"Nadya.. maafin gue.." lirih Vina sambil terisak.
"Sama Vin, maafin gue juga." Nadya pun sama.
"Maafin Vina yang se egois ini, gua tau, gua salah banget, harusnya gua sadar, kalo temenan itu ga harus bertumpu pada satu orang. Kita harus bersosialisasi, gua tau, gua salah.."
"Iya Vin, iya.. gua ngerti.. gua juga salah, ngebentak lo gitu aja tanpa tau permasalahan nya apa." Nadya tersenyum "pokoknya kita gaboleh berantem lagi, ok?"
"Iya Nad.. Best friend forever!" Vina mengacungkan jari kelingking nya.
Nadya pun mengkutinya, "best friend forever!"
Mereka berdua pun berpelukan sambil tertawa.
"Thank u, next (next)..
Thank u, next (next)..
Thank u, next.
I'm so fucking grateful for my ex..
Thank u, next (next).."Alarm HP Nadya berbunyi, dengan lagu idola nya, yap! Ariana Grande.
Nadya mengusap wajah nya kasar, sambil mematikan alarm nya.
Nadya mengubah posisi tidurnya menjadi duduk."Kok gue jadi kangen sama Vina sih? Apa gua baikan aja ya? Apaansih Nad, yakali lo yang minta maaf duluan! Orang dia yang salah huh!" Nadya kesal sendiri.
"Kak! Jangan ngedumel sendiri, gece mandi udah jam berapa elah!" Sahut Cindy didepan pintu kamar Nadya yang masih tertutup rapat.
"Ck, yaa.." balas Nadya yang langsung beranjak.
"Pagi Ma pagi Pa!" Nadya menyalimi kedua orang tua nya.
"Pagi honey.. yuk sarapan dulu tuh bareng temen mu. Daritadi dia sudah nungguin kamu loh." Ujar Hanny sambil menoleh kearah cowo itu.
Nadya pun ikut menoleh "eh Vit?"
"Good morning cantik.." Vito tersenyum.
"Vito.. ayo sarapan bareng sini." Ajak Juna.
"Iya Pa, eh om hehe." Vito terkekeh.
Mereka pun sarapan bersama.
"Bang, menurut lu.. sebenernya ka Nadya pacaran sama siapa sih? Maruk banget gitu, dua cogan diambil sama dia, huh. Sisain satu gitu buat gue." Julid Cindy berbisik sambil melihat kearah Nadya dan Vito.
"Iya ya.. bukannya kemaren dia sama Devan yak? Seru lagi cowonya, bisa diajak mabar." Julid Dimas sambil mengunyah makanan nya.
"Kenapa ga Devan aja ya? Yang sarapan bareng gue? Kemana dia?" Batin Nadya.
Nadya turun dari motor sport Vito, Vito pun melepas helm nya.
"Makasih ya Vit." Nadya tersenyum tipis."Anything for you, gorgeous." Vito tersenyum balik.
Nadya langsung berjalan menuju kelasnya, entah mengapa. Hari ini dia tidak merasa jantung nya berdegup kencang saat bersama Vito, bahkan. Baper sedikitpun tidak, ia hanya memikirkan satu orang, Devan.
Nadya menghela nafasnya, "Devan dimana sih?" Batin nya.
Ia pu langsung memasuki kelasnya.Nadya langsung disuguhi oleh pemandangan yang cukup menyakitkan hati.
"Eh nanti sore hang out yuk Vin!" Ajak Syakila.
"Iya Vin.. lo kan beauty vlogger nih.. gua hari ini mau beli make up nanti lo pilihin ya? Hehe.." ujar Vera.
"Iya Vin.. lo mau kaan?" Tanya Karin.
"Kuy dong! Hehe.. duh jalan sama kakak kakak hitz nih unch banget hahaha." Ujar Vina.

KAMU SEDANG MEMBACA
JANGAN BAPER!
Teen Fiction"asal lo tau nad, gua itu cinta sama lo tulus." -Devan "Lo mainin hati cewek seenaknya aja! Lo pikir hati gua ini bola basket? Yang seenaknya lo driblle!?" -Nadya Nadya, sudah tidak percaya lagi dengan kata cinta. cukup, hanya sekali baginya untuk t...