Draco kembali dari acara berbelanjanya lebih awal. Ia segera mencari Harrieta dan menemukan gadis itu di perpustakaan keluarga Black. Dalam diam , Draco berjalan mendekati gadis yang tengah konsentrasi membaca itu. "Potter"kata Draco.
"Malfoy"balas Harrieta. Draco pun duduk di sebelah Harrieta. "Bagaimana kabarmu?"Tanya Draco. "Aku baik - baik saja Draco. Mempelajari sisilah keluarga Black membuatku bingung"jawab Harrieta. Draco mengikatkan rambut Harrieta yang berantakan. "Kurasa besok kau tidak bias menemaniku di Hogwarts express"kata Harrieta. Draco mendesah. "Aku akan sering melihatmu"balas Draco.
"Tidak perlu. Aku akan baik - baik saja"jawab Harriet. Kini ia bersandar pada pundak Draco.
Timeskip,
Seperti biasa stasiun king cross selalu ramai. Hanya saja bagi Harrieta ini sangat berbeda. Banyak pandangan tak menyenangkan. Tampaknya tahun ini, akan jadi tahun terburuknya. Harrieta mencari kopartemen bersama Neville."Kau tidak apa - apa?"Tanya Neville. Harrieta mengangguk. Mereka berdua menemukan kopartemen yang di isi oleh seorang gadis di Ravenclaw. "Halo Harrieta, "sapa gadis itu.
"Luna Lovegood, Harrieta. Ravenclaw. dibawah kita"kata Neville. Gadis berambut pirang itu tersenyum sebelum kembali membaca majalah quilber sambal terbalik. Harrieta melempar senyuman. Harrieta memandang jendela dan membiarkan dirinya tertidur. Saat gadis itu tertidur, Draco yang sedang berpatroli mengunjunginya dan memberikan jubahnya untuk dijadikan selimut pada gadis itu. "Terima kasih"kata Draco pada Neville sebelum pemuda itu melanjutkan tugasnya sebagai prefect.
Saat Harrieta terbangun, hari sudah gelap. Neville dan Luna sudah berganti seragam Hogwarts mereka. "Aku akan memakai seragamku"kata Harrieta yang segera menuju toilet untuk berganti seragam. Saat Hogwarts express berhenti, Harrieta dapat melihat cahaya Hogwarts pada malam hari.
