part.15-AND I

2.2K 277 12
                                        






🌼🌼🌼

    Aku terbangun dan mendapati lenganku yang terpasang infus,kepalaku masih terasa sedikit sakit. Hingga aku tersadar aku merasakan sebuah genggaman ditanganku dan mendapati Seungcheol yang tengah tertidur.

"Noona?"

Aku melihat Chan yang memasuki ruangan dan ah aku baru sadar jika aku sedang berada di Rumah sakit sekarang.

"Hyung bangun,Seungrin noona sudah siuman"
Chan membangunkan Seungcheol dengan sedikit menepuki bahunya dan itu membuatnya terbangun, tatapan kami bertemu dan ia menatapku persis seperti dulu.

"Akan kupanggilkan dokter"
Ucap Seungcheol sebelum meninggalkan ruanganku

"Noona.."
Aku hanya tersenyum saat Chan memanggilku dan ia berjalan kearahku lalu memelukku, karena pada dasarnya dia sudah seperti adikku sendiri. Terlebih kami juga tumbuh bersama sedari kecil tak heran bahkan Chan sangat posesif terhadapku,ia benar-benar ingin menjadi seorang adik yang menjaga kakaknya.

Aku mengusap punggungnya perlahan saat mendengar suara isakan dari Chan
"Aigooo,kau itu sudah mulai kuliah Chan. Kenapa menangis"

"Kau tau noona? Kau bahkan koma selama empat hari dan itu membuatku merasa sedih"

"Tapi kan aku sudah siuman sekarang,Noona tak mau melihatmu seperti ini. Kau ini sudah dewasa tapi masih cengeng"

"Noona.."

Lihat caranya merajuk bahkan terlihat seperti anak kecil.

🌼🌼🌼

   Chan terus menemaniku hingga saat ini,anak itu bahkan tak mau pulang sama sekali.
Anggota Seventeen juga ada beberapa yang ikut menemaniku,sebagian dari mereka ada yang harus kembali bekerja.

Tadi siang juga orang tua Seungcheol menjengukku tapi mereka harus kembali karena ada urusan. Jika kalian bertanya dimana orang tuaku sekarang, mereka baru akan kesini minggu depan . Sebenarnya mereka akan kemari besok namun aku membujuk mereka untuk tidak terlalu khawatir ditambah aku tahu ayahku masih sibuk bekerja disana. Tak apa,aku masih mempunyai Jeonghan dan yang lainnya disini.

"Apa kalian melihat Seungcheol?"
Joshua bertanya sambil memainkan laptopnya dan sesekali memakan cemilan yang mereka bawa

"Aku tak melihatnya lagi setelah Noona siuman hyung. Coups hyung bilang ia akan memanggilkan dokter dan ia tak kembali" Chan menjawab sambil mengupaskanku buah.
Lihatkan,betapa beruntungnya aku mempunyai Chan.

"Kalian tidak akan pulang? Ini sudah hampir malam. Tak mungkin kalian semua ada disini"Jeonghan menunjuk satu persatu wajah mereka dengan ponselnya

"Aku dan Seokmin akan keruangan Seungrin setelah ini."
Soonyoung merangkul Seokmin yang tengah bermain game.

Mereka kukuh tak ingin pulang jadi aku menyuruh sebagian dari mereka untuk tidur di Ruanganku.

Tadi siang mereka datang bersama tapi kini hanya ada Soonyoung,Jeonghan,Joshua, Seokmin,dan Dino.
Wonwoo ia kembali kekantor namun ia akan kembali malam ini.

"Noona ayo buka mulutmu,aku akan menyuapimu aaaa"
Chan menyodorkan buah padaku

"Chan,noona bisa sendiri"

"Ah tidak-tidak,aku yang akan menyuapimu aaaa"

Aku membuka mulutku dan menerima suapan darinya,
Beruntunglah wanita yang akan mendampinginya kelak karena ia beruntung mendapatkan pria yang penyayang seperti Chan.

🌼🌼🌼

    Aku mengamati Wonwoo yang sedang menyuapiku makan malam,wajahnya sedikit pucat jika diperhatikan dengan baik
Hanya ada Chan,Jun dan Wonwoo yang menemaniku sedangkan yang lain pergi keruanganku.
"Kau pasti lelah nuu,istirahatlah.
Ada yang lain juga disini jadi kau istirahatlah"

"Aku baik-baik saja,ayo makan"

Aku menerima suapan demi suapan,Wonwoo sangat memperhatikanku dan itu membuatku nyaman sekaligus khawatir. Aku tau ia pasti belum istirahat dari tadi pagi.

"Minum obatmu lalu istirahat"
Ucapnya seraya tersenyum saat memberikanku segelas air dan juga obat.

Suara pintu terbuka membuatku dan yang lain melihat siapa yang datang,Seungcheol dan juga Imel yang mengekorinya di belakang.

"Untuk apa manusia ular itu kemari"

"Chan!"
Aku tidak tahu kenapa tapi sepertinya Chan sangat tidak menyukai Imel.

"Aku hanya ingin ikut menjenguk bersama Seungcheol"ucapnya pelan

"Masih punya nyali untuk menjenguk Seungrin noona? Wah benar-benar luar biasa ular yang satu ini"

"DINO! Jaga ucapanmu"
Kali ini Seungcheol membentar Chan dengan keras dan itu membuat Chan mengepalkan tangannya

"Hyung!,aku benar-benar tidak mengerti cara berpikirmu. Bagaimana bisa kau mencintai perempuan yang bahkan sudah bersuami" ujar Chan sebelum pergi meninggalkan ruangan dan sedikit menabrak Seungcheol secara sengaja.

"Jun,bantu aku ke kamar mandi"
Aku meminta bantuan pasa Jun dan ia dengan sigap membantuku.

Lihatlah cara membelanya,ia bahkan membentak Dino cukup keras. Sungguh Seungcheol tak akan mungkin membentak Dino karena aku tahu ia sangat menyayanginya.

Kau bahkan kalah telak sekarang,Seungcheolmu sudah memilih orang lain Kwon seungrin.

🌼🌼🌼

  Aku hanya diam mengamati bagaimana dengan telatennya Seungcheol merapihkan rambutnya dan memperhatikannya.
Aku lebih baik sendiri dari pada harus melihat pemandangan didepanku sekarang.

"Kalau mau pamer kemesraan ya diluar jangan disini"
Chan kembali membuka suaranya,ia kembali lagi dan kini ia tengah duduk disofa bersama Jun.

"Jun hyung tidakkah wanita itu tahu diri? Sudah bersuami masih saja gatal pada orang lain. Harusnya dia mengurus suaminyakan?"

"Kau menyindirku Chan?"
Kini Imel membalas ucapan Chan

"Aku tidak menyindir,tapi kalau kau merasa berarti ucapanku benar adanya. Wanita seperti itu memang lebih pantas disebut wanita murahan kan? Tak tahu diri sekali"

"LEE CHAN!"
Seungcheol kembali membentak Chan

"Kenapa hyung? Kau mau membelanya? Kalian berdua itu sama saja"

"Diam atau kupukul kau?"

"Kurasa kau terlalu dibutakan Cinta hyung,dia ini sudah menikah walau bagaimanapun. Harusnya ia melayani suaminya bukan melayani orang lain. Sungguh jika aku jadi Seungrin noona mungkin aku sudah mencari pria lain dari pada dirimu"

"Dino" Jun mencoba untuk menahan Chan agar ia lebih tenang

"Kau tahu hyung? Ingatlah siapa yang selalu membatumu dulu hingga kau menjadi seperti sekarang. Siapa yang merawatmu saat kau sendiri. Dan lucunya kau malah mencintai wanita murahan ini"

Aku menutup mataku setelah melihat Seungcheol yang memukul Chan cukup keras hingga ia sedikit tersungkur

"Kau memukulku hyung?, aku tidak percaya ini. Seungcheol hyungku yang selalu aku banggakan ternyata hanyalah seorang pengecut"

"Hentikan,dan keluarlah."
Aku sungguh tak sanggup jika harus terus melihat mereka bertengkar seperti ini

"Noona,.."

"KELUAR dan tinggalkan aku sendiri"aku berteriak dan itu membuat Chan mendekat kearahku.

"Keluar sebelum aku yang pergi dari sini"

🌼🌼🌼

Aku menangis saat mereka semua benar-benar meninggalkan ruanganku.

Kenapa aku tidak mati saja...

Tbc.

Jangan lupa jadilah readers yang baik ok.

See you next part..


25/12/2018
Story by Rin

Starry Night | S.coupsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang