Cally sibuk dengan lensa di depannya, ia seketika memaki ketika mendapati bahwa dalam panah itu terdapat sebuah racun mematikan. Cally bergegas menuju kamarnya, ia menatap wajah lelaki yang masih terlelap itu.
Wajah Calvin begitu pucat, Cally merutuk dalam hati. Mengapa ia tidak langsung bergerak cepat ketika lelaki itu tergores? Cally membuka baju Calvin, ia menaikkan suhu Ac, membiarkan lelaki itu untuk berkeringat. Cally lalu mengambil beberapa alat bedah, ia melihat lengan Calvin yang sudah mulai membiru. Cally lalu membelah nya dengan hati-hati, memberikan beberapa obat ke dalam tubuh Calvin. Setelah selesai, Cally kembali menjahit luka Calvin dengan sangat hati-hati.
"apa kau kesakitan?" seru Cally begitu menyadari lelaki itu sudah sadarkan diri.
Calvin menatap wajah khawatir Cally, ia merasakan kehangatan dalam hatinya, seolah wajah khawatir yang ditunjukkan Cally merupakan asupan energi untuknya,
"aku merasa lebih baik, kau mengobatiku dengan sangat baik, apakah kau sebenarnya bukanlah mahasiswa biasa?" ujar Calvin serius sambil menggenggam tangan callly.
Cally sedikit terkejut, tetapi ia dengan cepat menetralkan raut wajahnya.
"kau tidak perlu ikut campur dalam urusan ku calvin, dan sebaiknya kau menjauh dari ku!" ujar Cally melepas genggaman tangan Calvin darinya, meski hatinya merasa tidak terima.
"mengapa? Aku bahkan tidak pernah bebuat salah padamu, aku hanya ingin berteman dengan mu. Apakah kau membenciku?"
"Tidak, aku tidak membenci mu, tapi kau tidak boleh berteman dengan ku!" ujar cally hendak berlalu, tapi Calvin kembali memegangi tangannya dengan erat.
"tunngu sebentar, aku memang tidak tau kau siapa, tapi bisakah aku meminta tolong kepadamu ?" ujar Calvin.
Cally mengehela nafasnya, ia membalikkan badannya, lalu menatap netra Calvin. Ia sebenarnya hendak langsung berlalu dari keadaan seperti ini.
"baiklah, apa permintaan mu?" seru Cally
"Tolong bantu aku mencari keberadaan Leo, aku tau kau bisa melakukannya, karena Mr.fernandes merekomendasikan mu kala itu, aku mohon padamu!" ujar Calvin
Cally menghela nafasnya lelah, ia begitu membenci situasi seperti ini. Situasi saat hatinya menjadi lemah dan tidak sinkron dengan pikirannya. Cally menguatkan hatinya, tapi hasilnya sama saja, ia terlalu lemah.
"aku tidak bisa, tapi, aku akan berusaha, tapi setelah ini, kau tidak boleh lagi untuk ikut campur dalam urusan ku!" seru Cally
Wajah Calvin seketika berbinar, ia menatap wajah Cally dengan raut bahagianya.
"iya, aku akan berusaha!" seru nya
Cally mengangguk, ia akhirnya keluar dari dalam kamarnya. Cally menuju ruang pribadinya, dan sudah mendapati sosok Stephan yang sudah sibuk. Cally tidak tau kapan lelaki itu datang dan memasuki apartemennya.
"Kau begitu perhatian kepadanya Cal, aku harap kau tidak jatuh cinta padanya!" seru stephan yang memang sudah menyadari kehadiran gadis itu. Cally lalu menatap pintu yang terbuka lagi, Max juga datang. Ia lalu duduk di sebelah Stephan dan menatap cara kerja lelaki itu.
"yang benar saja ? aku hanya berhutang budi pada lelaki itu!" ujar Cally
"Cal, kau tau ini semacam racun dalam LSD? Racunnya begitu mematikan!" ujar Stephan begitu menyadari bahwa panah itu benar-benar beracun.
"Aku tau, dan apakah menurutmu mereka sudah mulai bergerak ?" ujar Cally
"menurutku ini sebuah jebakan, ketika panah itu berhasil menembus tubuh mu Cal, maka kita akan berpikir bahwa ini adalah ulah para teroris, tapi analisa ku mengatakan, ini bukan sesederhana itu, mereka mencurigai mu, satu kesimpulannya, Mr.Ercik dan lainnya sepertinya sudah menargetkan mu!" ujar Max
KAMU SEDANG MEMBACA
love in mission (TAMAT)
ActionPINDAH KE PLATFORM DREAME/INNOVEL, JUDUL SAMA PENULIS : queen_sland Action - Romance .. Gadis itu menatap sendu ke dalam manik pria itu. Tanpa tanya, ia langsung berhambur ke dalam pelukannya. " aku merindukan mu mendekap ku seperti ini,setelah 5 t...
