"Always, best friend."
-Vina dan Nadya
———————
Mobil fortuner berwarna hitam milik Vito memasuki pekarangan rumah mewahnya. Pak Asep satpam dirumahnya tersenyum manis kearahnya, Vito juga.
Ia turun dari mobil, kedatangan disambut hangat oleh Eva ibu nya, "eh anak ibu udah pulang." Ujar Eva.
Vito menyalimi Eva, "ibu.. kayak Vito masih anak kecil aja, baru pulang sekolah disambut kayak gini." Ia terkekeh.
"Yasudah, ayo masuk." Eva menarik pelan lengan anaknya.
"Bu, Vito ke kamar ya. Makannya nanti aja kalo udah ada Papa."
Eva mengangguk, Vito pun berlalu menuju lantai tiga dimana kamar nya berada.
Ia membuka pintu kamarnya, lalu merebahkan tubuhnya di sofa besar di kamarnya yang menghadap ke gedung gedung yang ada di Jakarta.
Vito beralih menatap frame foto yang ada di meja buffet nya, difoto itu ada dirinya, Ibu nya dan kakaknya yang sekarang sudah membangun keluarga nya sendiri.
"Kapan Vito bisa ketemu lagi sama Ayah dan Kakak Dira?" Ujarnya.
Vito mengingat ingat kembali cerita yang sudah lama, dimana saat ia kecil hidupnya sangatlah sederhana. Rumahnya tak semewah yang sekarang dan keluarga nya tak seharmonis keluarga nya sekarang.
Eva dan Anton bercerai saat Vito masih berumur lima tahun, Ayahnya tidak mampu untuk membiayai kehidupan keluarga nya lagi, kakak perempuannya Dira yang saat ini berumur dua puluh satu tahun mengikut Ayahnya. Dan Vito mengikut Ibunya.
Eva dan Vito berpindah dari Surabaya ke Jakarta untuk memulai hidup yang baru, Eva bekerja disuatu perusahaan. Ia menjabat sebagai sekertaris CEO yang kaya raya, hartanya tidak pernah habis sedikitpun.
Dan pada akhirnya, Eva menikah dengan Zack, CEO nya. Saat Vito berumur tiga belas tahun. Dan dikaruniai anak perempuan bernama Arzellia yang saat ini berumur lima tahun.
Hidupnya berubah sekejap, hidupnya sangat bahagia saat ini. Memiliki semua yang ia inginkan, kecuali keluarga dulu nya.
Dira kakaknya sudah menikah dengan seorang tentara militer, Baik Vito maupun Eva. Mereka tidak datang di acara pernikahan Dira.
Dan saat ini, Vito sangatlah rindu dengan Ayah dan Kakaknya.
Ting!
Ponselnya berbunyi, lamunan Vito sontak membuyar. Ia tersenyum menatap notif itu.Pacar💙: "lagi apa kamu?"
Jari nya tergerak mengetikkan sesuatu.
Alvito Cahya: "lagi gabut:("
Pacar💙: "ya kamu jalan jalan aja sana daripada gabut gitu."
Alvito Cahya: "jalan yuk?"
Pacar💙: "aku lagi latihan basket nih, udah dulu yaa bye!"

KAMU SEDANG MEMBACA
JANGAN BAPER!
Teen Fiction"asal lo tau nad, gua itu cinta sama lo tulus." -Devan "Lo mainin hati cewek seenaknya aja! Lo pikir hati gua ini bola basket? Yang seenaknya lo driblle!?" -Nadya Nadya, sudah tidak percaya lagi dengan kata cinta. cukup, hanya sekali baginya untuk t...