12. Ketemu Bunda Fatin

4.2K 235 41
                                        

Jangan lupa vote, komen dan sharenya:)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa vote, komen dan sharenya:)

Teruntuk fisik, tolong jangan menyerah. Tugas kamu adalah tetap kuat bersamaan dengan hati yang terus tersakiti.
-Arina Aurora Marinka

Versi Revisi

"SERIOUSLY?!!" seru Kiara seraya berdiri dan menggebrak meja. Semua orang yang ada di kantin langsung menatap sinis ke arahnya.

"Sstt! Lo jangan keras-keras Kiara!" seru Arina kesal. Cewek itu tersenyum kaku ke arah teman-teman lainnya secara bergantian.

"Tapi, Rin, Lo jadian sama kak Aksa?!" tanya Kiara yang sekarang duduk kembali. Merasa malu diperhatikan banyak orang. Dira yang hanya menyimak langsung terkesiap. "Tapi Rin, Aksa sama Arisa—" Cewek itu berhenti bicara saat Aksa Dkk datang menghampiri.

"Halo, pacar," sapa Aksa dengan menyuguhkan cengiran. Lalu, duduk di samping Arina yang kebetulan kosong. Yang disapa hanya menatap jengah. Lagi-lagi Aksa adalah alasan yang membuat dirinya diperhatikan banyak orang. Cewek itu lekas berdiri dari duduknya. Membuat orang yang berada disekitarnya menatap bingung.

"Kir, Dir, gue ke kelas dulu ya," pamit Arina. Namun pergelangan tangannya langsung dicekal oleh Aksa. Arina menghembuskan napas kasar. Cewek itu memejamkan matanya menahan emosi.

"Baru aja kemarin lo jadian, Rin. Masa mau langsung pergi gitu aja. Kasian tuh kak Aksa butuh kasih sayang," sahut Kiara sengaja menggoda Arina. Tentu saja Arina menggertakkan giginya kesal, matanya memelotot ke arah Kiara.

"Berisik lo!" sentak Arina selanjutnya. "Kalau lo mau tangan lo lepas, lo harus pulang bareng gue," ujar Aksa seraya mengeratkan genggamannya. Arina naik pitam, bisa-bisanya Aksa selalu menggunakan genggaman tangan sebagai alasan. "Udah lah Rin, lo bareng kak Aksa aja, iya kan Dir?!" Kiara mengedip-ngedipkan sebelah matanya ke arah Dira, seolah Dira harus mengikuti permainannya.

"Oh, iya! bener banget, lagian kan Motor lo masih di bengkel. Terus gue sama Kiara, pulangnya mau ... nyalon dulu, Iya nyalon, hehe! Kan lo anti banget nungguin kita nyalon sampai berjam-jam. Iya kan Kir?!" tanya Dira antusias, mulai mengikuti permainan Kiara.

"Tapi tadi, kalian bilangnya hari ini nggak ada acara apa-apa, jadi gue boleh numpang pulang tadi?!" Arina menghentak-hentakkan kakinya kesal.

"Eh Arina, hati-hati aja sama si Aksa, dia kalau ngejalanin motor kayak orang kesurupan!" seru Andre. Dengan sengaja, cowok itu memperburuk suasana.

"Kalau lo nggak mau, nggak usah maksain juga," ujar Kevin yang sedari tadi diam, melihat Aksa mencekal pergelangan tangan Arina.

"Enak aja lo, Vin! dia mau kok, tenang aja. Iya kan?" Aksa menambah kekuatan cekalannya agar Arina menjawab 'iya'. Arina yang merasakan langsung meringis. Sudah dipastikan pergelangan tangannya akan memerah. "Iya, iya!" seru Arina malas.

Arina or Arisa? (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang