Aku apdate lagi nih
Terimakasih buat yang udah baca apalagi ngedukung cerita ini
Tanpa membuang-buang waktu aku lanjut aja ya
Biasakan vote sebelum baca
Happy reading
.
.
.
"Mas mau kemana?" tanya Aisyah saat Rian hendak membuka pintu kamar mereka
"Mau ngambil makanan buat kamu" ucap Rian membalikkan badannya sejenak
Aisyah mengangguk-anggukkan kepalanya. Rianpun kembali melanjutkan membuka pintu lalu melangkah keluar
Rian kembali membawa nampan berisi sepiring makanan, segelas air putih serta segelas susu putih
Rian duduk dipinggir kasur setelah meletakkan nampan yang ia bawa diatas meja. Rian mengambil piring makanan dari nampan. diambilnya sesendok makanan lalu diarahkan ke mulut Aisyah
"Aisyah bisa sendiri mas" ucap Aisyah menolak dengan halus, ia merasa malu karena baru pertama kali diperlakukan seperti itu oleh seorang laki-laki kecuali ayahnya
"Biar mas yang suapin, tugas kamu hanya makan. Aa.." ucap Rian. Aisyah pun mau tidak mau menuruti saja
"Pintar istri mas. Ayo lagi aa.." Rian berucap seperti memberi makan anak kecil
Aisyah yang diperlakukan seperti itu hanya bisa pasrah dengan terus membuka mulutnya saat Rian kembali menyuapinya
Drrt drrt drrt
Ponsel Rian yang berada di atas meja bergetar. Aisyah dapat dengan jelas melihat nama 'Jenita' tertera dilayarnya
Rian hanya melihatnya tanpa ingin menjawab. "Kenapa tidak diangkat mas?. Mungkin itu telepon penting" ucap Aisyah saat Rian tidak juga mengangkat panggilan itu dan malah terus menyuapi Aisyah makanan
"Makanannya sudah habis. Sekarang kamu minum susunya habis itu langsung istirahat" ucap Rian tanpa menjawab pertanyaan Aisyah
Aisyah menurut saja, dengan segera ia menghabiskan susu yang ada di gelas itu lalu membaringakan tubuhnya
Rian menemani Aisyah, sampai ia merasa Aisyah sudah tertidur. Rian mengambil ponselnya dari atas meja, menelpon balik nomor Jenita
"Ada apa sayang" tanya Rian langsung saat telepon diangkat
"...."
"Kita ketemu dikafe biasa. Sekalian ada juga yang mau aku bicarain sama kamu" ucap Rian
"..."
"Iya. Bay" Rian mengkhiri panggilan singkat itu. Rian melihat kearah Aisyah yang sudah tertidur
Aisyah yang sebenarnya belum tertidur, mendengar semua ucapan Rian. Dadanya terasa sesak saat kata 'sayang' keluar dari mulut Rian tapi untuk orang lain
Aisyah berusaha mati-matian menahan agar air matanya tidak mengalir keluar. Aisyah mendengar suara pintu terbuka lalu kembali tertutup. Aisyah akhirnya membuka matanya dan disaat yang sama air matanya akhirnya luruh juga
Lalu apa maksud permintaan suaminya beberapa hari yang lalu, permintaan agar diberi kesempatan untuk menebus kesalahannya
Aisyah menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar iskannya sedikit teredam
KAMU SEDANG MEMBACA
Keikhlasan Melepaskan (Risya)(COMPLETED)
RomanceAdriansyah Hermansyah Lelaki yang sangat tampan. wanita mana yang tidak terpikat oleh ketampanannya. ditambah lagi dengan hartanya yang melimpah Aisyah salsabila Wanita mungil nan cantik. disaat seharusnya ia merasa bahagia dengan hari wisudanya, ia...
