bulir hujan membanjiri permukaan kaca jendela. Jongin menatap penuh minat. Hujan, Jongin suka hujan. Apalagi kalau seandainya jendela ini dibuka dan membiarkan wajahnya diterpa biasan air hujan.
pasti segar.
Jongin mengusap usap permukaan jendela kaca dengan telunjuk nya.
cklek
"Jongin?"
Suara berat seorang pria memanggil Jongin. Jongin enggan membalik tubuh.
"masih ngambek hm?" kecupan kecil mampir dipipi Jongin.
Jongin diam saja.
Sehun, pria itu menghembus nafas pelan. kemudian memeluk tubuh yang lebih mungil dalam pelukan hangat. Sehun menatap keluar, awan kelabu. sepertinya hujan akan awet.
"Oke, kamu boleh keluar tapi harus sama aku. Deal.?"
Satu detik
dua detik
Tubuh yang di peluk Sehun membalik dan menyelusupkan kepala di ceruk leher Sehun. Membalas pelukan nya, sehun terkekeh ringan dan mengacak rambut halus coklat itu.
"dasar keras kepala." gerutu sehun.
Jongin diam saja dan tersenyum manis.
. . .
. .
omake
sehun mengecup kening Jongin lama, dan kemudian perut yang sedikit membuncit itu.
"ibu kelelahan dan harus banyak istitahat, tapi ayah kalah sama mode ngambek ibu, sayang." ucap sehun sambil mengelus pelan perut itu.
"kamu harus kuat sama ibu, oke. selamat malam." dan kecupan terakhir mengakhiri percakapan.
sehun melirik lingkaran kecil di kalender, tepat ditanggal besok, 'launching pembukaan cake shop Oh'
"semoga berjalan lancar" doa sehun dan ikut merebahkan diri disamping istrinya. memeluk pria manis itu dan tertidur di iringi melodi guyuran hujan
. .
selamat sore,, disini hujan chingu-ya
16/10/2018
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.