Blue Stone

2.4K 542 29
                                        

jangan lupa vote guyss .... :")




Sunwoo berhasil masuk ke dalam rumah yang sudah hampir 2 tahun dia tidak datangi itu,sebenarnya juga yang boleh datang kerumah itu hanya yang mempunyai masalah seperti Sunwoo sekarang jadi kalaupun dia asal datang kesini yang ada dia akan disuruh pulang dengan kasarnya.

" Harabeoji " Ucap Sunwoo setelah meletakkan Hyunjin di sofa,lelaki itu membungkukkan badanya saat seorang kakek tua keluar dari gorden yang menghubungkan ruang tamu dan bagian belakang rumah.

Sunwoo meneliti,sudah 2 tahun dia tidak bertemu Kakek yang berada di hadapannya tapi seakan tidak ada yang berubah dari kakek itu. Rambut putihnya yang masih panjang dan dirinya yang selalu memakai jubah hitam yang menjuntai hingga lantai.

" Lagi? " Tanya kakek itu,Sunwoo mengangguk sambil mengusap lehernya. Selalu seperti ini,hawa dirumah Kakek selalu membuat Sunwoo tidak nyaman.

" Kali ini apa? " Sunwoo buru-buru ikut duduk saat melihat kakek sudah duduk dan meneliti Hyunjin. Pria paruh baya itu memejamkan matanya dan berdesis.

" Seperti yang sudah kakek lihat " Jawab Sunwoo, tidak perlu dijelaskan secara detail. Karena saat Kakek melihat pasien dan memejamkan mata dia sudah tau apa yang terjadi.

" Kenapa kau bermain dengan makhluk ini? Ini bukan tandinganmu Woo " Sunwoo menghela nafas,siapa juga yang mau bermain dengan makhluk seperti itu, Dirinya hanya merasa kasihan dengan Jaemin dan Taerin.

" Kalian bukan tandingannya "

" Tapi temanku masih banyak yang ditahan bersama nya,aku tidak tega. Walaupun keluarganya tidak mencari tapi tetap saja " Kata Sunwoo sambil menunduk.

Kakek menghela nafas dan menghampiri Hyunjin,pria paruh baya itu menempelkan telapak tangannya di kening Hyunjin. Sunwoo buru-buru bangun saat seluruh badan Hyunjin bergetar hebat, temannya terus berteriak dan menendang-nendang,Sunwoo membuka mulutnya saat sosok yang dikenalnya keluar dari dalam tubuh Hyunjin dalam bentuk bayangan.

" Sialan Kau Tua Bangka " Benar itu Lisa Saem. Sunwoo meneguk ludahnya saat tatapan bayangan itu menatapnya,gadis itu memandang Sunwoo dengan senyum meremehkan

" Kau tau? Aku masih punya anak buah dan mereka tidak akan diam. Benar kata si Tua bangka,kalian bukan tandinganku jadi akan ku kembalikan yang satu ini " Hening saat bayangan Lisa memasukin sebuah batu berwarna biru laut yang digenggam kakek, pria paruh baya itu pergi kebelakang untuk mengambil air.

" Uhukkk ... uhukkk ... uhukkk " Sunwoo buru-buru membantu Hyunjin duduk, mata lelaki itu mengerjap-ngerjap dan memijit keningnya.

" Berikan temanmu minum " Sunwoo buru-buru mengambil gelas dan memberikannya ke Hyunjin,setelah meneguk habis mata Hyunjin mengernyit memandang Sunwoo.

" Ahh aku Kim Sunwoo teman Taerin dan Jaemin, Aku anak baru jadi mungkin kau belum melihatku sebelumnya " Hyunjin hanya mengangguk dan kembali menidurkan kepalanya yang sangat pusing.

" Ada berapa lagi yang dia bawa? " Tanya kakek

" Aku tidak tau,kemungkinan 10 " Kakek hanya menggelengkan kepalanya

" Kau tenang saja dia tidak akan dibawa lagi,aku sudah memberinya pelindungku " Kata kakek sambil melirik Hyunjin,Sunwoo tersenyum

" Terimakasih banyak Kek "

" Aku akan mengikut sertakan cucuku dalam membantu kau dan temanmu,sepertinya dia sedang bermain dengan temanmu " Sunwoo membulatkan matanya, dia hampir melupakan Taerin.

**
Taerin membuka matanya saat dirasakan sebuah bulu halus menerpa kulit wajahnya,seingat Taerin dia memang pingsan karena melihat cahaya biru dan pemandangan saat dirinya membuka mata sekarang benar-benar membuatnya sangat takut. Apa aku sudah mati.

" haii " Taerin terlonjak dan kaget bukan main, matanya menyipit saat melihat cahaya biru mendekat ke arahnya, matanya terus mengawasi cahaya biru itu hingga cahaya itu berubah menjadi gadis yang sangat cantik yang tengah memegang bulu Angsa putih.

" Hai " Taerin meneguk ludahnya,gadis itu memundurkan tubuhnya saat gadis cantik itu tersenyum dan mendekat ke arahnya.

" Jangan takut, perkenalkan Aku Jeon Heejin. Kau kesini bersama Sunwoo kan? " Taerin mengangguk, Demi Tuhan dirinya takut Sunwoo meninggalkannya karena ia tidak ada ditempat dimana Sunwoo meninggalkannya.

" Tenang saja Sunwoo tidak meninggalkanmu dia masih bersama kakekku, Kau sangat lemah makanya kau tidak bisa ikut bersamanya. Aku bisa membantumu menjadi kuat kalau kau mau " Ucap Heejin sambil memainkan bulu Angsanya dan tersenyum,Demi Tuhan senyumannya sungguh menakutkan.

" Ahh maaf kalau aku menakutkan dirimu senyumku memang seperti ini. Aku mencuri berita sedikit kalau sepertinya nanti kita akan selalu bersama karena aku diutus kakek untuk membantumu. Kalau kau tidak percaya kita bisa bertemu Sunwoo sekarang " Kata Heejin sambil mengulurkan tangannya,dengan ragu Taerin menggenggam tangan itu dan dengan gerakan secepat kilat yang membuat jantung Taerin seakan sudah lepas dari tempatnya,Heejin menarik tangan Taerin untuk berlari,ini bukan lari biasa ini sangat cepat hingga rasanya Taerin ingin pingsan saja.

" Taerinn " Sunwoo memekik saat melihat Taerin sudah tiba dihadapannya yang sedari tadi sudah menunggu didepan mobil, Taerin mengerjapkan matanya berkali-kali dan memijit keningnya.

" Maafkan aku sepertinya aku berlari dengan cepat, aku tidak akan mengulanginya " Kata Heejin sambil membungkukkan badanya,Sunwoo meringis dan tersenyum canggung,dirinya tidak mengira cucu kakek akan cepat tumbuh dan menjadi sangat cantik. Padahal Demi Tuhan seingat Sunwoo cucu Kakek masih kecil saat terakhir dia berkunjung.

" Kau tau kan kakekku bukan manusia biasa,aku memaksanya untuk menumbuhkan ku dengan cepat " Sunwoo terkejut, bagaimana dia bisa tau apa jangan jangan ..

" Iya aku bisa membaca pikiran orang, omong-omong apakah aku sudah bisa pergi bersama kalian sekarang? "

" Iya kakek sudah memberitahu kau akan membantu kami, dan juga " Sunwoo mengeluarkan batu biru dari sakunya
" Ini,kakekmu menitipkan ini padaku. Dia bilang aku disuruh memberikannya padamu " Heejin tersenyum dan mengangguk lalu mengambil batu yang disodorkan Sunwoo.

" Kau bisa tinggal bersamaku kalau kau tidak keberatan " Intrupsi Taerin,Heejin memandang Taerin dan tersenyum

" Tidak usah aku tidak bisa berdiam hanya disatu tempat, kalau kalian membutuhkan ku kalian cukup mengucapkan 'blue stone' dengan lantang lalu aku akan datang " Sunwoo dan Taerin saling berpandangan dan mengangguk yang membuat Heejin tersenyum

" Jadi kita pulang dengan ini? Sebenarnya aku bisa sih langsung kerumahmu tapi aku ingin mencoba menaiki mesin ini " Sunwoo buru-buru membuka pintu penumpang untuk Heejin yang mana disana sudah ada Hyunjin yang tengah tertidur.

" Ahh kau pasti lelah mengemudi,nanti kalau melihat lubang kau masuk saja ya. Jangan takut itu langsung menuju rumah Taerin " Sunwoo mengangguk patuh,semua yang berhubungan dengan Kakeknya itu memang benar-benar ajaib.








HAIIIII PERKENALKAN NEW MEMBER JEON HEEJIN, TOLONG BANTU HEEJIN DI DALAM GENG HERO INI HIHIHIHI

Whistle | 00L ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang