🌼🌼🌼
Lihatlah langit disore hari yang sangat indah,itu mengingatkanku akan dirimu.
"Hanbin!"
Aku memasuki ruangan milik Hanbin,kami memang sudah mengatur waktu untuk membicarakan sesuatu dan dia memintaku menemuinya sore ini,
"Duduklah,kau sendiri?"
Tanya Hanbin saat aku duduk disofa ruangannya
"Aku bersama Jun,ia menungguku dibawah"
"Baiklah,langsung saja. Sejak kapan kau mengalami gejala itu?"
"Seminggu terakhir,Minggu kemarin aku muntah darah dan kau tahu kan? Aku sudah menceritakannya padamu lewat telepon kemarin"
"Kita mungkin akan melakukan pemeriksaan besok,jadi pastikan kau tak terlalu banyak makan sampai pemeriksaannya dilakukan".
Aku menganggukan kepalaku tanda mengerti ucapannya.
Dulu aku mempunyai sebuah penyakit yang bahkan nyaris mengambil nyawaku namun, berkat seseorang aku mampu bertahan hingga sekarang. Bahkan dokterpun saat itu menyatakan bahwa aku sembuh dari penyakitku,namun akhir-akhir ini aku kembali mengalami gejalannya.
Hanbin memanglah orang yang tahu kondisiku saat itu karena dulu ayahnyalah yang menanganiku dan kebetulan Hanbinpun mengambil spesialis yang sama.
"Kusarankan untuk tidak terlalu melakukan hal yang membuatmu kelelahan"
"Eumm baiklah"
"Aku hanya akan mengambil sample darahmu saja untuk sekarang"
"Hanbin,"
"Ya?"
"Tolong rahasiakan ini dari siapapun"
"Baiklah,aku mengerti"
🌼🌼🌼
Setelah menemui Hanbin,Jun mengantarkanku ke apartemen pribadi milik Seungcheol.
Entah apa yang ada diotak manusia kelebihan kalsium itu hingga ia kini meninggalkanku begitu saja.
Karena sudah terjadi aku mau tak mau masuk kedalam apartement Seungcheol
Pemandangan pertama yang kulihat adalah botol minuman yang berserakan dan Seungcheol yang tengah duduk dilantai,
Aku menghampiri Seungcheol dan mengambil gelas yang ada ditangannya
"Kau yang menghubungi Jun tadi?"aku bertanya padanya yang kini melihatku.
"Benar,..dan kau datang"
Seungcheol menjawab pertanyaanku dengan nada bicaranya yang khas orang yang sedang mabuk dan cegukan.
Lihatlah keadaannya sekarang yang sangat berantakan dengan baju kotor juga rambut yang sudah tak berbentuk
"Kali ini kenapa lagi hmm?"
Aku mencoba bertanya selembut mungkin padanya karena aku tahu Seungcheol saat mabuk tak suka dengan orang yang berbicara keras
Dia memegang tanganku dan menariknya hingga aku mendekat padanya
"Temani aku...hikk"
Ucapnya diakhiri dengan cegukan
"Aku disini,kau kenapa hmm? Ayo ceritakan padaku"
Seungcheol tak menjawab pertanyaanku namun ia tiba-tiba memelukku
"Seungcheol..."
"Kepalaku serasa ingin meledak hiks,"
"Seungcheol,kau menangis?"
Aku mendengar isakannya,ini pertama kalinya ia menangis dihadapanku.
Aku membalas pelukkannya dan mengusapi punggungnya secara perlahan hingga ia mulai tenang,
Aku sedikit melepas pelukkannya dan tanganku bergerak menghapus jejak air matanya.
Lihat,ia bahkan terlihat seperti anak kecil sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Starry Night | S.coups
Fanfic'bisakah kau melihat keberadaanku di sampingmu untuk sekali saja.. kau tau,betapa sakitnya aku saat melihatmu bersamanya.. aku memang memiliki tubuhmu tapi tidak dengan hatimu' Since 30 Oktober 2018 - (...) Sempiternal Starry Night. #seluruh hak cip...
