[FANFICTION] [YOONHUN]
Akhir yang bahagia, itulah yang diinginkan seorang Yoona Lim. Tapi na'asnya itu hanyalah sebuah harapan yang takan sampai.
"I need you to stay."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
IYAAAA...IYAAA... :v
***
SELAMAT MEMBACA CERITA COMPLICATED
DONT BE SILENT READER!
***
Selama dua hari Tuan Oh mengalami koma membuat rasa khawatir untuk semua anggota keluarganya termasuk istri dan anaknya, Oh Sehun.
Pria itu baru saja keluar dari kamar inap yang ditempati oleh ayahnya. Meninggalkan pria parubaya itu bersama Bella karna wanita itu meminta Sehun untuk menemui Yoona yang pasti sangat khawatir.
Bella menatap pria yang masih menutup matanya. Perasaan takut dan khawatir tidak dapat Bella tutupi, Bella sangat takut kehilangan pria tua ini dan anaknya, mereka seolah mengisi tiap celah hidup Bella yang sangat monoton sebelumnya tapi kini atau lebih tepatnya beberapa hari yang lalu, sangat membuat Bella senang dan... bahagia.
Bella tahu jika keputusan Sehun kini kembali bersama Yoona dan itu artinya kini Bella sendirian. Walaupun Bella sangat sadar bahwa Sehun akan kembali lagi padanya jika Bella mengatakan sesuatu pada pria tua ini.
Bella pergi meninggalkan Bara untuk Sehun kemudian jatuh cinta dengan Sehun yang Bella percaya Sehun juga mencintainya, itu cukup membuat Bella memimpikan akhir yang bahagia bersama Sehun. Tapi, Sehun penuh dengan kepalsuan. Pria itu rapih menyembunyikan perasaan sebenarnya dari Bella. Bella yang terlalu bahagia berlarian tanpa sadar pria yang Bella yakini mencintainya juga, tak pernah ikut berlari bersamanya. Menyakitkan.
Air mata Bella jatuh perlahan membasahi kedua pipinya. Dan baru saat ini Bella memikirkan bagaimana perasaan Bara saat Bella tinggalkan dulu?
"Bell...lla?"
Suara serak nan parau mengejutkan Bella.
Bella dengan cepat menghapus jejak air matanya menggantinya dengan senyum manis, menatap pada pria tua yang kini sudah sadarkan diri.
"Dad, Kau bangun! Aku akan panggil dokter." Menekan tombol yang berguna untuk memanggil suster dan dokter disisi ranjang Tuan Oh.
"Bell...a."
"Bella disini, Dad"
Tangan Tuan Oh bergerak lemah meraih tangan Bella. "Bella... kamu sayang Sehun?"
Entah kenapa pertanyaan dari Tuan Oh membuat kedua mata Bella terasa panas dan memerah.
"Dad, pada siapapun perasaan Sehun. Aku sangat senang karna Sehun pernah memberiku kesempatan untuk menggantikan seseorang dihatinya. Tapi, ternyata aku gagal, persaan Sehun pada wanita itu sangat kuat. Aku harap dad, mengerti." Air mata Bella mengalir mengalir. Harusnya Bella mengatakan hatinya terluka karna Sehun meninggalkannya tapi Bella tak melakukannya.
"Maafkan, aku Bella." Ujar Tuan Oh dan selang beberapa detik suara pendeteksi jantung berbunyi nyaring membuat Bella panik dan mengguncang tubuh Tuan Oh.
Dokter datang bersama dua suster dibelakangnya. Salah satu suster itu meminta Bella untuk keluar dan meminta waktu untuk memeriksa keadaan Tuan Oh.
Sementara itu Sehun...
Tak ada yang dikatakan oleh Sehun setelah meminta Yoona untuk keluar bersamanya. Pria itu hanya memutar-mutar jarinya diatas cangkir kopi yang ia pesan.
Yoona menyesap late -nya, menatap pria yang duduk dihadapannya. Sehun terlihat sangat kebingungan dan putus asa.
"Bagaimana kabar Tuan Oh?" Mendengar pertanyaan Yoona, barulah Sehun menatap wanita itu.
Senyum yang diperlihatkan Sehun sangat jelas dipaksakan. "Aku harap ayah segera sehat."
Yoona mengangguk dan menjawab kalimat Sehun dengan doa yang tulus. Tapi kini pertanyaannya hanya satu: Apa tujuan Sehun menemuinya?
Yoona diam, memberikan kesempatan untuk Sehun memulai pembicaraan. Tapi tak ada yang pria itu katakan, seolah pria itu hanya ingin menikmati kopi bersama Yoona tanpa ada topik pembicaraan.
"Sehun..."
"Y-ya..?"
Yoona menghela napasnya, melipat tangannya diatas meja dengan tatapan yang mengarah pada Sehun. "Aku tahu kau menemuiku bukan hanya untuk ini bukan? Sekarang katakan saja."
"Aku antar kau kembali ke kantor, ya." Sehun berdiri dan berlalu lebih dulu.
Yoona mendengus dan akhirnya hanya diam mengikuti Sehun yang kini sudah mengantarnya sampai di HB.
"Terimakasih sudah一"
"Sehun bukankah akan lebih baik jika kau mengatakannya sekarang?" Potong Yoona cepat, ia sudah tak sanggup lagi untuk menahan rasa penasarannya. Ingin tahu apa yang sedang mengganggu pikiran Sehun.
"Aku pikir kau sudah mengerti."
"Apa?" Alis Yoona bertautan. Apa yang dimaksud oleh Sehun?
"Aku tidak bisa一aku bersama Bella."
Yoona diam, otaknya mencerna semua kata yang baru saja Sehun katakan. Dan saat Yoona mengerti, Yoona langsung membuang pandangannya, kenyataan pahit lagi. Harusnya Yoona... harusnya Yoona tak pernah menganggap apa yang Sehun lakukan saat itu tidak serius, harusnya Yoona tetap pada keyakinannya yang akan melepas Sehun dan tidak seperti ini, berharap kembali kemudian sakit hati lagi yang Yoona rasakan.
Dan kini rasa panas yang dirasakan kedua mata Yoona hilang bersamaan air matanya yang mengalir, membasahi pipi Yoona.
"Maaf, harusnya aku一"
"Tidak Sehun, ini salahku. Aku tidak pernah belajar, aku sangat gampang goyah jika itu tentangmu."
Sehun menarik Yoona. Mendekap wanita itu dalam dadanya, mengucapkan permintaan maaf berulang kali yang berulang kali pula tak mendapat jawaban pasti selain isakan Yoona yang menyayat hatinya.