KM 6

13.4K 740 7
                                        

Biasakan vote sebelum baca..
Happy reading

.
.
.

Kau tak akan pernah tau jalan pikiran orang meski kau telah lama mengenalnya

#Rian#

*
Aisyah salsabila gadis berhijab dengan tubuh yang mungil ditambah paras wajah yang sangat cantik.

Kali ini gadis bernama Aisyah itu tengah berkutat dengan berbagai bahan makanan dihadapannya hobi memasaknya ia tuangkan kedalam kesehariannya seperti saat ini

Ia mengolah bahan makanan itu dengan sangat telaten menjadi makanan yang siap santap

Jam yang masih menunjukan pukul lima tak mengurangi semangatnya dalam membuat makanan yang bercitarasa nikmat

Sangat serius ia mengolah bahan-bahan makanan itu. Dari satu bahan ke bahan lainnya. Tak ada rasa canggung ataupun gugup yang terlihat darinya, semua ia kerjakan dengan sangat lancar

Tanpa ia sadari seorang memperhatikannya dari belakang. Seorang pemuda yang bersandar pada daun pintu itu melihat takjub pada ketelatenan orang didepannya yang tengah memasak

Pemuda itu hanya menatap dalam diam tak ingin mengganggu keasikan orang didepannya yang sedang memasak. Tatapan kekagumannya pada wanita itu juga sangatlah kentara dimatanya yang berbinar

"Masak apa?" Tanya pemuda itu setelah lama terdiam. Pemuda yang tidak lain dan tidak bukan adalah Rian

"Astagfirullah" ucap Aisyah menjatuhkan spatula yang dipegangnya karena sangking terkejutnya

"Maaf maaf" ucap Rian menghampiri Aisyah sehingga membuat aisyah menunduk. Rian berjongkok sebentar didepan kaki Aisyah untuk mengambil spatula

"Nih" ucap Rian menyodorkan spatula kepada Aisyah yang masih saja menunduk. Aisyah menerima spatula yang disodorkan oleh Rian

"Makasih" ucap aisyah pelan masih dengan menunduk

Setelah mengambil spatula itu, Aisya lalu membawanya kearah wastafel untuk dicuci kembali karena habis menyentuh lantai

Aisyah dan Rian kembali melanjutkan hal yang tadi dilakukannya. Aisyah dengan acara masak-masaknya sedangkan Rian dengan acara tatap-menatapnya

"Khem" dehem seorang dari arah pintu membuat dua orang yang ada di dapur berbalik secara bersamaan

"Kompak sekali ya" sindir fidya sedangkan dibelakangnya bi jum hanya tersenyum

Rian yang melihat bundanya hendak beranjak pergi namun terhenti oleh pertanyaan bundanya

"Temani calon istri masak ya?" Rian yang merasa gugup tidak menjawab dan langsung beranjak pergi

Fidya menahan tawanya melihat putranya yang salah tingkah lalu mengalihkan tatapannya kearah Aisyah yang juga salah tingkah tapi tidak terlalu diperlihatkan

"Kapan kamu bangun sayang?" Tanya fidya pada aisyah sembari berjalan mendekat

"Saat azan subuh tante" jawab aisyah dengan tangan yang masih tetap bergerak membalik-balik ikan yang ia goreng

"Sini tante bantuin" ucap fidya hendak membantu tapi dengan cepat dicegah oleh aisyah

"Tidak usah tante. Tinggal ini saja" tolak aisyah menunjuk isi penggorengan dengan spatula di tangannya

Keikhlasan Melepaskan (Risya)(COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang