Chapter 29

2.9K 137 7
                                    

"Full of Dani's Story"

***

Seminggu berlalu.  Tara dan Farel tidak bisa dibilang semakin romantis, begitupun sebaliknya. Hubungan Tara dan Dani juga tidak bisa dibilang dekat lagi walau Dani tak pernah menyerah untuk kembali mendapatkan Tara lagi. Dan itulah yang membuat Tara takut. Tara tidak bisa menerima apa-apa saja yang akan terjadi. Tara tidak bisa menyangkal kalau perasaannya untuk Dani masih ada karena ia sadar, selalu ada gelenyar aneh ketika Dani berada didekatnya. Ditambah, Dani selalu kekeh mendekatinya.

Tapi, bagimana dengan Farel?

Demi Tuhan Tara bingung bagaimana mendeskripsikan perasaannya untuk Farel. Ia tidak bisa bilang kalau ia tidak mencintai Farel. Namun, untuk mengatakan kalau ia mencintai Farel, Tara takut ia salah dan berujung pada ia yang terkesan memainkan perasaan Farel.

"Fik, sorry banget ya? Gue kayaknya udah gak bisa lagi deh aktif di MD. Lo tau sendiri kan keadaan gue?"

Fika tersenyum. "Santai aja kali, Tar. Lagian, kita juga memang udah lengser kok, paling-paling ngawasin mereka. Tinggal tunggu aja hasil siapa yang bakal jadi ketua satu tahun kedepan."

Tara mengangguk lalu tersenyum. "Kalian nanti ikut perkemahan kelas 12 bulan desember gak sih?" tanya Tara pada Fika, Irily, dan Lio.

"Gak tau. Eh, ngobrolnya di perpus aja yuk, bosen tau di kelas. Gurunya gak dateng juga kok," ujar Irily.

"Yuk."

Setelah sampai di perpustakaan, mereka memilih buku untuk mereka masing-masing. Bukan untuk dibaca, melainkan untuk pencitraan saja.

Mereka mengambil posisi berhadapan. Tara dengan Lio berhadapan dengan Fika dan Irily. Mereka dipisah oleh meja dengan lebar 50 cm kurang lebih sehingga tidak terlalu jauh dan mereka bisa berbicara dengan hikmat.

Tapi, baru saja akan memulai pembicaraan, Tara mendapat telepon dari nomor yang ia sedikit kenal namun ia tidak ingat nomor siapa itu. Sepertinya ia belum men-save nomor itu.

"Gue angkat telpon dulu, ya?" Tara berjalan keluar dan mengangkat telponnya. "Halo?" ujar Tara pada orang disebrang sana.

"Halo, Tar? Bisa kita ngobrol sebentar?"

Tara mengingat-ingat suara ini. Dan akhirnya ia sadar kalau ini adalah suara Tata, kakaknya Dani.

"Iya kak. Bisa kok. Mau ngomong apa kak?"

"Gak disini, Tar. Gimana kita ketemuan aja pas pulang sekolah lo."

"Duh, gimana ya kak. Kayaknya gak bisa deh kak."

"No more than 10 minutes. Please."

Tara tidak mungkin menolak. "Yaudah deh kak. Tapi ngomongnya di taman sekolah aja, ya?"

*****

"Jadi, Tar. Dani berubah banget. Tapi sebelum gue cerita, gue pengen tanya sama lo."

"Apa kak?"

"Lo udah tau belum kalo Dani itu dijodohin?"

Tara sempat menimang sebelum menjawab. "Udah kok kak."

"Gue pengen tanya lagi. Apa Dani cerita tentang alasan dia terima perjodohan itu?" ujar Tata. Tara menatap Tata lama sebelum menggeleng pelan. "Ini semua demi mama, Tar."

LEUKIMIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang