak menjawab pertanyaan Calvin

"Apa maksud nya Mr.Clark?" seru Calvin

"Jika kau percaya pada ucapan ku itu terserah mu, tapi yang membunuh gadis itu adalah Mr.Erick dan mengapa aku mengikuti mu tadi adalah karena Alvira adalah penarik dirimu untuk memasuki jebakan mereka. Mereka tau kau bisa membantu mereka untuk mewujutkan mimpi mereka Calvin, karena kau pintar. Mereka ingin menjebak mu dan di situlah mereka akan memamfaatkan mu. Aku mengawasi mu hanya karena perintah dari seseorang saja Calvin!" seru Mr.Clark

"L-lalu apa kau tau dimana mereka menyembunyikan Leo?"

"Mengenai itu, aku sama sekali tidak tau anak muda. Tapi seseorang sedang berusaha untuk menuntaskan misi mereka!"

Calvin tiba-tiba berlutut di hadapan Mr.Clark --"Mr.Clark, aku tau kau tau sesuatu. Bisakah kah anda memberitahu ku semua tentang ini? Bayangan tentang tubuh gadis itu dan kehilangan Leo masih melekat di ingatan ku!"

Mr.Clark menghela nafas sambil menatap Calvin "baiklah, Alvira adalah kekasih Mr.Erick, sebenarnya gadis itu hanya dimamfaatkan untuk memuaskan birahi Erick, lalu aku tidak tau alasan pasti nya mengapa mereka membunuh gadis itu.Tapi yang aku tau,mereka menargetkan mu dan juga teman mu, Christian dan untuk Leo,aku sama sekali tidak bisa berjanji akan keselamatan nya!"

Calvin seketika tersadar, ia meninggalkan Christian yang masih berada di taman bersama dengan beberapa orang. Calvin hendak berdiri namun Mr.Clark menahan tangannya.

"Teman mu sudah aman, dia berada di ruangan Mr.Fernandes, jika kau ingin melihatnya. Kau bisa membuka pintu yang berada di belakang mu. Ruangan Mr.Fernandes tepat berada setelah pintu itu!"

Calvin langsung berdiri, ia mengamati sebuah pintu yang memang berada di belakang nya. Ia melihat ada ukiran matahari di atas pintu itu dan berbeda dengan ukiran yang berada di ruangan Mr.Erick

Calvin mendorong pintu itu dan-- apa yang dikatakan oleh Mr.Clark ternyata benar. Ia menatap Christian yang juga sedang menatap nya. Seseorang yang sudah berumur juga sedang duduk di kursi kebesarannya itu yang ikut menatap nya.

"Wah, ini canggih sekali. Ruangan anda tepat berhubungan dengan ruangan Mr.Clark!" seru Christian yang begitu terperangah dengan kehadiran Calvin dan Mr.Clark

"Apa kau sudah baikan?" seru Calvin

Mr.Fernandes menatap Calvin kesal, baru beberapa menit yang lalu lelaki itu merasa baikan dan mulai melupakan kejadian tadi. Tapi pertanyaan Calvin kembali mengingatkan lelaki itu pada apa yang sebenarnya terjadi. Christian kembali memucat dan berkeringat, bayang-bayang tubuh berdarah itu kembali menghiasi pikirannya. Christian berlari menuju kamar mandi dan kembali memuntahkan isi perut nya.

"Kau menyusahkan!" kesal Mr.Fernandes sambil menatap Calvin yang hanya memasang tampang wajah tak berdosa.

"Aku tidak tau dia masih trauma Mr.Fernandes!" seru Calvin

"Sudahlah, saya rasa Mr.Clark sudah memberitahu mu fakta itu bukan?" seru Mr.Fernandes

"Iya, Mr.clark sudah memberitahu saya!"

"Kalau begitu satu hal yang perlu kau tau, pihak kampus bukannya berdiam diri dalam kasus hilangnya salah satu murid andalan kami. Kehilangan Leo begitu berat dan sekaligus mengancam kampus ini Calvin. Meski dia tidak sebagus dirimu, tapi aku tau bahwa dia bisa menjadi ancaman terbesar jika mereka tidak segera menemukan lelaki itu. Dan oleh karena permintaan mereka, Anda dan Christian mulai sekarang akan berada di bawah pengawasan saya sendri. Saya hanya memohon pengertian anda untuk saling mendukung!" seru Mr.Fernandes

Calvin terlihat diam dan masih mencerna apa tujuan mereka--"Apa anda tidak bisa mengatakan hal yang lebih spesifik lagi Mr.Fernandes?" seru Calvin dan kelihatannya Christian yang juga sudah selesai dari kamar mandi kelihatan tertarik dengan pembicaraan mereka.

Mr.Fernandes menatap Calvin dan Christian cukup lama. Lalu mengalihkan perhatiannya pada Mr.Clark

"Silahkan kau jelaskan Clark, aku rasa mereka tidak melarang kau memberi tahu mereka hal itu!" perintah Mr.Fernandes

Clark menganggukkan kepalanya, ia lalu memutar vidio tentang penyiksaan terhadap Leo dan sedikit tentang target mereka--"Aku rasa suda jelas apa maksud dari vidio ini, mereka, para pemberontak itu ingin mengggunakan otak kalian untuk menghancurkan dunia ini. Dan putri saya sendiri,Theresia mengatakan hal yang sama. Para penculik nya memaksanya untuk menciptakan sebuah boom dengan kendali pikiran untuk menguasai sebuah pulau yang isinya terdapat para tahanan negara!" seru Clark sambil menunjukkan pulau itu

Calvin merasakan sebuah bayang-bayang kembali memasuki pikirannya tak kala melihat gambar-gambar itu. Ia memegangi kepalanya sambil terus bertahan menatap slide gambar itu yang terus berlalu

"kau bisa meledakkan nya sekarang!"
"Aku sudah meledakkannya. Mafia itu sudah meninggal di sana!"
"Ayo kita pergi dari sini ly!"


"Tidakkkkkk" teriak calvin

Christian langsung mendekati Calvin yang memegangi kepalanya dan jatuh terduduk di atas lantai --" apa ada sesuatu yang kau ingat Vin? Ada yang baru?" seru Christ

"A-aku memanggil gadis itu dengan sebutan Ly, kami meledakkan sebuah bangunan!" seru Calvin menatap Christian dengan wajah penuh keringat

"Bagus, sekarang aku tau pemicu ingatan mu yang terhapus itu muncul lagi!" seru Christian

"Apa kau pernah mengalami kecelakaan ?" seru Clark

"Pernah Mr.Clark, ayah Calvin juga mengatakan bahwa Calvin kecelakaan motor dan sempat koma!" seru Christian menggantikan Calvin yang masih kelihatan pucat

Clark mengangguk, lalu ia kembali melanjutkan penjelasannya tentang hal-hal yang perlu mereka hindari untuk sementara waktu.

***

Pasukan Alpha night sudah sampai di lokasi terakhir yang diduga mereka gunakan untuk bersembunyi. Sebuah gedung lama yang sudah tidak terpakai lagi. Oliver, Ken dan Sandi langsung membentuk formasi dan memasuki gedung itu. Sementara Max mengawal kemanapun Cally pergi.

Oliver memasuki gedung itu dengan meminimalisir suara langkah mereka, tapi-- brukk--Oliver langsung menahan sebuah benda yang hendak menabrak nya.

"Ken, pasukan tiga sayap!" seru Oliver

Ken segera berdiri di samping Oliver, sementara Sandi langsung mundur dan memeriksa belakang.

Shutt-- Mereka bertiga kembali berhasil menghindar. Sebuah peluru kedap suara yang meluncur di kegelapan ruangan menjadikan nuansa ruangan itu semakin menegangkan.

plokk...plokk..plokk.
.-- Oliver menatap ruangan yang tiba-tiba sudah terang kembali. Seorang lelaki bertopeng muncul dengan tiba-tiba sambil menatap Oliver dengan tatapan tajam yang begitu jelas terletak di balik topeng itu.

"Apa kau sudah terpengaruh karena kata-kata manis sang malaikat maut itu Oliver?"

Oliver membulatkan matanya, lelaki bertopeng itu membuka penutup wajahnya dan menunjukkan wajah aslinya. Dia adalah josua, patner yang pernah bekerja sama dengan nya--"Apa kau lupa dengan ku?" kekeh Josua

Oliver menatap Josua dengan seringai di wajah nya dan tawa merendahkan yang keluar dari mulut Oliver berhasil mempengaruhi wajah Josua. "Jadi, apa kau sekarang menjadi budak Jos? Tidak kusangka kau begitu rendah sekarang, bukan kah dulu misi mu adalah untuk menjadi ketua dan pemimpin dunia bawah?" kekeh Oliver

"Diam kau bangsat, rasakan ini!" seru josua terbawa emosi. Lelaki itu langsung maju dan berniat untuk menyerang Oliver yang sayang nya dengan mudah menghindari pukulan lelaki itu.

"Masih saja seperti dulu Jos, apa kau pikir bisa mengalahkan ku dengan lemak mu itu?" kekeh Oliver

Josua mengumpat, ia balik menyerang Oliver yang lagi-lagi dengan mudah menghindar. Ken dan Sandi juga melawan beberapa orang yang datang tiba-tiba. "kau akan mati hari ini Oliver, rasakan ini!"

Brukk--"Auuuu, pasti rasanya sakit. Bukan begitu Josua?" kekeh Oliver menatap ke arah tangan Josua yang niatnya mau memukulnya malah memukul tembok keras di depannya. "Lalu, sekarang giliran ku!"

Brukk--Josua meringis, tendangan Oliver tepat mengenai perut nya. Ia bahkan jatuh tersungkur beberapa meter dari Oliver. Josua berusaha untuk bangkit,namun shutt-- sebuah peluru terlepas dan menembus kaki Josua. Lelaki itu ambruk ke lantai lagi, darah sudah mengalir dan membanjiri tubuh nya.

"Alpha, awas!"

Dorr-bruamm


gedung itu tiba-tiba meledak, Oliver, Ken dan Sandi berhasil selamat. Mereka terlempar ke luar dan gedung itu meledak seketika. Oliver manatap ke arah gedung yang terbakar dan pastinya menewaskan Josua. Oliver lalu menatap ke arah Cally dan Max yang sepertinya habis melawan beberapa orang juga.

"berikan IP tadi pada Ken!" seru Cally pada Max

Ken dan Max langsung berurusan dengan laptop mereka setelah mereka berada di dalam mobil. Sandi terlihat memejamkan matanya sementara Oliver mengambil alih kemudi menggantikan Max. Oliver menatap Cally yang berada di samping nya. Oliver mengakui kehebatan gadis itu dalam segi apa pun, bahkan dulu, nyawanya hampir melayang ketika menghadapi gadis itu. Alasan terbesarnya memutuskan untuk mengabdi pada gadis pembunuh berdarah dingin itu adalah karena kepribadian gadis itu. Bukan hanya pintar, tapi Cally juga mampu memotivasi orang yang berfropesi sebagai buronan seperti nya. Bahkan gadis itu melawan beberapa orang yang menentang Cally untuk merekrut diri nya sebagai anggota saat itu. Oleh karena iti, Oliver merasa bahwa ketika Cally berkorban demi nya. Ia merasa kan bahwa ia adalah manusia dan masih ada yang peduli dengannya.

Karena selama ini, Oliver hidup penuh dengan gunjian dan hinaan semua orang. Namun, Cally datang dan memandangnya dengan sudut pandang yang lain. Dan semenjak diri nya menjadi anggota gadis itu, ia sudah mengabdikan hidup dan matinya bersama dengan gadis itu.

"Cal, aku butuh bantuan!"

love in mission (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang