34

1.2K 187 12
                                        

Jaejoong menatap rumah sederhana namun masih terlihat elegan dihadapannya sebelum dirinya turun dari mobil dan masuk kedalam rumah tersebut setelah pintu dibukakan oleh salah satu pelayan dengan yoochun yang setia berada di belakangnya.

"jaejoong?" panggil sang tuan rumah

"ahjeossi"

"Aigo... lama tidak bertemu, Ayo kemari duduk jaejoong-ah" ujar sang tuan rumah —Jung Ilhoon.

Jaejoong hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Ilhoon dan langsung duduk disebelah pria paruh baya yang sangat ia kenal dan teman dari orang tuanya

"Sudah lama kita tidak duduk berdua seperti ini" ujar Ilhoon saat Jaejoong duduk disebelahnya

"Ne..."

"Jaejoongie, mianhae..."

Jaejoong menatap tangannya yang di genggam oleh Ilhoon sebelum menatap mata musang yang sangat mirip dengan Yunho

"Tidak, ahjeossi tidak salah sama sekali" ujar Jaejoong

"Ini semua salahku yang tidak bisa mengendalikan istriku, maafkan aku"

"Aku yakin kau sudah tau bagaimana keadaan istriku" lanjutnya membuat jaejoong mengela nafas

"Justru itu, aku ingin sebuah penjelasan Ahjeossi"

.

.

.

Jaejoong menatap jalanan malam seoul yang sudah mulai sepi dengan tajam sebelum ia menginjak pedal gas untuk menambah kecepatan mobilnya dengan kecepatan maksimum

'itu semua benar jaejoong'

'apa maksud paman?'

'sebenarnya aku sudah bertungan dengan Taehee sedari kami kecil, hanya saja Taehee tidak mengetahui ini... Aku sudah tau apa yang terjadi padanya, mentalnya memang terganggu'

'apa? Kenapa Ahjeossi merahasiakan ini? Apa lagi dari teman teman Ahjeossi seperti eomma dan appa?'

'aku tidak ingin Taehee tidak punya teman, dokternya bilang ia harus bersosialisasi dengan yang lain. Jaejoong, aku benar benar meminta maaf padamu, aku tahu aku salah, aku sudah menyesali semua ini.. jika akhirnya seperti ini, aku tidak akan pernah membiarkannya melakukan hal yang ia mau semaunya'

Jaejoong tak habis pikir, perkiraan ayahnya -Siwon- dan Zelo benar adanya, pantas saja ia selalu merasa aneh pada ibu dari mantan kekasihnya itu.

Selama ini ia hanya diam karena ia sangat mengetahui bahwa Yunho sangat menyayangi ibunya, dan akan melakukan apapun untuk sang ibu, jadi ia hanya diam.

Bahkan saat ia mengetahui jika dulu orang yang hampir mencelakainya adalah ibu yunho.

Jaejoong mengehela nafas sebelum melambatkan kecepatan mobilnya dan menghentikan kendaraanya disebuah rumah tidak terlalu kecil tidak terlalu besar yang ia buat.

Ia tahu ini sudah hampir jam 12 malam namun, ia harus melakukannya secepatnya atau keluarga kecil akan berpisah.

Ia membunyikan klakson mobilnya membuat pintu gerbang rumah tersebut terbuka agar Jaejoong bisa masuk kedalam.

Jaejoong terdiam sesaat saat pintu mobilnya dibukakan oleh salah satu bawahannya sebelum keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah yang pintunya sudah terbuka lebar oleh pelayan, ia yakin bahwa bawahannya yang tadi membukakan gerbang rumahnya lewat ruangan kontrol langsung memberitahu yang lain yang sedang berjaga bahkan mungkin yang sudah tertidur bahwa dirinya datang, karena ia bisa melihat wajah kantuk dan pakaian yang sedikit berantakan di beberapa pelayannya.

He's My Mafia [COMPLITE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang