Selamat Membaca🍀🍀🍀
"HAH? SUMPAH YAH GA SUKA GUE CA YA AMPUUUN LO BARU TIGA HARI YANG LALU BALIK DARI PANDEGLANG CAAA PANDEGLAAAANG DAERAH YANG BARU BENCANA TSUNAMI ANJIIIR DAN LOO MAU LATGAS BUAT SATGAS KE PAPUA? DAN AKAN BERANGKAT SATU MINGGU LAGI SEDANGKAN PERNIKAHAN KITA DUA MINGGU LAGI? YA ALLAH GAK HABIS FIKIR GUE SAMA KA JANDA IIIIIIII 2T 2L TUGAS LAGI TUGAS LAGI" geram Syafa
Musa yang mendengar kekasihnya itu menggeram hanya dapat diam, pasrah dengan segala celetukan Syafa yang kesal itu.
"Caa. Hiks. Kita baru aja mau nikah 2 minggu lagi masa batal cuma gara gara hiks. Gara gara lo mau ke papua hiks" suara Syafa sedikit melembut yang disertai dengan isak tangis
Musa tetap diam, lalu menarik tangan Syafa untuk duduk di sampingnya. Dzaki, Syakila, Zafar dan Seli hanya mampu diam melihat pertikaian kedua anaknya. Dua minggu lagi, seharusnya Syafa dan Musa menikah, melaksanakan resepsi dan akad nikah sebagaimana rencana awal mereka.
Namun, apa mau dikata, sejak masalah terbunuhnya tentara di Papua pemerintah meminta agar anggota militer di Papua di perbanyakvdan Surat Tugas untuk pengiriman anggota ke daerah Papua keluar, terdapat nama Musa di dalamnya pada urutan ketiga dari atas. Musa akan latgas di Serang memang selama 1 minggu dan setelah itu Musa dan prajurit lainnya akan di kirim ke daerah pedalaman Papua.
Syafa kalap, entahlah, Syafa seakan tak rela untuk ditinggal tugas oleh Musa. Padahal saat satu tahun yang lalu Musa izin latgas kesana kemari Syafa biasa saja, mungkin karena mereka ingin menikah mungkin maka dari itu Syafa sedikit sensi
"Berapa lama lo disana" tanya Syafa datar setelah mau di ajak duduk oleh Musa
"Seben---"
"Jawab cepet" potong Syafa yang tetap datar
Musa menghembuskan nafas lelah, lalu kedua tangan Musa sudah menggenggam erat tangan Syafa "Ini memang berat Fa ta--"
"Gue nanya lo berapa lama disana" potong Syafa kembali dengan suara yang datar
Musa memejamkan matanya, lalu membuka matanya dan tersenyum miris "Se---Setahun Fa" ucap Musa terbata bata
Kali ini Syafa yang memejamkan matanya, memejamkan matanya sangat dalam seraya menarik nafasnya dalam. Sakit. Satu tahun lagi dia akan menunggu musa kembali? Bertahan satu tahun lagi? Kali ini apa lagi? Cobaan apa lagi? Tak cukupkah 2 hari Syafa harus cemas menunggu kabar Musa karena takut terkena tsunami? Sekarang apalagi tuhaan.
"Kita tetap bisa komunikasi kan Mus?" Tanya Syafa melemah
Musa diam
"Kita tetap bisa jalan jalan walaupun online kan?"
Musa masih diam
"Kita hiks tetep bisa nikah kan?"
Musa masih diam memperhatiakn Syafa
"Lo hiks lo hiks tetep hiks hiks hiks mau pulang hiks dengan selamat kan? Hiks lo masih hiks hiks jadiin gue hiks alasan untuk lo pulang kan? Hiks"
Kali ini Musa tidak diam, Musa langsung memeluk Syafa yang saat sudah dipelukannya Syafa menangis histeris. Persetan dengan Papahnya yang akan menjitaknya lagi, tapi sekarang Syafa butuh Musa. Sangat sangat Butuh Musa.
"Hiks. Aku jadi inget pas aku di tinggal kamu lagi hamil Zasya mas" isak Syakila yang ikut terharu dengan kejadian anak dan calon mantunya
Dzaki memeluk istrinya, lalu mengelus pelan kepala Syakila "Bedanya, Musa meninggalkan kekasih yang akan dinikahinya bukan istrinya"
Syakila mengangguk "Kamu jangan jitak Musa ya mas, kasian. Syafa lagi butuh pelukan Musa soalnya"
Dzaki mengendikan bahu "Gak tahu deh Kil, lihat nanti"
KAMU SEDANG MEMBACA
[KCT.3] Tentara Ku!(Selesai)
RomanceFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA! Cover by : @aliencegan SERIAL KETIGA "MY PERFECT HUSBAND" ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Tadinya, Syafa berfikir bahwa dekat dengan tentara itu enak. Membayangkan betapa romantisnya tentara, dulu Syafa menganggap itu h...
![[KCT.3] Tentara Ku!(Selesai)](https://img.wattpad.com/cover/163446968-64-k590684.jpg)