🍁🍁🍁
Bertahun-tahun aku hidup dalam sebuah kebohongan yang ku buat,
Ya.. aku seolah-olah bahagia namun pada kenyataannya hidupku penuh luka.
Melihatnya serasa membuat jantungku berhenti berdetak,
Setiap tatapan kebencian yang ia layangkan padaku membuat hatiku cukup merasa sakit.
Inginku menyerah namun ku takbisa.
Aku mengenalnya bukan sekedar sehari atau dua hari namun bertahun-tahunku mengenalnya namun sikapnya berubah drastis padaku.
Bahkan tak jarang ia menatapku nyalang seolah aku adalah noda yang harus dihilangkan.
Menghilang dari kehidupannya? Nyatanya hal itu tak semudah yang kukira.
Seolah lingkup hidupku dipenuhi olehnya.
Seminggu ini ia cukup membuat atensiku jatuh padanya.
Tubuhnya yang terbaring kaku dan mata sayunya yang masih enggan untuk terbuka.
Seungcheol,ia mengalami overdosis terhadap obat penenang yang ia konsumsi bahkan aku tak tahu jika ia mengkonsumsi obat itu.
Setelah kejadian dimana ia tak sadarkan diri aku membawanya keRumah sakit dan aku menemukan botol kecil berisi obat yang membuatnya seperti sekarang.
Dulu,ia akan selalu menceritakan segala keluh kesahnya padaku. Namun ku tegaskan sekali lagi, itu dulu sebelum ia berakhir membenciku.
Aku hanya bisa menatapnya dari luar,tentu aku cukup tahu diri siapa posisiku sekarang.
Aku tak perlu khawatir karena selalu ada sosok yang rutin mengunjunginya.
Bukankah aku terlihat seperti orang yang menjijikan?
🍁🍁🍁
Aku menghela nafas dan menghembuskannya dengan berat saat melihat hasil pemeriksaannya.
Ingin rasanya aku membenturkan kepalaku..
Kondisinya semakin melemah,
Kepalaku seorang berputar bagaimana cara untuk membuatnya kembali..
Tuhan,apa yang harus kulakukan sekarang?...
Lamunanku buyar saat seseorang memanggilku,aku melihat Jeonghan yang membuka pintu ruanganku dan mendekatiku
"Bagaimana hasilnya?"
"Buruk,aku tak bisa membuat kondisinya membaik"
"Apa ada cara yang bisa dilakukan?"
Aku menatap Jeonghan yang tengah membaca hasil pemeriksaan yang kuberikan
"Aku bahkan tak tahu harus melakukan apa sekarang, bukankah aku terlihat tidak berguna?"
"Kau bukan tuhan,aku yakin masih ada jalan untuk itu"
"Ya,kuharap seperti itu"
🍁🍁🍁
Matahari mulai terbenam,aku memasuki ruang rawat Seungcheol.
Wanita itu,masih setia menemaninya.
Sungguh aku terlihat miris sekarang..
Aku mulai memeriksa keadaannya,tangannya terasa sangat dingin sekarang.
Mata yang terpejam itu,akankah ia membuka matanya kembali?
"Bagaimana keadaannya?"
"Masih tetap sama" jawabku singkat karena aku memang tak ingin berbicara panjang lebar dengannya
"Bukankah kau seorang dokter? Bagaimana bisa kau tak bisa membuatnya sembuh? Lalu apa yang selama ini kau lakukan?"
"Dengarkan aku baik-baik nona, aku hanyalah seorang Dokter dan aku bukanlah Tuhan yang dapat melakukan apapun"
"Kau! Semuanya berawal darimu,andai saja jika kau tak pernah ada dalam kehidupan kami,semua tak akan serumit ini"
"Kau menyalahkan semuanya padaku?"aku menatap wanita di depanku yang sudah ku ketahui bahwa ia berstatus sebagai kekasih dari seorang Choi seungcheol.
"Kenapa kau tak menghilang saja dari kehidupan ini"
Yaa,aku memang seharusnya tak ada dalam kehidupannya..
🍁🍁🍁
"Wonwoo,tekanan darahnya terus berkurang aku harus bagaimana?"
Aku mematap Wonwoo yang tengah duduk di hadapanku.
"Apa sudah tak ada stok kantung darah yabg tersisa?"
"Tidak ada sama sekali,sulit untuk menemukan donor darah yang sama, tapi haruskan aku?"
"Jangan gila!."
"Tapi tak ada pilihan lain Won, kita harus berbuat sesuatu"
"Lalu bagaimana denganmu?"
"Tak apa,aku akan baik-baik saja setelahnya"
"Jangan gegabah,itu akan berdampak buruk padamu juga"
"Won,aku kita tak punya jalan lain. Aku tak apa,asal ia kembali seperti semula"
"Apa sudah tak ada jalan lain?"
"Hanya ini satu-satunya"
"Baiklah,aku menyerah."
🍁🍁🍁
Jika memang ini yang bisakulakukan untuk menebus kesalahanku padanya,maka aku akan melakukannya...
TBC .
Maaf yaaa ini short chapter .
15 nov 2018
Story by Rin
KAMU SEDANG MEMBACA
Starry Night | S.coups
Fanfiction'bisakah kau melihat keberadaanku di sampingmu untuk sekali saja.. kau tau,betapa sakitnya aku saat melihatmu bersamanya.. aku memang memiliki tubuhmu tapi tidak dengan hatimu' Since 30 Oktober 2018 - (...) Sempiternal Starry Night. #seluruh hak cip...
