johnny johnny,yes papa!

219 37 35
                                        

Yo wassup bro!

Salam hangat dari orang kurang cantik ini.

Sekarang dari pada kita membuang nafas kita untuk hal yang tidak berguna.

Lebih baik lanjut saja

Skuy!

.............

Pagi ini demi menuruti keinginan jisung,chenle harus mengayuh sepeda setidaknya 3 kilometer dari hotel tempat mereka menginap ke tempat tinggal hendery.

Kaki jisung kini di Gips.separah itukah sakitnya? Ya,karena kemarin jisung nekat memakai high heels pada pemotretannya,dan chenle yang dengan seenaknya membuang kulit pisang disembarang tempat:"),dan jisung dengan segera dibawa ke ruang gawat darurat,dirumah sakit terdekat,dokter bilang ia mungkin tidak bisa berjalan hingga 2 minggu kedepan,yang artinya ia harus menggunakan kursi roda,juga pemotretan yang harus berakhir kemarin.

Kembali lagi ke cerita

Karena jisung terus mengancam akan mengadu pada kun,chenle jadi harus memenuhi setiap permintaan jisung.mulai tadi pagi saja sudah membuat chenle hanya bisa bernafas pasrah,"pak buatin ini","pak buatin itu","ih ini gak enak", "ih bantuin aku ke kamar mandi","ih mau ini","ih mau itu". Jika bukan karena mama nya,maka chenle sudah menendang kaki gadis kurang ajar ini.

"buruan dong kak,kayuh sepedanya!"teriak jisung yang sedang berada dalam boncengan,jisung sengaja menyuruh chenle menyewa sepeda"sabar lah,sini kalau mau kamu yang bawa"

"bisa aja,kalau bapak mau di sate sama mama kun"

Chenle memutar bola matanya jengah,gadis ini selalu saja mengancam dengan ancaman yang sudah sangat klise ditelinganya.

"kak,chenle berhenti!"teriak jisung tiba-tiba,hingga chenle refleks menarik rem untuk berhenti.

"aduh apaansih!nanti kalau jatuh gimana!?"gerutu chenle.

"kakak!mau bbopki!"

Hah?barusan jisung memanggilnya apa? Kakak?dan apa itu bbopki? apaansih chenle masa lupa bbopki yang waktu itu dibeli juga.

"hah?kamu manggil saya kakak?"

Jisung mengerjap lucu"emang salah?kan kak chenle juga kakaknya jeno,ya daripada saya panggil bapak terus,kan kedengerannya bapak tua,kalo bapak tua,nanti saya nggak mau punya kakak ipar tua,nah kalo misalkan---"chenle dengan segera menutup mulut jisung,jika tidak,rentetan ucapan jisung akan terdengar seperti pidato panjang yang sumbang.

Chenle memasang standar sepeda dan masih membiarkan jisung duduk di jok belakang.

"bbopki apaan?"tanya chenle malas,sangat berbeda dengan jisung yang sangat antusias menunjuk salah satu street food yang sangat ramai itu.

"mau itu!bbopki!",tunjuk jisung semangat layaknya anak kecil,menunjuk kerumunanan orang yang sedang mengantri.

"rame ah!malas saya!"

Jisung memasang wajah memelas andalannya,bagai dipenuhi kristal mata jisung seperti kucing.dan bibirnya yang melengkung kebawah seperti anak kecil yang merengek itu langsung membuat chenle bergegas ke kedai bbopki itu.apa chenle merasa tersentuh?
Tidak!
Chenle tau betul,apa rencana jisung selanjutnya jika ia sudah memasang wajah memelas seperti itu.

Mama kun:'(

Chenle tetap sabar mengantri,sedangkan jisung masih setia menunggu di sepeda.

"haduh rame banget lagi"gerutu chenle.

"emang apaan sih,sampai rame gini kedainya"

Chenle bergerak gelisah,karena sudah muak dengan antrian ini, ya dasarnya chenle ini tipikal orang yang mageran,wajar kalau misalkan malas banget disuruh ngantri.merasa bosan chenle berniat bertanya pada orang di sebelahnya.

satang(END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang