"uch.................,"keluh Maria memegang kepalanya.
"dimana ini?" tanyanya melihat sekeliling kamar yang nampak asing.
"ini jelas bukan kamarku!"kata Maria bangkit dari ranjang.
"iyah, aku sedang bermimpikan? semua yang terjadi pasti mimpi! Bangunkan aku!" kata Maria dengan nada tinggi.
"oe..... oe...... oe" suara tangis bayi.
"Astaga! apa aku salah dengar? itu bukan suara bayikan?" Maria bertanya-tanya .
Maria melihat sekeliling dengan penuh perhatian fokus pada tempat tidur bayi yang terdengar tangisan. Maria mendekat dengan perlahan penuh dengan ketakutan. Suara tangisan bayi itu masih terdengar walau tak sekeras tadi.
"Manisnya" Takjub Maria melihat bayi yang sedang menangis.
"Jangan menangis, anak manis " kata Maria sambil menggendong bayi itu.
"Kau manis sekali, siapa namamu?" tanya Maria setelah bayi itu berhenti menangis.
"Mona" kata ny. iskandar sontak membuat Maria terkejut.
"kau wanita yang baik dan juga cantik, sepertinya mona menyukaimu, karena biasanya dia tak sembarangan mau di gendong orang lain" lanjut ny. iskandar.
"Anda siapa?" tanya Maria
"owgh, aku lupa memperkenalkan diri. Aku neneknya Mona, Diana. Sini biar aku saja yang menggedong nya, kau habis pingsan tadi" kata diana sambil mengambil mona.
"pingsan?" heran Maria
"jadi tadi bukan mimpi?" tanya maria
"iya, suamiku tuan iskandar yang membawamu kemari" kata ny sikanndar
"jadi anda nyonya iskandar?" tanya Maria
"iya, panggil saja aku ibu. kau juga akan menjadi putriku."kata ny Iskandar.
"hah?" kata Maria.
"ini mungkin mengejutkan mu, semua yang terjadi begitu cepat. tapi itu mungkin yang dinamakan takdir" kata Iskandar.
"tapi aku tak bisa percaya semua ini, dan aku harap ini hanya mimpi" kata Maria
"kadang ada kenyataan yang tidak bisa kita terima hingga menginginkan itu hanyalah mimpi dan berharap semua tak pernah terjadi. Tapi kenyataan tetaplah kenyataan." kata ny iskandar
"tapi kenapa harus aku yang mengalami semua ini?" tanya Maria dengan berlinang air mata.
"aku tak tahu. Tapi yang ku tahu mungkin kau adalah seseorang yang di kirimkan tuhan untuk keluarga ini" kata ny diana sambil mengusap air mata di pipi Maria
"Apa maksud anda?" tanya Maria heran
"Kau kenal Fariq kan?" tanya ny diana
"iya, aku pernah bertemu dengannya. Dia pria tampan yang menyebalkan." kata Maria
"jadi dia tampan?" tanya ny diana sedikit merayu
"apa?" tanya maria
"Apa kau menyukainya? Dia sebenarnya pria yang baik, hangat dan sangat perhatian" kata ny diana.
"jika mona adalah cucu anda, jadi dia? jadi berita itu benar?" Tanya Maria
"Iya, benar. Fariq memang sudah pernah menikah. Dan mona adalah putrinya.
"lalu kenapa tuan iskandar mengenalkan aku sebagai pendampingnya? sedangkan dia sudah menikah?" heran Maria beranjak keluar dari kamar.
"Istrinya telah meninggal" kata ny diana menghentikan langkah kaki Maria
"Mona tak memiliki ibu lagi, dia membutuhkan seseorang seperti kamu. Jadilah ibunya aku mohon"Pinta ny iskandar menitihkan air mata dan mona pun kembali menangis.
Maria terdiam terpaku hatinya berkecambuk dan bimbang. terlebih mendengar tangis mona membuat hatinya makin runtuh. Maria mencoba menutup matanya berharap ini benar-benar hanya mimpi. Tapi hatinya tak mampu meninggalkan mona yang menangis.
Maria berbalik dan menggendong mona dengan penuh kasih dia menyeka air mata di pipi mona dan mencium pipinya.
"Aku di sini tenanglah, anak manis" kata Maria berusaha menenangkan mona
"Sepertinya dia lapar" kata Maria setelah mona tenang.
"Sebentar biar ku buatkan susu untuk mona" ny diana pun pergi meninggalkan mereka di kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yang Tergantung: Reality
RomanceSetelah melahirkan anak kembar sani dan mona dari keluarga iskandar yang memiliki kutukan. sani yang terlahir ketika matahari di puncaknya sedangkan mona lahir ketika bulan mulai terlihat. seperti matahari dan bulan yang memiliki tempat sama yaitu l...
