Hai wkwkwk. Maaf banget kalo misalnya alur ceritanya makin alay. Soalnya author nya alay hehehehehehehehehehehehe ga nyambung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Anggi udah duduk manis di hadapan ayah nya Alya.
Alya kemana? Alya lagi buatin minuman buat mereka bertiga.
"Jadi mana calon menantu saya?," Yang lebih tua mulai buka suara.
"Saya," Anggi ini emang nggak ada takut-takutnya. Dia cuman takut 2 hal. Kehilangan orang tuanya dan Alya.
Ayah Alya mulai bingung sama jawaban Anggi. "Kamu jangan bercanda. Saya tanya calon menantu untun anak saya,bukan teman nya,"
"Ini minum dulu," Alya nge-letakin gelas beling isi air berasa jeruk itu di meja ruang tamu.
Alya langsung duduk di sebelah ayah nya.
Anggi nggak minum dulu. Dia langsung jawab pertanyaan ayah nya Alya yang ke potong gara-gara Alya.
"Saya sama Alya,punya hubungan lebih dari teman. Bukan hubungan layaknya saudara. Tapi hubungan sepasang kekasih,"
"Kamu jangan bercanda!," nada suara yang lebih tua dari mereka bertiga mulai meninggi.
"Saya nggak bercanda om. Saya serius. Saya sayang sama Alya,saya mau ngelindungi dia dari siapapun dan apapun yang ngusik ke hidupannya," Anggi ngehela nafas.
"Om takut saya nggak bisa kasih keturunan karena saya perempuan kan?. Tenang,saya bisa kasih cucu buat om,dari sperma saya,"
Anggi bisa baca raut wajah ayah nya Alya. Dia bingung,dan marah saat bersamaan.
"Ayah. Maaf,aku terlanjur jatuh hati sama kak Anggi. Aku minta maaf," Alya yang dari tadi nunduk dan bungkam, akhirnya buka suara.
"Alya. Ayah sayang sama Alya. Ayah nggak mau ngekang kamu soal suami kamu kelak. Tapi bukan begini juga maksud ayah," Alya nggak bisa nahan air mata nya lagi. Dia kecewa sama dirinya sendiri,dia nggak bisa salahin siapa-siapa disini.
Lelaki yang di sebut ayah oleh Alya mengusap punggung dan rambut halus anak semata wayangnya.
"Maaf,aku minta maaf,"
Anggi cuman nyimak adegan di hadapannya ini. Dia ngerti situasi macam ini.
Ayah Alya ngusap punggung dan rambut halus anak semata wayang nya ini. Dia bingung,harus marah atau membiarkannya aja.