BAGIAN EMPAT : Setelah Rapat

879 143 20
                                    

***

Sehun menghela napasnya untuk kesekian kalinya. Setelah tadi siang Sehun merasa sangat gelisah karna dibuat satu meja dengan Yoona, kini Sehun dibuat pusing karna Bella sudah mengetahui tentang hubungannya dengan Yoona di masa lalu dan kini akibatnya Bella menuntut penjelasan karna Sehun tidak menceritakan atau menjelaskan apapun bahkan saat satu meja dengan Yoona.

Sehun mencoba meraih tangan Bella tapi dengan cepat Bella menepis tangan Sehun cukup kasar membuat Sehun kembali menghela napasnya.

"Sayang.." panggil Sehun tetap berusaha menenagkan hati tunangannya itu.

Sementara Bella tetap diam meskipun kini air matanya yang berbicara tentang seberapa sakitnya Bella saat ini. Kenapa Sehun merahasiakan itu pada Bella, apakah Bella tidak lebih baik dari pada Yoona?

"Yoona hanya masa lalu. Aku dan dia sudah lama berpisah bahkan sebelum aku menerima perjodohan ini." Ujar Sehun lagi meskipun ada kebohongan didalamnya Sehun tidak peduli yang terpenting adalah Bella berhenti marah padanya.

Bella masih diam meskipun kini tatapannya mengarah pada Sehun. Mungkin benar jika Bella baru mengenal Sehun tapi perasaan Bella tidak main-main pada Sehun, Bella menyayangi dan mencintai Sehun dan perasaan itu semakin mendalam disetiap harinya.

Sehun kembali mencoba meraih tangan Bella tapi kali ini tidak ada tepisan dari Bella, wanita itu hanya diam saat Sehun menggenggam tangan Bella.

"Maaf." Ucap Sehun penuh sesal.

"Apa kamu masih mencintainya?" Tanya Bella tanpa menanggapi permintaan maaf dari Sehun.

Sehun menggeleng. "Yoona hanya masa laluku, Oke. Dia bukan siapa-siapa untukku sekarang." Jawab Sehun dengan suara sumper lembutnya.

Air mata Bella jatuh dan Sehun langsung mengusap air mata itu tapi sayangnya air mata Bella tetap mengalir tanpa peduli berapa kalipun Sehun menghapusnya.

"Kenapa kamu tidak menceritakan itu padaku? Yoona masih menempati hatimukan?" Suara Bella sangat parau dan itu membuat Sehun sendiri tersakiti hanya karna mendengar suara itu.

Sehun meraih tubuh Bella dan mendekap tubuh kecil itu yang gemetar karna menahan tangisnya agar tidak pecah. Begitu Bella dalam dekapnya kini Sehun dapat dengan jelas mendengar suara isak tangis yang semakin menyayat hati Sehun.

"Karna aku rasa itu tidak penting. Aku hanya ingin bersamamu, Bell." Bisik Sehun.

Bella mengeratkan pelukannya pada tubuh Sehun setelah mendengar suara lembut yang diciptakan oleh Sehun. Hanya mendengar suara Sehun yang seperti itu membuat Bella kembali jatuh semakin dalam ke dalam perasaan cintanya pada Sehun.

***

Yoona menggosokan kedua telapak tangannya saat merasakan angin malam yang semakin dingin hingga terasa menusuk-nusuk kulitnya. Sementara pikirannya teringat pada kejadian makan siangnya bersama Sehun. Entah masih bolehkah Yoona merindukan pria itu setelah kini Yoona tahu bahwa Sehun sudah menjadi milik yang lain.

Yoona menundukan kepalanya. Kenapa hanya memikirkannya saja Yoona kembali teringat pada saat Sehun meninggalkannya dan kenapa rasa sakit itu tidak berkurang sedikitpun.

Donghae menatap Yoona yang berada disampingnya. Wanita itu baru saja menghela napasnya dan Donghae tahu apa yang membuat Yoona seperti ini. Donghae melepaskan jas hitamnya dan mengenakannya dibahu Yoona dan itu langsung membuat perhatian Yoona teralih pada Donghae.

COMPLICATED [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang