Terima kasih buat yang selalu baca, kasih dukungan atau keduanya, saya sangat berterima kasih untuk semua itu
Dan apabila ada salah kata atau penulisan dari cerita saya ataupun ada yang merasa tersinggung dengan cerita saya saya minta maaf yang sebesar besarnya
Dan saya juga minta maaf jika mungkin cerita dari hasil pikiran saya ada kesamaan dengan cerita lain. Karena cerita ini sepenuhnya dari hasil pemikiran saya
Biasakan vote sebelum baca
Happy reading
.
.
.
Matahari kembali bersinar cereh namun berbanding terbalik dengan hati seorang lelaki yang kini telah menjadi seorang ayah
"Sayang, ini sudah tiga hari kamu tidur. Mas mohon bangunlah" ucap lelaki itu dengan sedih
"Rian makan dulu nak. Sampai kapan kamu tidak mau makan?" tanya Fidya dari belakang Rian
"Bunda mereka sudah boleh dikeluarkan?" tanya Rian tanpa menjawab pertanyaan bundanya, bahkan Rian tidak melihat kearah bundanya
"Kata dokter mereka sudah boleh keluar" jawab Fidya menatap punggung putranya
Fidya merasa sangat sedih jika melihat putranya seperti itu. Dan hanya satu orang saja yang berhasil membuat putranya seperti itu, dia menantunya, Aisyah
"Bunda bisa tolong jaga Aisyah" Rian meminta tolong pada bundanya. Rian melihat kearah bundanya, lalu berdiri dari kursi yang ia duduki
"Kamu mau kemana nak?" tanya Fidya
"Rian mau jemput Mikhail, Ara dan Rasid. Mungkin mereka bisa buat bunda mereka sadar" Rian berucap seperti orang yang tidak punya semangat hidup
Aisyah memang telah melahirkan bayi kembar tiga dengan urutan laki-laki, perempuan, laki-laki
Awalnya Aisyah dan Rian bahkan sang dokter mengira hanya kembar dua ternyata bayinya kembar tiga
Rian merasa senang karena anak-anaknya telah lahir dengan sehat dan selamat, sekaligus sedih karena istrinya mengalami koma setelah melakukan operasi cesar
Rian kembali keruangan itu dengan membawa dua bayinya dalam gendongannya. Sedangkan bayi yang satunya dibawa oleh suster
Rian meletakkan dua jagoannya yang tadi ia gendong kedalam boks bayi dan mengambil bayi perempuannya yang berada dalam gendongan suster
"Makasih suster" ucap Rian, suster tersebut akhirnya keluar dari ruangan Aisyah
Rian melangkahkan kakinya mendekati bankar Aisyah dan mendudukkan dirinya di kursi yang sempat ia tinggalkan
"Sayang lihat putri kecil kita, dia sangat cantik seperti dirimu" Rian menaruh bayi perempuannya di samping Aisyah
Bayi perempuan itu mulai mengeliat disamping Aisyah membuat Rian kembali mengangkat bayi perempuan kedalam gendongannya
"Bantu ayah ya bangunin bunda" ucap Rian pelan pada bayi perempuan itu
Rian kembali menaruh bayi perempuan itu di samping Aisyah dengan lengan Aisyah sebagai bantalnya
Bayi perempuan itu menjadi sangat tenang di posisinya. "Anak ayah pintar" Rian mengusap pipi chaby putrinya dengan sayang
Ooek ooek
Salah satu bayi dari dalam boks mulai menangis. Rian bergegas mengambil bayinya, tapi bayinya masih saja menangis dalam gendongannya
KAMU SEDANG MEMBACA
Keikhlasan Melepaskan (Risya)(COMPLETED)
RomanceAdriansyah Hermansyah Lelaki yang sangat tampan. wanita mana yang tidak terpikat oleh ketampanannya. ditambah lagi dengan hartanya yang melimpah Aisyah salsabila Wanita mungil nan cantik. disaat seharusnya ia merasa bahagia dengan hari wisudanya, ia...
