epilog KM

30.9K 994 56
                                        

Terima kasih buat yang selalu baca, kasih dukungan atau keduanya, saya sangat berterima kasih untuk semua itu

Dan apabila ada salah kata atau penulisan dari cerita saya ataupun ada yang merasa tersinggung dengan cerita saya saya minta maaf yang sebesar besarnya

Dan saya juga minta maaf jika mungkin cerita dari hasil pikiran saya ada kesamaan dengan cerita lain. Karena cerita ini sepenuhnya dari hasil pemikiran saya

Biasakan vote sebelum baca
Happy reading

.
.
.

Matahari kembali bersinar cereh namun berbanding terbalik dengan hati seorang lelaki yang kini telah menjadi seorang ayah

"Sayang, ini sudah tiga hari kamu tidur. Mas mohon bangunlah" ucap lelaki itu dengan sedih

"Rian makan dulu nak. Sampai kapan kamu tidak mau makan?" tanya Fidya dari belakang Rian

"Bunda mereka sudah boleh dikeluarkan?" tanya Rian tanpa menjawab pertanyaan bundanya, bahkan Rian tidak melihat kearah bundanya

"Kata dokter mereka sudah boleh keluar" jawab Fidya menatap punggung putranya

Fidya merasa sangat sedih jika melihat putranya seperti itu. Dan hanya satu orang saja yang berhasil membuat putranya seperti itu, dia menantunya, Aisyah

"Bunda bisa tolong jaga Aisyah" Rian meminta tolong pada bundanya. Rian melihat kearah bundanya, lalu berdiri dari kursi yang ia duduki

"Kamu mau kemana nak?" tanya Fidya

"Rian mau jemput Mikhail, Ara dan Rasid. Mungkin mereka bisa buat bunda mereka sadar" Rian berucap seperti orang yang tidak punya semangat hidup

Aisyah memang telah melahirkan bayi kembar tiga dengan urutan laki-laki, perempuan, laki-laki

Awalnya Aisyah dan Rian bahkan sang dokter mengira hanya kembar dua ternyata bayinya kembar tiga

Rian merasa senang karena anak-anaknya telah lahir dengan sehat dan selamat, sekaligus sedih karena istrinya mengalami koma setelah melakukan operasi cesar

Rian kembali keruangan itu dengan membawa dua bayinya dalam gendongannya. Sedangkan bayi yang satunya dibawa oleh suster

Rian meletakkan dua jagoannya yang tadi ia gendong kedalam boks bayi dan mengambil bayi perempuannya yang berada dalam gendongan suster

"Makasih suster" ucap Rian, suster tersebut akhirnya keluar dari ruangan Aisyah

Rian melangkahkan kakinya mendekati bankar Aisyah dan mendudukkan dirinya di kursi yang sempat ia tinggalkan

"Sayang lihat putri kecil kita, dia sangat cantik seperti dirimu" Rian menaruh bayi perempuannya di samping Aisyah

Bayi perempuan itu mulai mengeliat disamping Aisyah membuat Rian kembali mengangkat bayi perempuan kedalam gendongannya

"Bantu ayah ya bangunin bunda" ucap Rian pelan pada bayi perempuan itu

Rian kembali menaruh bayi perempuan itu di samping Aisyah dengan lengan Aisyah sebagai bantalnya

Bayi perempuan itu menjadi sangat tenang di posisinya. "Anak ayah pintar" Rian mengusap pipi chaby putrinya dengan sayang

Ooek ooek
Salah satu bayi dari dalam boks mulai menangis. Rian bergegas mengambil bayinya, tapi bayinya masih saja menangis dalam gendongannya

Keikhlasan Melepaskan (Risya)(COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang