Lanjut chapter selanjutnya
Maaf baru bisa apdate lagi
Seperti biasa saya sangat berterima kasih pada kalian yang sudah baca apalagi ngedukung ceritaku
Tanpa berlama-lama lagi, ceritanya aku lanjut
Biasakan vote sebelum baca
Happy reading
.
.
.
"Rian akan terima apapun yang akan kakak lakukan pada Rian tapi.." Rian menatap tepat di kedua mata Raihan dengan sangat tenang, tak ada ketakutan dimata Rian. "Rian mohon kasih Rian satu kesempatan lagi untuk bersama Aisyah dan calon anak kami" Rian mulai memohon dengan tangannya yang disatukan didepan dadanya
Raihan mengangkat sebelah alisnya sebelum
Bug
Satu pukulan tepat mengenai perut Rian membuat Aisyah memekik dan segera menutup mata dan telinganya
"Itu memang sangat tidak sebanding dengan banyaknya rasa sakit yang sudah kau buat pada adikku. Tapi bersyukurlah aku masih berbaik hati padamu karena kau adalah orang yang sangat adikku cintai. Dan ingat! Jika hal ini terjadi lagi, jangan pernah memohon kesempatan padaku" Rian menganggukkan kepalanya
"Terima kasih kak" Raihan menganggukkan kepalanya sebelum melihat kearah Aisyah
"Jaga adikku dan keponakan-keponakanku baik-baik" Raihan menepuk bahu Rian sekali sebelum melangkah pergi dari rumah yang berisi banyak kenangan masa kecilnya
Rian melihat kearah Aisyah yang masih saja menutup mata dan telinganya. Senyum terbit diwajah tampan Rian
Rian berjalan mendekat dan langsung mengangkat Aisyah ke gendongannya, membuat Aisyah memekik karena merasa sangat terkejut
"Mas Rian ih, turunin. Aisyah berat" rengek Aisyah
Rian sama sekali tidak mengindahkan ucapan Aisyah dan mulai melangkahkan kedua kakinya untuk masuk kedalam rumah
*
Aisyah dan Rian sedang asik menonton tv dengan posisi Rian yang berbaring dipaha Aisyah
Rian membalikkan badannya kearah perut Aisyah. Mencium perut Aisyah yang sudah membuncit "jangan nakal ya" ucap Rian sangat pelan sebelum melingkarkan tangannya dipinggang Aisyah "mas boleh tidur seperti ini?" tanya Rian menatap keatas, tepatnya ke wajah Aisyah. Aisyah menganggukkan kepalanya. Rian mulai memejamkan matanya
Aisyah mendengar suara dengkuran halus dari arah suaminya, yang Aisyah yakini sudah tertidur, dengkuran halus itu membuat senyum terbit diwajah Aisyah, diusapnya kepala Rian dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang
beberapa jam telah berlalu. Aisyah yang merasa kakinya mulai keram dan tenggorokannya mulai terasa kering akhirnya mengambil dua bantal sofa, Aisyah melepaskan tangan Rian yang masih melingkar di perutnya, lalu mengangkat kepala Rian dengan pelan dan memindah diatas bantal sofa yang telah ia susun
Aisyah meregangkan otot kakinya terlebih dahulu sebelum melangkah keluar kamar
*
Rian baru saja terbangun dari tidurnya yang sangat nyenyak. Rian langsung mengingat satu hal
Rian mencari kedalam kamar mandi dan ke balkon kamar tapi tak ada. Rasa panik mulai melandanya. Rian tidak mau kehilangan yang kedua kalinya
"Aisyah" teriak Rian dengan kencang saat masih berada didalam kamar itu. Tak ada sahutan yang Rian dapatkan, kepanikan semakin melandanya
KAMU SEDANG MEMBACA
Keikhlasan Melepaskan (Risya)(COMPLETED)
Storie d'amoreAdriansyah Hermansyah Lelaki yang sangat tampan. wanita mana yang tidak terpikat oleh ketampanannya. ditambah lagi dengan hartanya yang melimpah Aisyah salsabila Wanita mungil nan cantik. disaat seharusnya ia merasa bahagia dengan hari wisudanya, ia...
