KM 17

19.3K 924 5
                                        

Lanjut baca ya

Kalau suka, kasih aku vote ya..

Terima kasih yang sudah baca dan dukung ceritaku sampai sejauh ini

Biasakan vote sebelum baca
Happy reading

.
.
.



Rian berjalan semakin mendekat kearah foto itu dan membaca nama yang ada diujung bawah bagian kanan

"Riza Muhammad, Azizah Syafitri, Raihan Maulana, Aisyah Salsabila" Rian berfikir sejenak dan setelahnya ia langsung mencari wanita paruh baya yang tadi membukakannya pintu

"Bu.. Bu.." panggil Rian

Wanita paruh baya itu keluar dari satu ruangan dengan membawa nampan berisi minuman

"Ini diminum dulu den" ucap wanita paruh baya itu mempersilahkan

"Bu saya boleh bertanya?" ucap Rian menatap lekat kearah wanita paruh baya itu

"Iya den silahkan"

"Ibu sudah lama tinggal disini?" tanya Rian dijawab anggukan

"Ibu tau wanita yang difoto itu?" tunjuk Rian pada foto yang tadi dilihatnya

"Non Aisyah?" tanya wanita itu, Rian mengangguk

"Iya bibi mengenal baik non Aisyah. Memangnya ada apa den?" tanya wanita itu

"Apakah ini gambar wanita itu?" tanya Rian penuh harap dengan memperlihatkan foto Aisyah yang ada di ponselnya

"Iya den benar, itu foto non Aisyah" ucap wanita itu membenarkan

"Apa Aisyah ada disini?" tanya Rian lagi

"Tidak ada den. Non Aisyah tidak pernah kesini lagi setelah ia menikah. Oh iya den ini bukannya suaminya non Aisyah ya?" Rian menganggukkan kepalanya membenarkan

Rian menundukkan kepalanya menahan sesak di dadanya

"Mari den saya antar kekamar. Pasti aden butuh istirahat" Rian mengikuti langkah wanita itu

Namun langkah Rian kembali terhenti didepan sebuah kamar yang terbuka sedikit pintunya. Rian mendorong pintu kamar itu hingga terbukalah seluruh pintunya

"Ini kamar non Aisyah" ucap wanita itu dari belakang tubuh Rian

Rian tersenyum kecil sebelum berucap "bisa tinggalkan saya sendiri disini?" wanita itu mengangguk sebelum melangkah pergi entah kemana

Rian masuk kedalam kamar milik Aisyah. Ia bahkan baru mengingat jika istrinya itu pernah tinggal di kota ini

Rian memutuskan untuk tidur didalam kamar milik Aisyah yang memang bernuansa biru muda, warna favorit Aisyah

*
Keesokan paginya sang mentari dengan teriknya bersinar membangunkan sosok pemuda yang masih saja tidur

Matanya mulai mengerjap secara perlahan dan segera menutup mulutnya saat ia menguap

Pemuda bernama Rian itu segera berdiri, masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil air wudlu

Rian melaksanakan shalat subuhnya saat jam sudah menunjukan pukul 08.45, lebih tepatnya mengkodo shalat subuhnya

Keikhlasan Melepaskan (Risya)(COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang