Terimakasih sudah spam komen dan usaha kalian akhirnya Babang Uca dan Syafa menemani malam akhir tahun kalian!!! Awas ada kata menyeramkan di akhir part
Selamat Membaca🍀🍀🍀
"Dek? Kamu udah sadar?"
Syafa mengerjapkan matanya pelan pelan, seketika cahaya terang berebut masuk kedalam indra pengelihatannya.
"Syukur alhamdulillah Afa udah sadar mah" senyum Zasya melihat adik iparnya sudah sadar
"Sa. Kalo istri hamil tuh jangan di suruh kegiatan dulu kenapa. Izin ke pengurus. Pasti di izinkan. Lagian Papah ini yang ke sini pasti paham kenapa Syafa tidak ada nanti. Bukannya Abang pilih kasih, cuma abang gak mau saja calon ponakan abang kenapa napa" ucap Arjuanda kepada Musa yang masih saja diam menatap Syafa
Syafa membelakan mata kaget. Hamil? Serius?
"A----apa Kak? Af---Afa. Afa hamil?" Tanya Syafa terbata bata
"Lah? Iya kan? Kalian udah hampir 3 bulan nikah kok wajar hamil" jawab Zasya gamblang
Syafa memejamkan mata pelan. Iya, wajar kalo mereka sudah melakukan 'Hubungan suami-istri' tapi, sampai detik inikan, Syafa masih menyandang kata 'Gadis'.
Zasya yang melihat perubahan raut wajah Syafa langsung tersentak kaget "Kakak sama Uca sana gih ke depan dulu. Aya mau ngomong sesuatu masalah perempuan ke Afa"
Arjuanda mengangguk, lalu menarik tangan Musa untuk mengikuti langkah Arjuanda keluar kamar Syafa dan Musa.
Saat pintu tertutup, Zasya langsung mendekatkan diri kepada Syafa yang masih duduk di kasur. Matanya memicing tajam, seakan mengintimidasi
"Jangan bilang kalian belum 'itu'?" Tanya Zasya ambigu sambil mengangkat kedua tangannya seakan mengutip kata 'Itu'
Syafa menyeritkan kening bingung "Itu? Itu apa Mbak?"
Zasya menghela nafas lelah "Kalian belum ena ena emangnya?" Tanya Zasya frontal akhirnya
"Mbak iihh" pekik Syafa kaget
Zasya terkekeh, lalu meredam tawanya untuk melanjutkan pembicaraan "Tapi serius, kalian belum?"
Mau tak mau, Syafa mengangguk malu malu untuk mengakuinya.
Zasya menghela nafas lelah "Musa pernah minta?"
Syafa kembali mengangguk untuk pertanyaan Zasya
"Kamu tahu? Hukum nolak suami apa?" Tanya Zasya sedikit sinis
Syafa meringis melihat kesinisan kakak iparnya, namun tak urung mengangguk lagi.
"Tau Mbak, dosa" jawabnya setengah meringis
Zasya kembali menghela nafas lelah "Udah sore, Mbak ngomong to the point aja ya besok Mamah kunjungan soalnya. Nih, kamu udah tahu nolak suami itu d.o.s.a dan kamu masih nolak? Oke lah alasannya kamu belum siap. Tapi, apa kamu juga bakalan tetap bilang belum siap juga kalo Musa 'Jajan di luar'?"
"Lah? Uca mah emang suka jajan Mbak di luar" jawab Syafa tak mengerti
Zasya menepuk keningnya pelan. Jadi ini rasanya jadi Ommahnya saat menasehati sang Mamah agar tidak menolak suami? Bikin keki.
"Bukan jajan di luar kaya gitu yang Mbak maksud ihh" kesal Zasya yang membuat Syafa kembali meringis
"Terus apa dong Mbak?"
"Emang yang kalian tuh pasangan yang cocok. Gak bisa make kode kodean. Harus langsung ke intinya ih kesel deh" nada suara Zasya mulai kesal
Syafa mengerucutkan bibirnya, lalu mendekati kakak Iparnya ini "Duh Mbak, maaf dong. Tapi Afa beneran gak tahu jajan di luar yang Mbak maksud"
KAMU SEDANG MEMBACA
[KCT.3] Tentara Ku!(Selesai)
RomanceFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA! Cover by : @aliencegan SERIAL KETIGA "MY PERFECT HUSBAND" ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Tadinya, Syafa berfikir bahwa dekat dengan tentara itu enak. Membayangkan betapa romantisnya tentara, dulu Syafa menganggap itu h...
![[KCT.3] Tentara Ku!(Selesai)](https://img.wattpad.com/cover/163446968-64-k590684.jpg)