KM 19

18.1K 808 6
                                        

Seperti biasa saya sangat berterima kasih sekali pada kalian yang sudah baca apalagi dukung ceritaku ini

Maaf ya aku kalau apdate selalu tidak jelas. Tidak ada jadwalnya

Biasakan vote sebelum baca
Happy reading

.
.
.

Rian mengalihkan tatapannya menatap sekitar taman, tatapan Rian berhenti saat melihat satu objek yang sangat mencurigakan. Seorang menggunakan topeng dari arah yang lumayan jauh

Rian terus memperhatikan gerak-gerik orang itu. Hingga..

Rian sangat terkejut saat orang itu mulai  mengeluarkan pistol dari saku jaket hitamnya

Pistol itu diarahkan kearah Aisyah yang saat ini masih menunduk karena masih merasa malu. Rian bergegas berdiri didepan Aisyah dan membawa Aisyah dalam pelukannya yang sangat erat

Dor dor
Tepat disaat yang bersamaan terdengar bunyi tembakan dua kali

Dahi Rian mengernyit menunjukan rasa sakit yang ia rasakan, Rian juga menggigit bibir bawahnya untuk menahan agar tidak mengeluarkan ringisan kesakitannya

Meski merasa sangat kesakitan Rian berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikan rasa sakitnya dari Aisyah

Aisyah melihat kearah wajah Rian bersamaan dengan Rian yang menunduk menatap kearahnya

Rian tersenyum manis kearah Aisyah tapi berbanding terbalik dengan keringat dingin yang mulai keluar di keningnya

"Mas Rian" panggil Aisyah pelan yang dibalas Rian hanya dengan anggukan  senyum

Pelukan Rian pada tubuh Aisyah makin merenggang bersamaan dengan mata Rian yang mulai mengabur

"Aku sangat mencintaimu istriku, Aisyah" Rian berusaha mengeluarkan suaranya sebelum semuanya benar-benar gelap dan akhirnya Rian ambruk dalam pelukan Aisyah

"Mas Rian" panik Aisyah ikut terjatuh bersama Rian

Aisyah segera bangun dan menaruh kepala Rian diatas pahanya

"Mas Rain bangun" wajah Aisyah kini penuh dengan linangan air mata

Bi Mina berlari dari kamar atas ketaman saat mendengar suara tembakan

Banyak warga yang mulai berkumpul ditaman itu karena penasaran, baik warga yang berkulit hitam maupun yang berkulit putih semuanya terkumpul disana

Beberapa orang melangkah mendekat hendak melihat lebih dekat. Dan beberapa orang yang melihat kejadian itu segera mengejar pelaku penembakan tersebut

Bi Mina yang tadinya sudah keluar rumah kembali masuk kedalam untuk menelepon ambulans agar segera datang. Bi Mina juga menelpon Raihan agar kembali kerumah itu dengan segera

Bi Mina menunggu ambulans didepan rumah. Hanya hitungan menit Ambulans akhirnya tiba

Bi Mina segera mengantar petugas ambulans kearah taman belakang. Rian segera di naikkan keatas tandu. Aisyah yang tidak mau ketinggalan, segera mengejar para petugas itu dan memaksa untuk ikut masuk kedalam mobil ambulans

Wajah Aisyah sudah penuh dengan air matanya yang terus saja mengalir. Tangannya kini penuh dengan darah karena sempat menyentuh punggung Rian. Aisyah menggenggam erat sebelah tangan Rian tanpa menghiraukan apa yang dilakukan petugas-petugas itu pada suaminya

Keikhlasan Melepaskan (Risya)(COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang