Yujin masuk kedalam ruangan rawatnya ditemani infus dan juga seseorang yang setia menemaninya.
Boneka bear yang diberikan Rowoon.
"Gimana udah agak enakan?" tanya dokter Kim datang untuk mengecek kondisi Yujin.
Yujin mengangguk.
"Gimana sama pacar kamu?" tanya dokter Kim.
"Kita putus" jawab Yujin
"Kenapa? Dia ga nerima kamu sakit?"
"Bukan, Aku gamau liat dia sedih kalo dia tau aku sakit dok"
"Lebih baik ninggalin dia sekarang dari pada nanti"
"Itu yang ngebuat kamu langsung drop" ucap Dokter tersebut.
"Harusnya kamu coba kasih tau dia kalo kamu sakit bukan dengan cara itu, itu sama aja nyakitin diri kamu sendiri sama dia" ucap Dokter tersebut.
Yujin sedikit merenung, dia kepikiran sama keadaan Rowoon.
.
..
.Rowoon sampai di Rumah, Nenek Rowoon ternyata mengalami serangan jantung dan harus segera dibawa ke Rumah Sakit.
Ayah Rowoon membawa Nenek ke Rumah Sakit pusat agar Nenek bisa tertolong.
Rowoon mencoba menenangkan Yeri yang kini terus menangis karena takut terjadi sesuatu pada neneknya.
"Ka nenek" lirih Yeri.
"Udah nenek gapapa ko, nenek bakal pulih ini bukan pertama kalinya nenek kaya gini" ujar Rowoon menguatkan Yeri adik tirinya padahal dirinya sendiri merasa lebih ketakutan.
Ia pernah kehilangan orang terkasih yaitu ibu, kalo nenek ninggalin Rowoon kemana lagi Rowoon harus nyimpen keluh kesahnya.
Rowoon mencoba menghubungi Yujin, mencoba memberitahu keadaan nenek saat ini. Tapi, Yujin tak kunjung mengangkat panggilan Rowoon.
Rowoon mencoba menelpon Dahyun menanyakan Yujin tapi Dahyun tidak mengetahui keberadaan Yujin.
Dokter keluar dari ruang ICU segera Rowoon mendekatinya beserta sang Ayah.
"Maaf namun Nyonya Kim tidak bisa tertolong" ucap Dokter tersebut.
Sungkyung,Yeri langsung menangis histeris, Kakek hanya bisa terduduk lemas.
Rowoon menatap mata Ayahnya mereka saling menatap dan menguatkan.
"NENEK!"
.
.
.
.
.Yujin tertidur pulas di ruangannya dan bangun pukul 20.00 ia sudah merasa lebih baik dan melihat Hani yang tersenyum di sebelahnya.
"Tadi Dahyun kesini" ujar Hani.
"Kenapa? Ada apa?" tanya Yujin.
"Gua udah nyiapin baju nya ko, lo tinggal datang ke lantai bawah" ujar Hani membuat Yujin ambigu.
Hani membawakan satu set pakaian serba hitam.
"Ada apa? Ka! Lo ngapain ngasih baju ginian? Siapa yang meninggal?" panik Yujin.
"Nenek Rowoon, dia meninggal 2 jam yang lalu dan sekarang sedang diurus jenazahnya, kamu datang ke lantai bawah tempat ruang duka temuin Rowoon kuatin dia" ucap Hani.
Yujin sontak kaget dan menangis.
"Nenek? Nenek ga mungkin ka nenek Rowoon sehat ko ga mungkin" tangis Yujin.
"Rowoon? Kasian Rowoon, Han gua harus ganti baju sekarang" ucap Yujin mengambil baju yang diberi Hani dan berjalan sempoyongan menuju kamar mandi.
Setelah mengganti baju dan merapikan diri Yujin berjalan dengan hati-hati menuju lantai bawah dan sudah terlihat banyak orang yang sedang melayat.
Dahyun yang sedang berada di area tempat duka terkejut melihat Yujin dan segera membantu Yujin.
"Lo kuat? Lo ga pusing?" tanya Dahyun.
"Rowoon Hyun, gua mau ke Rowoon" ucap Yujin.
Dahyun mengangguk dan membawa Yujin pada Rowoon.
Rowoon terduduk lemas disamping foto neneknya.
"Nek kenapa nenek tega ninggalin Rowoon"
"Rowoon harus sama siapa sekarang?"
"Rowoon cuman punya nenek"
Monolog Rowoon pada foto neneknya.
Yujin masuk kedalam ruangan memberi penghormatan terakhir pada mendiang nenek Rowoon.
"Nenek, kenapa nenek ninggalin Yujin? Yujin masih mau belajar banyak dari nenek" ucap Yujin di belakang Rowoon.
"Nenek maaf kalo Yujin banyak salah maaf kalo Yujin gabisa jaga Rowoon dengan baik, semoga nenek tenang disana" ucap Yujin sambil memberi penghormatan terakhir pada nenek Rowoon.
Yujin mencoba menghapus air matanya ia tak ingin menangis disaat Rowoon menangis.
"Woon" panggil Yujin.
"Gua udah kehilangan nenek Jin, gua harus gimana? Kenapa tuhan ga adil? Disaat lo mutusin buat ninggalin gua kenapa nenek ikut tinggalin gua?" isak Rowoon.
Yujin mengeram genggamannya pada Rowoon.
"Apa tuhan benci sama gua?" ucap Rowoon sambil menatap mata Yujin nanar.
"Rowoon jaga omongan lo, gua tau lo lagi berduka tapi lo harus jaga omongan lo depan nenek. Tenangin diri lo sendiri woon" ucap Yujin sambil menepuk pundak Rowoon.
Yujin mencoba menenangkan Rowoon agar rileks dan berhenti mengumpat pada dirinya sendiri.
"Banyak tamu yang mau ngasih penghormatan terakhirnya, kita keluar dari sini dulu sebentar aja Woon" ajak Yujin.
"Gua mau disini Jin kasian nenek" ujar Rowoon.
"Sstttt, jangan ngomong kaya gitu nenek udah ga ngerasa sakit Woon, mening lo keluar dulu sama gua" ajak Yujin lagi.
Dengan gemetar Yujin berjalan keluar sambil mengenggam tangan Rowoon.
Rowoon dibawa ke area luar Rumah Sakit mereka pergi ke Taman Rumah Sakit.
Mereka duduk di sebuah kursi panjang sambil menghirup udara malam.
"Maaf aku ga jawab panggilan kamu tadi dan telat datang" ujar Yujin.
Rowoon hanya diam menatap kosong ke arah depan.
"Hal yang paling aku benci, liat kamu sedih Woon, ini pertama kalinya aku liat kamu kaya gini" ujar Yujin merubah gaya bicaranya karena merasa sudah sedikit nyaman.
"Kamu ga boleh bilang kalo kamu sendiri! masih banyak orang yang care sama kamu"
"Nenek bilang dia suka sama lo dia percaya sama lo" ujar Rowoon.
"Aku tau aku denger, aku juga sedih nenek meninggal Woon, aku udah anggap nenek jadi nenek aku sendiri, aku tau kamu cuman punya nenek buat kamu andelin dan percayain dan itu ngebuat kamu yakin sama aku"
"Iya, terus kenapa lo ninggalin gua? Jin lo kasih tau gua kesalahan gua apa? Gua bisa perbaikin gua gamau lo ninggalin gua" ucap Rowoon menatap Yujin nanar.
"Lo ga salah, gua yang salah" ucap Yujin.
"Lo salah apa Jin? Lo salah apa? Lo gapunya alasan kan kenapa kita harus putus? Jin gua minta lo fikir sekali lagi tentang hubungan kita" ujar Rowoon.
"Gua harus gimana Woon?, gua gatau bakal selemah apa nanti dan malah bikin lo sedih, jalan satu satunya ya diakhiri"
"Yujin" panggil Rowoon karena Yujin melamun.
"Ahh maaf, Woon aku gabisa mikirin itu"
Yeri menelpon Rowoon agar kembali ke dalam.
"Gua harus balik lagi" ujar Rowoon berdiri.
"Gua ikut, gua bisa bantu ngejamu makanan buat pelayat" ujar Yujin
Rowoon mengangguk mengiyakan dan berjalan mendahului Yujin.

KAMU SEDANG MEMBACA
TEMANTAN- Kim Rowoon
FanfictionPacaran kurang dari 2 bulan itu bukan pacaran itu cuman tempat singgah-Rowoon. gua pacaran 3 minggu tapi gua gabisa moveon sampe sekarang - Yujin TEMAN ATAU MANTAN