i love you more than everything

200 22 2
                                    

Yujin menangis di dalam kamarnya.

Dia merasa kecewa pada Rowoon, yang lebih memberi perhatian pada Sana saat di taman.

Entah sebanyak apa Rowoon menchat Yujin dan menelpon Yujin dia tak menggubris ia tetap memeluk bantalnya sembari menangis.

"Jin udah jangan nangis, lo kenapa sih ga bilang sama gua? Kalo lo ketemu sama si Sana?" ucap Dahyun yang langsung pulang ketika Rowoon menjelaskan kejadian taman pada Dahyun.

Rowoon sendiri dia bingung apa yang harus ia lakukan? Datang ke apartemen Yujin dia takut, takut Yujin akan marah dengan kelakuannya di taman yang sangat menyebalkan karena membiarkan pacarnya sendiri dan menanyakan keadaan orang lain. Tapi, dia melakukannya untuk Yujin agar Sana tidak menganggu mereka dan paham akan hubungan yang Rowoon dan Yujin jalani.

"Dia masih ga rela gua sama Rowoon, omongan dia itu pedes Hyun gua sakit hati dengernya"

"Gua juga gaakan nyakar muka dia kalo dia ga jambak gua duluan, lo liat nih rambut gua banyak ke ambil sama cewe gila" ucap Yujin sambil liatin kepalanya dan bagian rambut dia yang terambil.

"Wahh ini banyak banget yang keambil" ujar Dahyun.

"Tapi si Rowoon malah bela dia" rutuk Yujin

"Wkwkwk waktu lo pulang, si Rowoon tuh ga bela si Sana" ucap Dahyun.

"Maksud lo?" aneh Yujin.

"Dia itu cuman nerbangin Sana terus jatuhin dia. Dia itu bela lo Yujin tapi ya gitu seakan akan lo yang salah juga sih gua kesel sama Rowoon" ujar Dahyun.

"Terus si Sana gimana?" tanya Yujin.

"Nangis lahh kasian banget huhu hahahaa" ledek Dahyun.

Yujin cuman senyum sambil ngehapus air matanya.

"Udah lo jangan nangis lagii, masa aja pacar lo bela mantan itu ga mungkin dan omongan nenek sihir kaya gitu jangan di dengerr" Dahyun berusaha nenangin Yujin.

"Tapi gua kesel sama Rowoon"

"Yaudah biarin aja diamah, mening sekarang quality time sama gua aja di rumah manjain diri gausah mikirin doi" ucap Dahyun.

Yujin ngangguk setuju.

.
.
.
.
.
.

"ada yang mau saya sampaikan" ucap Dosen mata kuliah Rowoon.

"Sebentar lagi akan ada olimpiade olahraga, saya sudah mengambil data mahasiswa yang mendaftar dan akan mengikuti olimpiade tersebut"

Semua mahasiswa mendengarkan dosen tersebut dengan seksama.

"Jhonny, Kim Rowoon, Mingyu, Jungwoo, Eunwoo, Bobby, Hanbin, Chani, Zuho, Yugyeom, Bambam, dan satu lagi Hyunbin" ucap mereka, semua yang namanya disebut bersorak senang.

"Hyunbin,Jhonny,Bambam,Yugyeom, Eunwoo masuk ke dalam club basket" ujar Dosen tersebut.

"Saya? Saya juga mendaftar ke olahraga basket" ujar Rowoon.

"Ahh kamu masuk ke kategori marathon karena basket sudah penuh oleh kelas lain" jawab Dosen tersebut.

"Gapapa lah bro, lo pasti bisa" ujar Mingyu sambil nepuk pundak Rowoon.

"Apalagi kalo di semangatin sama si Yujin lo juara"ucap Woojin

"Diem lo, gaikut apa apa koar iya" ejek Rowoon ke Woojin

"Ya maap gua salah cuman bebeb aing aja yang anggap aing bener" ujar Woojin langsung diteriakin satu kelas.

"Ehh woon ini si Dahyun ngasih tau si Yujin udah ga ngambek tapi males bales pc lo" ucap Mingyu.

TEMANTAN- Kim RowoonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang