Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk di sampingku, kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan.
Travel melaju kencang. Menembus ramainya jalanan Magelang pagi itu. Fatih telah terlelap dalam tidurnya. Disampingnya, Rizki, tengah sibuk dengan game online-nya. Sedangkan Tommi, matanya menerawang jauh. Seperti ada sesuatu yang membebaninya.
Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalanan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih.
Musik masih menggema di dalam travel. Suara gurauan dari Yoga dan Regan terdengar menghidupkan suasana. Tak ada yang mendampingi mereka, Serda Hasan ada pertemuan mendadak masalah misteri kemarin.
Kawan, coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa
Bapak-ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Matahari masih tampak malu-malu. Warnanya masih jingga pada cakrawala bumi. Hamparan sawah dan jalanan yang mulai lengang membuat mereka mengantuk. Apalagi suara musik yang terus mengalun.
Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Tommi masih saja terjaga. Ia masih memikirkan suatu kata yang tak ia ceritakan pada Fatih.
"Bilang sama kaptenmu! Ia akan mati secepatnya!"
"Tidaaaaaakkkkkk!" Alam bawah sadar Tommi membuatnya otomatis berteriak. Sehingga, seluruh temannya yang tertidur pun ikut terlonjak kaget.
"Tom, kenapa?"
"Lu kenapa, Tom?"
"Tom, are you okey?"
Pertanyaan Riski, Regan dan Yoga hanya dijawabnya singkat. "I am fine, guys."
Namun, berbeda dengan Fatih. Fatih mendekat ke telinga Tommi.
"Apa ada sesuatu yang belum lo ceritakan ke gue?"
'Dor...!' Itu seperti peluru yang tepat mengenai hatinya. Fatih bisa membaca gelagat aneh Tommi sejak semalam. Namun, Kapten Infanteri itu hanya terdiam.
"Nanti, gue akan cerita semuanya ke lo."
Fatih lantas mengangguk. Ditepuknya pelan bahu Tommi.
"Lupakan sejenak masalahmu kemarin, sekarang tidurlah. Sepertinya pria ini juga butuh istirahat."
Tommi mengikuti ucapan Fatih. Ia memejamkan matanya. Membawanya larut dalam dunia mimpinya.
Travel pun tetap melaju. Jogjakarta sudah hampir dekat. Namun, hotel yang mereka pilih ada pada bagian selatan Jogja. Apalagi kalau bukan ingin menikmati keindahan alam lautnya. Mau tak mau, Ela pun harus menempuh perjalanan yang lumayan hanya untuk bertemu dengan Fatih, serta membicarakan sesuatu yang Fatih janjikan waktu itu.
***
Bau harum parfum menyerbak ke segala penjuru ruang kamar itu.
"Mau ketemu raja, El? Nggak salah itu pakai parfumnya? Baunya masyaallah banget, sih." Eva mengomentari sahabatnya itu. Sepagi itu, Ela telah meminta Eva untuk membantunya bersiap.
"Mau ketemu siapa, sih?" Eva kembali melontarkan pertanyaannya setelah tak terjawabnya pertanyaan pertama.
"My Capten," ujarnya pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Army With Love [SUDAH TERBIT]
RomanceMereka dipaksa dekat. Mereka dipaksa melakukan sesuatu yang bahkan baru untuk mereka. Hanya karena keadaan yang tak memungkinkan mereka untuk memperjuangkan cintanya. Saat cinta yang telah diperjuangkan ternyata mengkhianati mereka cukup lama. Bukan...
![Army With Love [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/170609178-64-k927602.jpg)