BAGIAN DUA PULUH EMPAT : Last

845 124 3
                                        

SELAMAT MEMBACA KISAH YOONA DAN SEHUN

DONT BE SILENT READER!

HAPPY READING!

***

"Aku tidak bisa一aku bersama Bella."

Yoona diam, otaknya berusaha mencerna tiap kata yang baru saja Sehun katakan. Dan saat Yoona mengerti, Yoona langsung membuang pandangannya, kenyataan pahit lagi.

Harusnya Yoona...

Harusnya Yoona tak pernah menganggap serius apa yang Sehun lakukan saat itu, harusnya Yoona tetap pada keyakinannya untuk melepas Sehun bukan seperti ini. Berharap kembali kemudian sakit hati lagi yang Yoona rasakan.

Ujung bibir Yoona ditarik keatas, lengkungan senyum tipis tercipta一dipaksakan.

"Apakah karna itu kau terlihat kebingungan sepanjang kita dicafe tadi?"

"Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya padamu setelah一"

"Sehun, aku tidak pernah menganggap kesempatan yang dikatakan Bella itu serius. Jadi kau tidak..." Yoona menggantung kalimatnya, rasanya sulit hanya untuk mengeluarkan suara lagi dengan hatinya yang pedih, sekarang.

"Yoona?"

Yoona menggeleng, bibirnya kembali mengulas semburat senyum, lebar. "Aku baik-baik saja."

"Aku menyakitimu lagi?"

Dan kini rasa panas yang dirasakan kedua mata Yoona hilang bersamaan air matanya yang mengalir, membasahi pipi Yoona.

"Maaf, harusnya aku一"

"Tidak Sehun, ini salahku. Aku tidak pernah belajar, aku sangat mudah goyah jika itu tentangmu."

Sehun menarik Yoona. Mendekap wanita itu dalam peluknya, mengucapkan permintaan maaf berulang kali yang berulang kali pula tak mendapat jawaban pasti selain isakan Yoona yang menyayat hatinya.

Beberapa saat kemudian Yoona melepaskan diri dari dekapan Sehun. Menggunakan punggung tangannya Yoona mengusap air matanya kemudian senyumnya tercipta, kali ini Yoona perlihatkan dengan tulus.

"Aku menghargai pilihanmu, Sehun. Aku selalu berharap kau akan bahagia dengan siapapun wanita disampingmu."

Kalimat yang diucapkan oleh Yoona membuat Sehun menarik ujung bibirnya. Wanita ini selalu tulus terhadapnya membuat Sehun bertambah merasa bersalah, bagaimana bisa Sehun menyakiti Yoona.

"Aku ingin kau bahagia."

"Aku juga." Sehun tersenyum mendengarnya.

Mungkin ini adalah takdir mereka, suka atau tidak mereka pada takdir itu mereka tetap harus menerimanya, tak ada yang bisa mereka lakukan kecuali menjalani hidup seperti orang lain. Menerima takdir mereka dengan genggaman harapan kebahagiaan dimasa yang akan datang, meskipun bukan bersama orang yang mereka inginkan.

***

Kabar duka dari pendiri SN Holding Inc tersebar cepat membuat suasana haru pilu dan ada sebagian yang tidak percaya pada berita tersebut. Beberapa klien yang berhubungan baik dengan SN Holding Inc kini tengah bekunjung dirumah duka, menyampaikan rasa belasungkawa pada keluarga yang ditinggalkan.

Dan disinilah Yoona.

Menatap pria dengan perawakan tegap dengan rasa iba yang terlihat jelas. Bagaimana bisa waktu begitu jahat pada pria itu? Apakah tidak cukup untuk melukai perasaan pria itu saja?

COMPLICATED [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang