Seperti biasa saya sangat berterima kasih sekali pada kalian yang sudah baca apalagi dukung ceritaku ini
Maaf ya aku kalau apdate selalu tidak jelas. Tidak ada jadwalnya
Biasakan vote sebelum baca
Happy reading
.
.
.
Rian mengalihkan tatapannya menatap sekitar taman, tatapan Rian berhenti saat melihat satu objek yang sangat mencurigakan. Seorang menggunakan topeng dari arah yang lumayan jauh
Rian terus memperhatikan gerak-gerik orang itu. Hingga..
Rian sangat terkejut saat orang itu mulai mengeluarkan pistol dari saku jaket hitamnya
Pistol itu diarahkan kearah Aisyah yang saat ini masih menunduk karena masih merasa malu. Rian bergegas berdiri didepan Aisyah dan membawa Aisyah dalam pelukannya yang sangat erat
Dor dor
Tepat disaat yang bersamaan terdengar bunyi tembakan dua kali
Dahi Rian mengernyit menunjukan rasa sakit yang ia rasakan, Rian juga menggigit bibir bawahnya untuk menahan agar tidak mengeluarkan ringisan kesakitannya
Meski merasa sangat kesakitan Rian berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikan rasa sakitnya dari Aisyah
Aisyah melihat kearah wajah Rian bersamaan dengan Rian yang menunduk menatap kearahnya
Rian tersenyum manis kearah Aisyah tapi berbanding terbalik dengan keringat dingin yang mulai keluar di keningnya
"Mas Rian" panggil Aisyah pelan yang dibalas Rian hanya dengan anggukan senyum
Pelukan Rian pada tubuh Aisyah makin merenggang bersamaan dengan mata Rian yang mulai mengabur
"Aku sangat mencintaimu istriku, Aisyah" Rian berusaha mengeluarkan suaranya sebelum semuanya benar-benar gelap dan akhirnya Rian ambruk dalam pelukan Aisyah
"Mas Rian" panik Aisyah ikut terjatuh bersama Rian
Aisyah segera bangun dan menaruh kepala Rian diatas pahanya
"Mas Rain bangun" wajah Aisyah kini penuh dengan linangan air mata
Bi Mina berlari dari kamar atas ketaman saat mendengar suara tembakan
Banyak warga yang mulai berkumpul ditaman itu karena penasaran, baik warga yang berkulit hitam maupun yang berkulit putih semuanya terkumpul disana
Beberapa orang melangkah mendekat hendak melihat lebih dekat. Dan beberapa orang yang melihat kejadian itu segera mengejar pelaku penembakan tersebut
Bi Mina yang tadinya sudah keluar rumah kembali masuk kedalam untuk menelepon ambulans agar segera datang. Bi Mina juga menelpon Raihan agar kembali kerumah itu dengan segera
Bi Mina menunggu ambulans didepan rumah. Hanya hitungan menit Ambulans akhirnya tiba
Bi Mina segera mengantar petugas ambulans kearah taman belakang. Rian segera di naikkan keatas tandu. Aisyah yang tidak mau ketinggalan, segera mengejar para petugas itu dan memaksa untuk ikut masuk kedalam mobil ambulans
Wajah Aisyah sudah penuh dengan air matanya yang terus saja mengalir. Tangannya kini penuh dengan darah karena sempat menyentuh punggung Rian. Aisyah menggenggam erat sebelah tangan Rian tanpa menghiraukan apa yang dilakukan petugas-petugas itu pada suaminya
KAMU SEDANG MEMBACA
Keikhlasan Melepaskan (Risya)(COMPLETED)
RomanceAdriansyah Hermansyah Lelaki yang sangat tampan. wanita mana yang tidak terpikat oleh ketampanannya. ditambah lagi dengan hartanya yang melimpah Aisyah salsabila Wanita mungil nan cantik. disaat seharusnya ia merasa bahagia dengan hari wisudanya, ia...
