BAGIAN DELAPAN : Pengakuan Sehun

804 146 29
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

"Diatas ada langit, dibawah ada tanah dan dihati aku ada kamu. Ciaat!!"

***

Yoona turun dari mobil begitu Sehun sampai ditempat tujuan--Bukit--. Sehun turun lebih dulu dan duduk diatas rumput dan didekat jurang. Yoona duduk disebelah Sehun. Pria itu tampak tenang dengan pandangan lurus kedepan.

Yoona menunduk menatap jemarinya yanh tertaut, kenapa Sehun harus membawanya kesini tidakkah Sehun ingat bahwa ini adalah tempat yang bisa mengingatkan Yoona pada masa-masa yang membahagiakan. Kenapa Sehun seolah membuat lubang dihati Yoona semakin melebar.

"Aku selalu suka berkunjung kesini." Suara Sehun mengisi keheningan diatara mereka.

Yoona menatapnya, Sehun masih dengan pandangan kedepan.

"Ini mengingatkan sesuatu yang membuatku bahagia."

Mata Yoona memanas ketika mendengar kalimat itu. Lukanya semakin nyata, Sehun benar-benar membuat Yoona kewalan dengan memperlihatkan sikap seperti ini pada Yoona. Yoona tersenyum ketika pikirannya kembali mengingat sesuatu yang membahagiakan itu, benar itu adalah yang sangat membuat Yoona bahagia, juga.

"Karna itu, aku berpikir akan mengajak Bella datang kesini."

Senyum Yoona lenyap ketika mendengar nama wanita lain. Memang apa yang diharapkan oleh Yoona? Sehun tidak bahagia bersama Bella? Jelas-jelas Sehun mengingatkan padanya untuk menjaga sikap didepan Bella, karna wanita itu sudah membuat Sehun bahagia?

"Ya." Suara Yoona parau.

Sehun kemudian merebahkan tubuhnya diatas rumput dengan tangan terlipat dibawah kepalanya dan pandangan mata yang menyipit menatap kearah langit.

"Bagaimana perasaanmu pada Bella?" Entah darimana keberanian itu, Yoona akhirnya menyuarakan apa yang selalu ingin ia dengar dari Sehun.

Sehun kembali menegakan tubuhnya, duduk dengan pandangan yang menatap pada Yoona dan kembali menatap ke depan. "Apa yang ingin kau dengar?" Tanya Sehun menjeda, "Kejujuran atau sebuah dusta?" Tambah Sehun.

Yoona menggigit bibir bawahnya, Sehun selalu membuat pilihan tapi tidak pernah membuat dirinya sendiri berada pada pilihan yang sesuai dengan hatinya.

"Apapun yang ingin kau jawab, jujur atau dusta. Mungkin keduanya akan sama," Yoona menjeda dan menatap pada Sehun, pria itu masih tak menatap kearahnya, "Menyakitkan untukku." Tambah Yoona dengan suara yang lebih pelan dan lirih.

Yoona melihat Sehun mengulas senyum tipis, terlihat dari ujung bibirnya yang bergerak naik sedikit. Sehun lalu menatap pada Yoona, membuat keduanya beradu tatap.

"Aku selalu memilih kejujuran untuk menjawab pertanyaanmu." Jawab Sehun, matanya masih beradu dengan manik mata Yoona.

Yoona menelan salivanya dan berusaha menyiapkan telinga dan hatinya.

Sehun lalu mengalihkan pandangannya kedepan, memutuskan kontak matanya dengan Yoona. "Ya, aku mencintai Bella. Lebih dari apa yang kau tahu." Jawab Sehun.

Air mata Yoona menggenang, siap meluncur dan membasahi pipi Yoona.

"Beberapa bulan lalu, ketika aku memutuskanmu. Aku sudah memikirkan semuanya dan aku sadar aku takan menjadi siapapun jika bertahan denganmu," Sehun menjeda dan senyumnya tercipta, "Dan cinta itu datang karna terbiasa, dan itulah yang terjadi padaku dengan Bella."

Yoona menunduk untuk menutupi air matanya yang tidak karuan mengalir dengan derasnya.

"Bella seperti matahari yang datang dipenghujung malam."

"Aku tak mengerti." Suara Yoona bergetar dan parau, "Apakah hubungan kita dulu tidak seberharga itu hingga kau dengan mudah melupakannya?" Tanya Yoona, ia menatap Sehun tak peduli dengan keadaan wajahnya yang sudah kacau karna air mata.

Sehun menatap Yoona, tangannya terangat dan mengusap pipi Yoona yang basah. "Ya." Jawab Sehun dan itu adalah kehancuran bagi Yoona.

Itukah, itukah hubungan mereka? Tak ada nilai dan artinya bagi Sehun.

Yoona memejamkan matanya, tangan Sehun masih berada dipipinya mengusap dengan lembut, sesuatu yang sangat Yoona rindukan.

"Apakah aku juga?" Tanya Yoona seraya membuka matanya dan langsung disandingkan dengan tatapan dingin milik Sehun.

Sehun mengangguk, "Ya." Jawab Sehun pelan hampir seperti bisikan.

Yoona terkekeh mendengar jawaban Sehun, kenapa sangat menyakitkan tapi Yoona ingin tertawa saat mendengarnya, Ya Tuhan Yoona sudah gila?

Yoona menunduk, menatap jemarinya yang tertaut. Lalu Yoona takan memiliki tempat kembali, tak ada tempat lagi bagi Yoona.

Sehun mengangkat dagu Yoona membuat wanita itu kembali menatap kearahnya. "Aku harap aku selalu berarti bagimu." Ujar Sehun.

***
BONUS

Cuap cuap gaiseu:'*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cuap cuap gaiseu:'*
.
Kuy terjemahin apa yang dikatakan oleh Sehun di akhir bagian ini:'D
Tulis dikomen ya, yang paham yang peka. Mon ditulis dikomen:')
.
.
.
Iya iya pendek:') makannya mau bilang :
Mon ampun sebig-bignya karna apdetnya pendek lagi dan maksa bat buat di publish, ya gmn dong pen buat cuap-cuap :v .ora
.
.
Jangan lupa ingatan:'D
Jangan lupa Vota dan Komen:)))
.
.
.
Arigathanks
Salam
Bininya Ceye♡

COMPLICATED [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang