Randomnya rasa permen mencerminkan randomnya hidup jisung setelah tragedi perebutan permen di supermarket *sinetron vibe awokawok*
cast:jisung(girl)
: chenle(boy)
and others....
GS!
a/n : Jangan baca kalo g suka kapalnya. I'm the queen of...
Knalpot si cemen dibakar sama mpok indun Yang vote komen, gua sumpahin dilamar jaehyun.
):
Pemanasan dulu ama si cantik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(gambar asli dari Pinterest, aku edit jadi jisung, cantik banget Gapaham😭)
.......
Chenle memasang wajah datar di atas kasur jisung yang masih goyang-goyang. Calon pacarnya itu sekarang lagi lompat-lompat kegirangan di atas kasur, sambil megangin handphonenya. Chenle langsung aja menarik tangan jisung untuk segera duduk di sampingnya.
"ini masih pagi, sayang. Jangan gila."
Harusnya sekarang jisung marah karena panggilan 'sayang' tadi, tapi marahnya terlalu ketutupan sama rasa girangnya. Ngomong-ngomong semalam chenle menginap di rumah jisung lho(:, mereka sekamar, tapi chenle tidur di karpet berbulu yang jisung sediakan di lantai(:
Pantang seranjang sebelum kata 'sah' datang,-
Nah ini baru bangun tidur si chenle sudah dikagetkan dengan ranjang yang bergoyang-goyang. Kirain jisung berbuat yang 'iya-iya', nggak tahunya jisung lagi lompat-lompat persis kayak anak paud.
Bagaimana bapak chenle tidak gemas?
Sekarang jisung duduk di samping chenle, masih senyum lebar sampai deretan giginya kelihatan. Perasaan tadi chenle kesiangan sholat subuh, kok dapet berkah seindah senyum jisung):
"kamu--eh bos tahu nggak?!" jisung dengan tidak santuynya mencengkram kedua bahu chenle.
"nggak." jawab chenle dengan wajah tegangnya lihat jisung sedekat ini. Halah padahal sudah biasa.
"ini saya nggak ngerti harus disebut bad or good news." jisung melepas cengkraman tangannya pada bahu chenle.
"si nana telepon suaranya gemeteran, dia bilang semalam yohan---"
"batal?" tebak chenle.
Jisung mengangguk antusias, dan akhirnya mereka loncat bareng buat kasurnya goyang-goyang(:
.......
Baru saja chenle sampai di depan pintu rumah yang gede itu, lebih tepatnya di depan chenle sekarang ada jeno dengan tampangnya yang persis guru bk anjir.
"jangan bilang lo tidur di rumah jisung?" tanya jeno yang curiga dengan senyum sumringah chenle yang berbanding terbalik dengan penampilanpnya yang masih nggak karuan. Orang habis lompat-lompatan tadi dia langsung diusir sama jisung. Padahal jeno curiganya gimana-gimana, soalnya kancing kemeja chenle kebuka dua, rambutnya juga berantakan.
"sayangnya iya," jawab chenle dengan wajah songongnya.
Jeno berdecak sebal, "cih, gua kira jisung nggak semurahan itu sampai ngizinin orang yang bahkan belum jadi apa-apanya buat ngehabisin satu malam."