Part.16-About Soonyoung?

2.2K 256 9
                                        


🌷🌷🌷

    Pagi ini Soonyoung sudah menjemputku untuk pulang dari Rumah sakit,ia bilang jika yang lain sedang sibuk dan dialah yang menjemputku.

Entah ini hanya sekedar perasaanku saja atau memang benar tapi Soonyoung sedikit memberiku perhatian lebih,terlebih saat aku masih di Rumah sakit ia tak pernah absen untuk sekedar menjenguk atau menemaniku.

"Soon!"

"Hmm?"

"Aku lapar,bisa kita mampir sebentar untuk makan?"

"Kau lapar? Baiklah. Kita berhenti dulu kalau begitu"

Soonyoung menepikan mobilnya saat kami sudah sampai di sebuah Restorant milik Seungkwan.

"Tunggu disini,aku akan membukakan pintunya!"

Lihat bukan? Bahkan aku masih mampu untuk sekedar membuka pintu mobil.

"Kemarikan tanganmu"
Soonyoung mengulurkan tangannya dihadapanku dan aku hanya bisa menerima uluran tangannya

"Pelan-pelan"

"Ishh,aku bukan anak kecil lagi kau tahu!"
Aku sedikit memajukan bibirku saat ia terkekeh karena ucapanku barusan

"Bukankah tuan putri memang selalu manja seperti ini?"

"Aku tidak manja kau harus tahu itu. Dan lagi aku ini bukan tuan putri dari negri dongeng, jadi berhenti memanggilku seperti itu tuan Kwon."

  Sungguh ini yang membuatku sedikit tak suka saat dia yang menjemputku,Soonyoung selalu saja menggodaku bahkan tak jarang ia juga menjahiliku. Ya walaupun aku tahu itu memang sudah menjadi sifatnya yang humoris.

"Seungkwan tidak ada?"
Tanyaku pada karyawan yang bekerja disini

"Oh beliau ada diruangannya nona,mau saya panggilkan?"

"Tidak perlu,lanjutkan saja pekerjaannya"

Aku memilih duduk disudut ruangan dekat dengan jendela sambil menunggu Soonyoung yang memesan makanan,di luar mulai turun hujan.
Dari sini aku bisa melihat orang-orang yang berlarian untuk berteduh.

"Kau melamun? Ayo makan!"

"Oh? Aku tidak melamun."

"Tidak melamun tapi aku memanggilmu lebih dari satu kali kau tak bergeming nona."

"Maaf kalau begitu"

"Ayo makan,kau bilang kau lapar kan"

Soonyoung menyantap makanannya dengan lahap,sepertinya ia sama sekali belum sarapan.

"Kenapa melihatku terus? Apa makanannya tak enak? Aku memesan yang biasa kau makan"

"Aku sudah kenyang,kau habiskan saja kalau mau"

"Yasudah kalau begitu"

Lihat pipinya yang begitu penuh dengan makanan yang ia kunyah, pantas saja ia dijuluki hamster oleh yang lain.
Tapi tunggu,kalung itu...
Aku melihat Soonyoung memakai kalung yang tak asing bagiku,kalung itu sama persis seperti yang kumiliki.

"Soonyoung.."

"Iya?"

"Kalungmu,dari mana kau mendapatkannya?"

"Hah? Kalung ini maksudnya? Aku memilikinya sedari lama"

Ada yang aneh disini,jelas Soonyoung terlihat gelisah saat aku bertanya tentang kalung yang ia pakai.

"Aku sudah selesai,ayo pulang"
Ia bangkit dan berjalan mendahuluiku .

🌷🌷🌷

Setelah selama satu jam perjalanan akhirnya kamipun sampai di rumahku.
Aku berjalan terlebih dahulu sedangkan Soonyoung membawa barang-barangku dahulu.

"Aku pulang~"
Ucapku saat memasuki rumah
Tak lama aku mendapati Ibu yang berjalan kearahku

"Akhirnya putri kesayanganku pulang,ayo masuk. Ayahmu sudah menunggu di dalam"

Aku hanya tersenyum dan berjalan menghampiri Ayah,
"Maaf  Ayah tak bisa menjemputmu kerumah sakit"

"Tidak masalah,yang pentingkan aku sudah pulang"

"Kau pulang dengan siapa?"

"Soonyoung,ah itu dia."

Ayah tampak terkejut saat aku menyebut nama Soonyoung dan aku juga mendapati Soonyoung yang terdiam sebentar sebelum berjalan kearahku

"Aku akan menaruhnya dikamarmu"
Ujarnya lalu berjalan bahkan terlihat setengah terburu-buru saat menaiki tangga

"Ayah,aku keatas sebentar"

"Istirahatlah nak"

🌷🌷🌷

"Soonyoung?"

Aku melihat Soonyoung yang berbaring dikasurku dengan mata terpejam namun aku tahu sebenarnya ia tak tidur

"Hmm"
Hanya sebuah gumaman darinya yang aku dapati.
Anak ini pasti kelelahan,aku dapat melihat kantung matanya yang sedikit terlihat jelas.

"Ishh,akukan hanya memanggil. Siapa tau kau tidur,geser sedikit"

Soonyoung bergeser dan aku ikut berbaring disampingnya.

"Aku benar-benar lelah Soon"

"Lelah?"
Ia mengubah posisinya hingga ia berbaring menghadap kearahku,aku mengambil satu tangannya dan kujadikan sebagai bantalan

"Hmmm,aku benar-benar tak tahu harus bagaimana"

"Tak ingin bercerita padaku"

"Soonyoung,kalung yang kau pakai terlihat sama persis seperti punyaku. Kau mendapatkannya dari mana?"
Aku perlahan mengambil bandul kalung milik Soonyoung dan melihatnya dari dekat

"Lihat,ini bahkan sama persis"

"Aku mendapatkannya dari seseorang"

"Siapa?"

"Kau tak perlu tahu nona"

"Ishh menyebalkan"

"Soonyoung kudengar kau mendonorkan darahmu padaku?"

"Kenapa?"

"Setahuku golongan darah orang tuamu tak ada yang sama denganku"

"Itu,... sudahlah. Tidurlah,Hanbin bilang kau perlu banyak istirahat"

"Tapi.."

"Dengar,kita ini sepupukan? Mungkin karena itu"

"Mungkin,"

Tidak,ini semua tidak benar.
Bagaimana bisa Soonyoung mendonorkan darahnya padaku.
Dan lagi kalung itu,

Jangan bilang jika Soonyoung,...

🌷🌷🌷

"Aku pulang,besok aku akan menjemputmu. Jeonghan bilang ia akan mengadakan penyambutan untukmu"

"Baiklaaah,hati-hati saat menyetir"

Setelah makan malam,aku mengantar Soonyoung sampai didepan rumah.

"Cepatlah kedalam,udara malam hari tak baik untukmu"

"Bawel,hati-hati dan kabari aku jika kau sudah sampai"

"Baik tuan putri!"

"Kwon soonyoung!"

Ia sedikit berlari dan memasuki mobilnya saat aku meneriaki namanya.
Benar-benar menyebalkan.

Tapi ngomong-ngomong soal kalung itu, aku harus mencari tahu..

Tbc.

Udah.. gitu aja.
Happy new year..
(Telat elah)
Gk papa..😂😂

Jangan lupa komen dan vote.

03/01/2019
Story by Rin.

Starry Night | S.coupsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang