KM 12

17.1K 841 3
                                        

Aku apdate lagi nih

Terimakasih buat yang udah baca apalagi ngedukung cerita ini

Tanpa membuang-buang waktu aku lanjut aja ya

Biasakan vote sebelum baca
Happy reading

.
.
.

"Mas mau kemana?" tanya Aisyah saat Rian hendak membuka pintu kamar mereka

"Mau ngambil makanan buat kamu" ucap Rian membalikkan badannya sejenak

Aisyah mengangguk-anggukkan kepalanya. Rianpun kembali melanjutkan membuka pintu lalu melangkah keluar

Rian kembali membawa nampan berisi sepiring makanan, segelas air putih serta segelas susu putih

Rian duduk dipinggir kasur setelah meletakkan nampan yang ia bawa diatas meja. Rian mengambil piring makanan dari nampan. diambilnya sesendok makanan lalu diarahkan ke mulut Aisyah

"Aisyah bisa sendiri mas" ucap Aisyah menolak dengan halus, ia merasa malu karena baru pertama kali diperlakukan seperti itu oleh seorang laki-laki kecuali ayahnya

"Biar mas yang suapin, tugas kamu hanya makan. Aa.." ucap Rian. Aisyah pun mau tidak mau menuruti saja

"Pintar istri mas. Ayo lagi aa.." Rian berucap seperti memberi makan anak kecil

Aisyah yang diperlakukan seperti itu hanya bisa pasrah dengan terus membuka mulutnya saat Rian kembali menyuapinya

Drrt drrt drrt
Ponsel Rian yang berada di atas meja bergetar. Aisyah dapat dengan jelas melihat nama 'Jenita' tertera dilayarnya

Rian hanya melihatnya tanpa ingin menjawab. "Kenapa tidak diangkat mas?. Mungkin itu telepon penting" ucap Aisyah saat Rian tidak juga mengangkat panggilan itu dan malah terus menyuapi Aisyah makanan

"Makanannya sudah habis. Sekarang kamu minum susunya habis itu langsung istirahat" ucap Rian tanpa menjawab pertanyaan Aisyah

Aisyah menurut saja, dengan segera ia menghabiskan susu yang ada di gelas itu lalu membaringakan tubuhnya

Rian menemani Aisyah, sampai ia merasa Aisyah sudah tertidur. Rian mengambil ponselnya dari atas meja, menelpon balik nomor Jenita

"Ada apa sayang" tanya Rian langsung saat telepon diangkat

"...."

"Kita ketemu dikafe biasa. Sekalian ada juga yang mau aku bicarain sama kamu" ucap Rian

"..."

"Iya. Bay" Rian mengkhiri panggilan singkat itu. Rian melihat kearah Aisyah yang sudah tertidur

Aisyah yang sebenarnya belum tertidur, mendengar semua ucapan Rian. Dadanya terasa sesak saat kata 'sayang' keluar dari mulut Rian tapi untuk orang lain

Aisyah berusaha mati-matian menahan agar air matanya tidak mengalir keluar. Aisyah mendengar suara pintu terbuka lalu kembali tertutup. Aisyah akhirnya membuka matanya dan disaat yang sama air matanya akhirnya luruh juga

Lalu apa maksud permintaan suaminya beberapa hari yang lalu, permintaan agar diberi kesempatan untuk menebus kesalahannya

Aisyah menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar iskannya sedikit teredam

Keikhlasan Melepaskan (Risya)(COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang