Bismillahirrahmanirrahim
Copyright Baits_
-Terperangkap Dalam Tanya-
______________"Terimalah dan kerjakanlah. Buang segala keluhan yang selalu menjadi beban. Karena dengan mengeluh hanya akan memberi setumpuk beban lagi"
______Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu? Buat apa dilawan? Dilupakan? Itu sudah menjadi bagian hidup kita. Peluk semua kisah itu. Berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Itulah cara terbaik mengatasinya.
Kira-kira itu adalah sepenggal bait dari sebuah novel yang kudapat dari kotak hitam dengan pita putih itu. Sungguh benda ini akan menjadi hadiah terbaik ditahun ini. Novel terbaik yang selama ini aku idamkan.
Bacalah dengan rinci bait diatas. Memberi sebuah kelonggaran agar aku tak berfikir panjang tentang apa yang harus aku lakukan. Tentang penantian yang selama ini terahasiakan. Tak salah jika aku mengidamkan novel tersebut.
Kling!!
Satu bunyi notif dari handphoneku membuyarkan semua keheningan. Alih alih ingin mengetahui apa yang dinotifkan handphone, lekas kuambil benda pipih persegi panjang yang kutaruh diatas nakas samping tempat tidurku itu.
Notif dari aplikasi hijau. Sebuah pesan WhatsApp dari orang yang tak memberiku pinjaman uang agar kudapat membeli novelnya waktu itu desebuah toko buku, tapi ia malah memberikan novel itu sebagai kado.
From : Kak Abi
Udah dibuka?
Belum sempat ku layangkan balasan. Bahkan akupun belum mengetik balasan satu notif lagi muncul.
From : Kak Abi
Gimana? Seneng? Alhamdulillah kalo iya. Sekali lagi Barrokallohu fii umrik. Do'a buat kamu masih sama dengan tahun kemarin. Yaitu, :"apapun yang kamu do'akan akan aku Aamiin kan!😄Jadi berdo'alah sekarang, aku sedang mengaamiininya.
To : Kak Abi
Belum juga dijawab, kok udah percaya diri banget?
Kukirim balasan tersebut. Satu lengkung sabit yang samar dilukiskan bibirku. Sebelum Kak Abi membalas, aku mengetikkan sesuatu.
Terimakasih. Dan do'aku sudah dipanjatkan. Maka apapun yang kudo'akan Kakak harus mengaamiininya. Apapun itu!!😉
Kemudian mengirimnya. Tak butuh waktu lama mendapat balasan dari Kak Abi
From : Kak Abi
Sama-sama. Aamiin. Alfatihah!
Kubaca surah alfatihah setelah membaca pesan Kak Abi. Kak Abi ini, entahlah dia itu seperti apa. Yang jelas baiknya lebih dari pada Kak Ari. Maaf Kak Ari, bukannya aku membandingkanmu. Hanya saja hidung dan pipiku sudah menerima perlakuanmu. Hidungku sudah agak maju sekarang. Dan pipiku yang sering kau ejek chubby, semakin chubby sekarang ini.
Membicarakan tentang kado, aku jadi teringat waktu aku baru pulang dari yayasan, Ibu memberikan ku sebuah paket titipan. Katanya tadi ada kurir yang mengirim itu untukku. Tapi kata Ibu, kurir tersebut tidak memberi tahu dari siapa, karena si pengirim yang melarangnya.
Segera kubuka paket tersebut. Sebuah setelan gamis plus khimar warna biru soft. Lucu pikirku. Saat kubuka setelan gamis tersebut, sepertinya ada sesuatu yang terjatuh. Seperti berbunyi plek! saat benda tersebut bersentuhan dengan lantai.

KAMU SEDANG MEMBACA
[SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
Acak[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menu...