Fairy

2.8K 324 1
                                        

Fairy

Semenjak Draco meng-klaim Harrieta, gadis itu merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Punggung selalu terasa sakit dan cepat lelah,bahkan Harrieta tidak dapat berkonsentrasi di kelas. Pelajaran Professor Moody mengenai kutukan tak termaafkan membuat kepalanya semakin sakit dan tidak berkonsentrasi. Harrieta menyenderkan kepalanya di pundak Hermione. "Kau ingin ke hospital wing Harriet?"tanya Hermione.

Harriet menggeleng berusaha mendengarkan pelajaran. Hermione beruntung menghentikan professor mereka yang kelewat esentrik memperagakan kutukan Crutacius pada Neville yang sudah pucat. Kepalanya semakin sakit, membuatnya hampir tak menyadari seluruh kelas memandangnya kecuali Draco yang melihatnya khawatir.

Seusai pelajaran, Draco langsung menghampiri gadis yang tengah memijat kepalanya. "Kau tidak apa - apa?"tanya Draco sambil berlutut. Harrieta menggeleng. "Kepalaku sakit dan punggung terasa aneh."jawab Harrieta. Draco menyentuh kening Harrieta. "Kau demam. Kita ke Hospital Wing."kata Draco tidak bisa dibantah. Harrieta mengangguk.

"Kau benar - benar menurut pada Draco ya"kata Ron. "Dia Dominant, Gendong"Balas Harrieta yang membuat Draco mengelengkan kepalanya. Draco memberikan tas miliknya dan Harriet pada Goyle sebelum ia berbalik dan berlutut mempersilahkan Harrieta memanjat punggungnya. "Terima kasih"bisik Harrieta begitu nyaman dipunggung Draco.

Rombongan yang terdiri dari Crabbe,Goyle,Ron dan Hermione berjalan bersama menuju Hospital Wing.

Draco menggendong Harrieta, ia nyaris tertawa mendengar permintaan gadis yang menjadi belahan jiwanya itu namun ia menyanggupinya. Draco bisa merasakan Harrieta jatuh tertidur dipundaknya ketika mereka setengah jalan menuju hospital wings. "Harrieta seringan bulu"kata Draco.

"Salahkahkan keluarga pamannya yang jarang memberikannya makan"kata Ron.

"Untungnya ia tinggal bersama Sirius sekarang"tambah Hermione.

Madam Pomfrey, Matron dari Hospital Wing itu bingung ketika tidak bisa menemukan sumber dar sakit Harrieta. Begitu Draco mengatakan punggung Harrieta juga sakit. Madam Pomfrey membalikkan tubuh Harrieta dan membuka seragam gadis itu yang menunjukan dua benjolan di punggung gadis itu.

"Salah satu dari kalian pergilah ke Professor Snape dan mintalah daftar ramuan ini. Aku akan memanggil Albus"kata Madam Pomfrey.

Crabbe ditemani oleh Hermione pergi menuju ruang kelas guru ramuan tersebut. "Anda tahu apa yang terjadi pada Harrieta"tanya Draco.

"Jika tebakanku benar, Miss Potter akan mengalami inherintace malam ini"jawab Madam Pomfrey.

"Tapi Harrieta tidak memiliki keturunan creature"kata Draco.

"Harrieta memiliki keturunan Peverell dan Black"jawab Ahli ramuan yang baru saja datang. "Paman Severus"kata Draco.

"Poppy, Bagaimana kalau Harrieta di pindahkan ke Quater pribadi?"tanya Severus Snape. Matron Hospital Wing itu setuju. Pasalnya jika itu mengenai inherintance, Madam Pomfrey yakin keluarga Malfoy dan Snape bisa mengatasinya.

Professor Snape memberikan ramuan penahan sakit pada Draco yang langsung meminta Harrieta meminumnya. Jaringan Floo menjadi pilihan untuk memindahkan Harrieta.

Lucius, Narcissa, Sirius dan Lupin pun datang secara bergantian begitu kepala sekolah memberitahu kabar mengenai Harrieta. Sirius membelai rambut putri baptisnya itu. "Ada kemungkinan Harrieta vampire jika dinilai dari darah Black"kata Narcissa.

"Atau Fairy. James pernah mengatakan bahwa Peverell memiliki darah Fairy dan Dark Elf dari Gryffindor"jawab Lupin.

Harrieta mengigit bibir bawahnya menahan sakit. "Siri.. sakit"kata Harrieta.

"Aku tahu cub"jawab Sirius. Draco menuang ramuan penahan sakit yang diminum oleh Harrieta. Dua benjolan dipunggung Harrieta memerah. Mereka bisa melihat sesuatu dibenjolan itu merobek kulit. Gadis itu menahan teriakanya dengan bantal. Sepasang sayap berwarna hijau dengan bentuk kupu - kupu keluar dari punggung gadis itu. "That beautiful"kata Narcissa.

"Apa ini artinya Harrieta Fairy?"tanya Sirius.

"Menarik"gumam Albus Dumbledore.

"Nipsy"panggil Narcissa. Peri rumah itu pun muncul dihadapan nyonya Malfoy tersebut. "Bawakan air hangat dan handuk."kata Narcissa.

Draco dan Severus meminumkan ramuan penyembuh pada Harrieta. "Aku memiliki sayap?"tanya Harrieta bingung.

"Ya dan sangat indah. Kau Fairy, My Love"jawab Draco yang menyadari bentuk telinga Harrieta yang berubah. "Eh"respon Harrieta.

"Sepertinya klaimku, memaksa warisan darahmu keluar"jelas Draco membelai rambut Harrieta.

Ketika Nipsy datang, Draco mulai membersihkan sayap Harrieta dari darah dengan hati - hati. "Selamat sayang"kata Narcissa mencium kening Harrieta.

"Mama"jawab Harrieta .

"Sayapmu indah cub"puji Lupin

"Warna hijau emerlad, sama seperti warna matamu dan Lily"kata Sirius.

"Beristirahatlah, Kau mendapat jatah libur dua hari. Aku yakin Malfoy muda akan membantu mengejar ketinggalan"kata Albus

The red thread of soulCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang