Happy sundayyy ..
Jangan lupa Comment dan votenya ya hehehehhe ..
Happy readinggg 💞💞
Aku mematung begitu juga dengan Jaemin, Hyunjin tersenyum dan berjalan ke arah kami
" Ngapain kalian disini? " Tanya Hyunjin saat sudah duduk diantar aku dan Jaemin
" Hmm makan siang, Kantin penuh jadi gw ngajak Taerin makan disini " Ucap Jaemin Hyunjin langsung memutar kepalanya dan menatapku yang duduk disisi kanannya
" Haii .... gw fikir lo bakal makan sendirian terus di sisa akhir masa Senior High School " Kata Hyunjin, aku hanya meringis
" Lo cantik deh, tapi gak tau kenapa gw kalo mau mulai ngobrol sama lu canggung gitu " Aku Diam dan melirik Jaemin yang masih shock dengan perkataan Hyunjin
" Hmmm aku fikir aku yang terlalu canggung buat ngobrol sama yang lain " Ucapku sambil menyuapkan nasi goreng kemulutku, Hyunjin terkekeh hingga matanya membentuk bulan sabit. Apakah kalian menemukan sesuatu yang lucu diperkataanku?
" Nahh sekarang karena lo udah mau deket Nana gw fikir gw udah gak terlalu canggung lagi kalo mau ngobrol sama lo, eh Na nih gakpapa kan kalo gw mau main gitu sama Dia? Gw dari dulu pengen banget deket sama Dia gak tau kenapa " Woww haruskah aku mengadakan pesta dengan Jeongin saat orang tertampan disekolahku mau dekat dengan diriku sejak lama? Sungguh tidak terduga.
" Y ...ya main aja sih emang kenapa coba pake izin gw " Ucap Jaemin
" Yakali aja dia ini pacar lo, abis deket gitu kalian "
" ngh .. ngga main aja si " Hyunjin tersenyum dan menoleh ke diriku lagi
" Nahhh sebelum main mending kita tukeran ID dulu, gimana? " ucap Hyunjin sambil menyodorkan ponselnya, aku menatap ponselnya ragu, Should i? Batinku
" Ayooo ihhh nanti keburu bell lohh Taerin, aku baru minta ID belum hati kamu kenapa lama banget " Aku meringis mendengar perkataan Hyunjin gak cuman Aku Jaemin aja sampe batuk-batuk Gitu, akhirnya aku mengambil ponselnya dan memasukkan ID ku
" Sudah " Ucapku dan dia tersenyum. Dia lalu bangkit sambil membersihkan celana bahannya itu
" Nanti Gw call, gw turun dulu yaa. Byeee " mataku terus memperhatikan punggung Hyunjin hingga hilang dibalik pintu
" Dia suka kamu " Ucap Jaemin tiba-tiba
" Hah? Siapa? " Tanyaku dengan wajah bingung, jaemin menatapku
" Hyunjin, Dia suka kamu. Udah lama sih, dia sering ngomongin kamu kalo lagi ngumpul sama anak-anak. Dia bucin kamu nomor 1 " okee aku benar-benar terkejut, aku merasa tidak secantik Park Siyeon atau temanku yang lain tapi kenapa Si Hwang bisa menyukaiku
" Hmm okay then " Jaemin tersenyum kecil melihat reaksiku
" Kamu harus bisa peka sama lingkungan kamu jangan terus-terus tertutup dan tidak perduli. Hyunjin aja yang jauh dan gak begitu deket sama kamu bisa suka sama kamu apalagi yang deket sama kamu " Aku diam mencoba mencerna maksud Na Jaemin
" Maksud kamu? "
" Gak ada, ayo turun udah mau bell "
**
Hari ini hari sabtu Aku baru saja membuka mataku saat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, Rumahku sepi karena Oppaku sedang ada bimbingan Hari ini jadi aku sarapan seorang diri sambil menonton kartun, ah tidak maksudku ada Jeongin juga jadi aku tidak benar-benar sendiri.
" Dia menyukaimu tau, kau tau tidak sih? " Ucap Jeongin sambil terus mengikutiku ke dapur, aku berdecak sebal.
" Ya mana aku tau, kau fikir aku bisa membaca Hati seseorang. Kalaupun dia benar menyukaiku aku juga tidak tau harus apa " Ucapku sambil menuang susu ke mangkuk yang berisi sereal
" Kau tuh sebenarnya suka siapa sekarang? Apa kau masih menyukai si Jeno Jeno itu? " Aku memutar mataku sebal
" Gak usah kepo deh "
" Aku serius Taerin, kalau kau masih suka Jeno si Jaemin kasian. Dia benar - benar suka kamu loh, kenapa gitu kamu gak suka sama Dia, dia tampan baik pula " Astaga kalau aku bisa memukul Jeongin Aku pasti sudah memukul bibirnya yang kelewat cerewet itu
" Aku sudah tidak menyukai Jeno puass? Aku juga belum suka atau ada rencana suka dengan Jaemin jadi kau diam saja deh. Kulihat kau gencar sekali mempromosikan Na Jaemin kenapa sih? " Tanyaku sambil menyuapkan sereal ke mulutku
" Tidak tau, dari yang kulihat dia begitu tulus dan baik. Jadi kufikir kau akan selalu bahagia jika bersama dia " Kata Jeongin yang membuatku menatapnya jijik karena kata-katanya
" Ewhhh Kau cringe sekali lagi pul ....
Ting tong
Suara bell memotong percakapanku dengan Jeongin, Aku mengernyit siapa yang bertamu sepagi ini
" Buka sana, siapa tau jaemin ingin mengajakmu berkencan " aku memutar bola mataku sebal dan berjalan untuk membuka pintu
" Oh Haiiiii " Aku sedikit terkejut saat membuka pintu dan wajah Hwang Hyunjin yang lagi tersenyum lebar langsung menyambutku
" Hmm hai " sapaku balik, Hyunjin terkekeh sambil menelitiku dari bawah sampe atas. Oh Ya Tuhan ini benar-benar memalukan
" Kau lucu sekali. By The Way Apa kau ada acara hari ini? Aku ingin mengajakmu menonton film " Oh Dia To The Point sekali anaknya. Aku sebenarnya kosong sih hari ini cuman Aku masih takut kalau harus berdekatan dengan Hwang Hyunjin. Tapi sepertinya ini waktu yang bagus untuk mengorek informasi
" Hmm tidak ada sih sepertinya "
" Nah bagus, ayo kita pergi nonton. Aku baru saja melihat film yang bagus " Katanya dengan semangat, aku tersenyum tipis
" Okee, Aku mandi dan siap-siap dulu. Jadi silahkan masuk " Hyunjin tersenyum dan mengangguk. Saat tiba diruangan tamu Jeongin tiba-tiba melotot padaku. Hantu itu langsung terbang menghampiriku yang mau membuatkan Hyunjin minum
" Kau membawa bahaya Taerin " Katanya, aku yang tengah mengaduk Jus memandang Jeongin
" Maksudmu? "
" Dia bukan temanmu yang waktu itu kau temui. Tubuhnya sedang dikendalikan, didalam tubuhnya juga temanmu lagi berjuang mengambil kembali tubuhnya. Kau harus hati-hati. Iblis bisa sangat berbahaya dari apapun " Lalu Jeongin menghilang setelah mengatakan itu padaku. Aku benar-benar takut jujur saja, masalahnya disini cuman ada aku dan Hyunjin tidak ada orang lagi, kalau dia macam-macam aku tidak ada yang tolong.
Aku kembali keruang tamu dan melihat Hyunjin tengah menyeka Hidungnya dengan Tissue
" Kau kenapa? "
" Aku mimisan dan Kepalaku sedikit pusing " Katanya sambil meyumpal Tissue ke hidungnya
" Apa Kita tidak usah pergi? Kau lebih baik istirahat. Kau bisa istirahat dikamar Oppaku " Ucapku khawatir, Sungguh wajah Hyunjin benar-benar pucat sekarang
" Gakpapa nanti juga hilang, Cepat kau siap-siap nanti keburu siang dan ramai " Aku hanya mengangguk setelah meletakkan Jus Jeruk dihadapannya lalu berlalu kekamarku, sebelum naik samar samar aku dengar Hyunjin berbisik
" Aku mohon jangan dia "
Hello haiii hehehhehe, aku tau ini lama lama ngebosenin sih buttt thank youu kalian yang masih nunggu cerita ini update. Aku sedikit sibuk sih jadi kayaknya aku bakal update cerita ini setiap sabtu atau minggu. Tapi kalo aku senggang aku usahain update. Thank you karena masih stay di cerita yang gak begitu bagus ini :")
KAMU SEDANG MEMBACA
Whistle | 00L ✔
Horror(COMPLETED) Jangan pernah bersiul di hadapannya atau Kau akan menghilang untuk selamanya .
