🍀🍀🍀
Pernakah kalian terbayang jika hidup kalian serasa hancur dalam satu malam?
Ya,itulah yang kurasakan sekarang.
Semuanya,seolah kehidupan ini tak ada yang berpihak padaku sama sekali.
Hari ini tepat satu bulan setelah orang tuaku meninggal dan apa yang aku lakukan? Jawabannya adalah tidak ada.
Jika bukan karena Soonyoung mungkin aku juga lebih memilih untuk mengakhiri hidupku saat itu juga. Tapi pria yang kusebut 'kakak' itu menangis didepanku seraya memohon agar aku tetap hidup. Depresi? Stress? Tentu,aku mengalaminya. Kehilangan orang yang sangat kusayangi membuatku tertekan terlebih dengan kondisiku sekarang,aku sempat mengalami depresi untuk sesaat.
Sekarang hanya tinggal aku dan Soonyoung,tak ada yang lain.
Seperti apa yang dikatakan oleh pepatah bahwa orang yang ditinggalkan juga tetap harus melanjutkan hidup mereka.
"Seungrin?"
"Eum?"
Aku menoleh saat seseorang memanggilku,itu Soonyoung.
Ia berdiri di pintu kamarku lengkap dengan sebuah nampan ditangannya
"Kau melamun? aku membawakan sarapan untukmu,jadi ayo makan."
Ucapnya diiringi dengan senyuman,walau aku tahu itu hanyalah senyum palsunya.
Harus kuakui,aku beruntung masih memiliki Soonyoung di dunia ini. Mungkin jika ia tidak ada aku bahkan tidak tau apa yang akan terjadi padaku sekarang.
"Wonwoo bilang ia ingin menemuimu nanti sore,lebih tepatnya ingin mengajakmu keluar. Kau maukan?"
Soonyoung menyeka sisa makanan disudut bibirku dengan tangannya dan membereskan bekas sarapanku
"Akan kupikirkan"
"Apa yang harus kau pikirkan hmm? Kau sudah satu bulan tak keluar rumah. Tak ingin menikmati udara segar?"
"Aku hanya lelah"
Kini tangannya beralih menggenggam tanganku
"Aku tahu,tapi kau juga harus tetap menjalani hidupmu. Kau harus segera sembuh,kau tahu? Aku tak memiliki siapapun selain dirimu sekarang"
"Baiklah,aku akan pergi bersamanya"
"Itu baru adikku yang manis"
Soonyoung memelukku bahkan ia tak segan untuk sekedar mencubit hidungku atau bahkan menggesekan hidungnya kehidungku. Gila? Tapi aku menyukainya,dia kakakku.
"Apa bekas cuci darahmu masih terasa sakit. Lihatlah bekas suntikan ini masih terlihat jelas"
Soonyoung mengusap pergelangan tanganku dengan hati-hati
"Sedikit sakit,tak usah khawatir ini akan segera sembuh"
"Cepatlah sembuh anak nakal"
Lihatlah Soonyoung bahkan tak segan unyuk menarik pipiku dengan ekspresi gemasnya
"Aku akan bersiap untuk bekerja,Wonwoo akan datang menemanimu hari ini. Jadi bersikap baiklah padanya, aku mempercayainya"
"Oppa!"
Suara panggilanku berhasil membuat Soonyoung berhenti didepan pintu kamarku
"Hmmm?"
"Hati-hati"
Ucapku pelan namun aku yakin Soonyoung masih dapat mendengarnya
"Aku tahu,kabari aku jika terjadi sesuatu"
Aku hanya mengangguk sebagai jawaban sebelum akhirnya Soonyoung menghilang dibalik pintu.
🍀🍀🍀
Pernahkah kalian mempercayai seseorang? Aku bahkan tak tahu harus percaya pada siapa selain Soonyoung sekarang.
Ingin kupercaya pada sosok disampingku sekarang namun rasanya ini masih terasa sulit untukku. Karena pada kenyataannya hatiku masih dimiliki orang lain.
Jeon wonwoo,aku bahkan tak tahu apa yang ada dipikiran pria itu sekarang. Sungguh andai ia datang padaku lebih awal,mungkin ia bisa memiliki hatiku sekarang.
Beribu kata andai yang kuinginkan namun sekali lagi,semua tak berpihak padaku.
"Melamunkan apa hmm?"
"Wonwoo"
Aku kini dapat melihat Wonwoo yang berlutut dihadapanku,
Ia mengajakku untuk menikmati udara sore hari disebuah taman.
Duduk disebuah kursi kayu panjang dan menikmati semilir angin yang menerpa tubuhku hingga aku tersadar kini sosok itu berada tepat didepanku.
Wonwoo menggenggam tanganku dan menatapku dengan tatapan hangatnya,
"Ayo kembali memulai hidup yang lebih menyenangkan,aku akan selalu menemanimu. Kau mau kan?"
"Jeon,..."
"Ini bukanlah akhir,inilah awalnya. Kau harus menunjukkan pada dunia kalau kau mampu bertahan.
Tak perlu terburu-buru,kau bisa memulainya secara perlahan. Aku yakin orang tuamu juga menginginkan yang terbaik, sekali lagi aku akan selalu bersamamu"
Beruntukah aku masih memiliki seorang Jeon wonwoo? Entah kebaikan apa yang kubuat dimasa lalu hingga tuhan memberiku sosok dihadapanku sekarang.
"Jangan menangis,itu membuatku sakit"
Ucapnya dengan tangan yang menghapus air mataku,ia membawaku kepada sebuah pelukan yang hangat.
"Maaf"
"Jangan mengucapkan itu"
"Maaf karena aku belum bisa membalas perasaanmu"
"Kau bisa melakukannya secara perlahan,tak usah terburu-buru. Aku akan menunggu hingga kau siap"
Aku mengeratkan pelukanku padanya dan aku juga merasakan Wonwoo beberapa kali mencium puncak kepalaku.
Haruskah? Haruskah aku mencobanya?
🍀🍀🍀
Wonwoo harus mengambil beberapa berkas sebelum ia kembali ke kantornya dan rasanya aku kembali harus mengenang masa laluku saat melihat bangunan didepanku.
"Ingin ikut kedalam?"
"Aku akan menunggu disini"
Ucapku saat ia membuka pintu mobil
"Baiklah,tunggu sebentar kalau begitu"
"Jangan terlalu lama,aku tidak suka menunggu"
"Aku mengerti tuan putri,aku akan segera kembali"
Setelah kepergian Wonwoo aku menyandarkan tubuhku dan mengamati setiap sudut mobilnya.
Terlihat rapih dengan beberapa miniatur karakter Eddy yang ia pajang.
Sebebarnya apa yang ia cari,rasanya aku mulai bosan menunggu didalam mobil.
Perlahan aku membuka pintu mobil dan keluar,rasanya udara diluar jauh lebih baik.
Aku memperhatikan sekelilingku dah oh! Lihat, bunga matahari yang kutaman mulai bermekaran.
Bunga berwana kuning itu terlihat indah saat mengikuti kemanapun arah matahari pergi.
"Riza"
Panggilan itu,aku mengenalinya. Telingaku menangkap suara itu dengan jelas,ia memanggil namaku.
Aku berbalik dan mendapati sosok itu,aku ingin membencinya namun pada kenyataannya aku tak bisa.
"Seungcheol.."
Aku mendapati sosok ringkih itu kini berdiri dihadapanku,tubuhnya yang terlihat kurus sangat jelas terlihat dengan pipi yang semakin menirus dan jangan lupaka kantung mata yang menghiasi mata indahnya serta beberapa lembam yang mulai membiru menghiasi wajah tampannya. Sorot mata itu,aku mengetahuinya.
Perlahan ia mukai mengambik pergelangan tanganku dan melangkah mendekat.
"Menunggu lama? Maaf,berkasnya terselip diatara tumpukan berkas yang lain. Ayo kita pergi"
Wonwoo melepas tangan seungcheol dan menggantikannya menggenggam tanganku lalu membawaku pergi,
Wonwoo membukakan pintu mobil untukku dan aku perlahan masuk. Ia berjalan memutar kemudian masuk kedalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman untukku,aku mengamati keluar jendela.
Aku melihatnya,aku melihat sosok itu.
Dan dari sorot matanya aku dapat melihat,
Sosok itu terlihat rapuh dihadapanku.
TBC.
Jangan lupa vote ok!
See you..
KAMU SEDANG MEMBACA
Starry Night | S.coups
Fanfiction'bisakah kau melihat keberadaanku di sampingmu untuk sekali saja.. kau tau,betapa sakitnya aku saat melihatmu bersamanya.. aku memang memiliki tubuhmu tapi tidak dengan hatimu' Since 30 Oktober 2018 - (...) Sempiternal Starry Night. #seluruh hak cip...
