🍁🍁🍁
Menunggu,hal itu yang selalu ku lakukan. Ya,menunggu apakah aku akan hidup bahagia atau justru menderita?...
Nyatanya,ingatan tentangnya masih sangat membekas diingatanku. Perkaranya mudah, 'Melupakan' tapi itu tak mudah untuk dilakukan.
Wonwoo memang membuatku bergantung padanya,lelaki itu berhasil mengambil semua atensiku namun,ingatan tentang masa laluku tetap menjadi bayangan yang terkadang memenuhi ingatanku.
"Sedang memikirkan sesuatu?"
Melingkarkan tangannya ditubuhku,memelukku dari arah belakang lalu mengecup pipi kananku,Jeon wonwoo.
"Sedikit,hanya menenangkan pikiranku saja mungkin?"
"Sepertinya jadwal liburan kita harus tertunda,tak apa kan?"
"Perusahaanmu jauh lebih penting,kau bilang ingin cepat-cepat membangun perusahaankan? Tentu aku tidak keberatan"
Wonwoo cukup disibukan dengan pekerjaannya akhir-akhir ini,tak jarang ia bahkan sampai mengabaikan pola makannya dan juga ia sedikit memiliki waktu untuk sekedar istirahat.
Tak jarang aku menemuinya di perusahaan seperti yang sedang kulakukan sekarang.
"Maaf."
"Tak perlu meminta maaf,kau sudah melakukan yang terbaik"
Aku membalikan tubuhku dan mengulurkan tanganku untuk membingkai wajahnya,sesekali aku mengusap kantung matanya yang sudah terlihat jelas
"Tapi,perhatikan juga pola makanmu. Aku tahu kau sibuk tapi jangan lupa untuk istirahat,kau bisa sakit jika terus seperti ini"
"Kau sudah bilang itu puluhan kali."
"Maka dari itu,kau harus menurutinya tuan Jeon."
Wonwoo membawaku pada pelukan hangat miliknya,ia juga menghadiahiku dengan kecupan ringan di puncak kepala juga pipiku
"Aku hanya membutuhkanmu,kau tempatku beristirahat."
Aku mengelus punggungnya perlahan,aku suka pelukannya.
Ini terasa hangat dan membuatku nyaman.
"Tetap bersamaku,aku sangat membutuhkanmu."
Ia akan selalu bercerita saat sedang lelah,atau terkadang ia akan selalu memelukku dan bergumam seperti sekarang.
"Kau lapar? Aku membawakanmu makanan."
Pertanyaanku sukses mendapat anggukan darinya.
🍁🍁🍁
"Pelan-pelan Nu,kau bisa tersedak nanti."
Aku hanya tersenyum melihatnya makan dengan lahap,seharian berkutat dengan pekerjaan pasti membuatnya kelaparan.
Wonwoo menghabiskan makanan yang kubawa tanpa menyisakannya sedikitpun.
"Bayi besarku"
Aku mengambil tisu dan membersihkan sisa makanan yang tertinggal di sudur bibirnya.
"Istirahatlah sebentar,berapa hari kau tak istirahat hmm?"
Dengan sigap aku melepas kacamata yang ia gunakan dan menaruh kacamata tersebut pada tempatnya sebelum menaruhnya diatas meja.
Wonwoo kembali memelukku,kali ini ia menaruh kepalanya bersandar di bahuku.
"Kepalaku sedikit terasa pusing"
"Berbaringlah!"
Wonwoo menuruti perintahku dan membaringkan tubuhnya dan tertidur dipangkuanku. Beruntung ia memakai sofa yang cukup untuk menampung tubuh tingginya.
Aku mulai menyingkap rambut depannya dan sedikit memijat kepalanya dengan pelan.
"Kau punya 2jam sebelum rapat,jadi tidurlah."
"Ibu negaraku ini cukup berisik juga ternyata,akh."
KAMU SEDANG MEMBACA
Starry Night | S.coups
Fanfiction'bisakah kau melihat keberadaanku di sampingmu untuk sekali saja.. kau tau,betapa sakitnya aku saat melihatmu bersamanya.. aku memang memiliki tubuhmu tapi tidak dengan hatimu' Since 30 Oktober 2018 - (...) Sempiternal Starry Night. #seluruh hak cip...
