Jaehwan menyimpan sepedanya di halaman rumah.
Lalu mengeluarkan kunci rumah dari saku celananya, dan segera membuka pintu.
Cklekk...
Jaehwan memasuki rumahnya, dilihatnya beberapa figura foto dan lemari-lemari yang berdebu.
Sudah beberapa hari Jaehwan tak membersihkan rumah.
Lalu dia membawa beberapa alat kebersihan untuk membersihkan semuanya.
Butuh waktu beberapa lama untuk membersihkan semua ini
"Hufftt... Sepertinya aku akan tidur larut malam untuk mengerjakan tugas"
Dengan cepat, Jaehwan membersihkan rumahnya.
...
Jam menujukkan pukul 21.30
Jaehwan akhirnya selesai membersihkan rumahnya.
Kini waktunya Jaehwan mengerjakan tugas.
Walaupun lelah, Jaehwan tetap bersemangat untuk mengerjakan tugas.
Baru saja Jaehwan menaiki satu anak tangga, tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu rumahnya.
Cklek...
Seseorang itu membuka pintu dengan agak keras.
Jaehwan menoleh pada asal suara itu.
"Appa!"
Teriak Jaehwan lalu berlari menghampiri Appa nya.
"Akhirnya Appa pulang..."
Jaehwan tersenyum bahagia menyambut Appa nya.
"Appa kemana saja? Appa sudah 3 hari tidak pulang"
"Sudah sudah. Appa hanya ingin tidur, Appa lelah!"
Appa nya berjalan menuju kamarnya tanpa menghiraukan pertanyaan Jaehwan tadi.
Ekspresi Jaehwan berbeda 180° dari sebelumnya.
Kini, ia kehilangan semangatnya.
Jaehwan berjalan lunglai menuju kamarnya.
"Mengapa Appa selalu bersikap seperti itu padaku?"
Ia hanya mematung didepan laptop.
Kini dipikirannya hanya ada sikap Appa nya kepada dirinya selama ini.
"Sampai saat ini, Appa seperti tak menganggapku sebagai anaknya"
"Apa memang aku bukan anaknya?"
Jaehwan tersadar dari lamunannya.
"Apa yang kau pikirkan Jaehwan? Cepat selesaikan tugasmu!"
Jaehwan berbicara pada dirinya sendiri.
Segeralah ia mengerjakan tugasnya, walaupun rasa kantuk sudah menyerang.
...
"Hufftt... Akhirnya selesai"
Jaehwan menyusut keringat di pelipisnya.
Rasa kantuknya sudah tak dapat ditahan lagi. setelah membereskan semuanya, ia akan langsung tidur.
Namun, tiba-tiba dia teringat Appa nya.
Segera dia pergi menuju kamar Appa nya dengan mengendap-endap.
Dibukalah pintu kamar Appa nya yang tidak terkunci dengan perlahan.
Appa nya sudah tertidur pulas.
Jaehwan hanya bisa memandanginya dari celah pintu.
"Appa, aku merindukanmu. Jangan tinggalkan aku, walau hanya beberapa hari saja. Aku membutuhkanmu"
Tanpa sadar, air matanya jatuh.
Segera dia menyusut air matanya.
"Tidurlah yang nyenyak Appa, aku tahu kau lelah"
Lalu Jaehwan menutup pintunya, lalu berjalan menuju kamarnya lagi.
Jaehwan langsung membantingkan tubuhnya pada ranjang.
Dengan hitungan detik, dia langsung tertidur pulas.
-tbc-
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Ok?? ~ [Minhwan]
Fanfiction"Aku tidak apa - apa" Kata itu yang selalu kudengar darinya setiap hari, setelah dia mendapat perlakuan tidak baik dari teman - temannya. ©Jhwanie_
![I'm Ok?? ~ [Minhwan]](https://img.wattpad.com/cover/175888369-64-k18435.jpg)