25. Fitting Baju

3.2K 191 90
                                        

Author paling seneng kalau dikomen, apalagi pembacanya ikutan baper~Ea

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Author paling seneng kalau dikomen, apalagi pembacanya ikutan baper~Ea

Memang benar, skenario hidup itu sulit ditebak. Apalagi diantara huruf E dan huruf A.
-Arina Aurora Marinka

Versi Revisi

"Key, gue absen dulu ya latihannya. Soalnya gue mau fitting baju, hehe."

"Ciee ... yang bentar lagi tunangan!"

Disindir begitu saja sudah membuat kedua pipi Arisa memanas. "Apaan sih, Key! Masih satu bulan lagi juga," ujarnya setengah malu.

Tepat pukul 07.00 WIB, cewek cantik yang diikat kuda baru saja menampakkan batang hidungnya. Siapa lagi jika bukan Arina. Cewek itu membawa satu Novel dipelukannya. Berjalan dengan santai ke arah meja kedua dari pintu masuk.

"Darimana aja lo, Rin?" tanya Arisa. Sementara yang ditanya tampak tidak menyahut sama sekali. Mungkin Arina tengah melamun.

Meresa tidak ada respon, Arisa menghampiri meja Arina. Lalu, menepuknya dengan keras sampai membuat teman-temannya yang lain tersentak kaget. "Hei! Arina Aurora!" teriak Arisa yang langsung membuat Arina terperanjat.

"Hm? Ada apa Ris?" tanya Arina seraya menaik turunkan kedua alisnya.

Arisa mendengus. "Ck, pantesan lo nggak denger karena telinga lo dipasang earphone."

Buru-buru Arina melepas earphone pink yang masih tersumpal manis di telinganya. Kemudian, cewek itu mengalihkan fokusnya ke arah Arisa. "Jadi ada apa?"

"Sore ini gue mau fitting baju. Lo ikut ya? Sekalian gue minta saran nanti."

Arina refleks membulatkan kedua matanya. Sebuah hal yang memang seharusnya tidak dilakukan olehnya sekarang. "Kok ... mendadak sih ... " sahut Arina terbata. Volume suaranya sangat kecil. Bahkan Arisa yang berjarak sangat dekat dengannya tidak bisa mendengar Arina berucap.

Detik selanjutnya Arina terdiam. Pikiran kecilnya sontak membayangkan wajah cantik Arisa nanti saat memakai baju pertunangan lengkap dengan hiasannya. Apalagi saat nanti ia menyaksikan Aksa berjalan dengan gagah dan sebuah jas yang merekat rapi di tubuh jangkungnya. Tentu saja berjalan ke arah masa depannya. Arisa.

"Kenapa diem?" tanya Arisa. Cewek itu memandang Arina dengan tatapan aneh. Dan Arina langsung terperanjat. Kemudian menggeleng-gelengkan kepala seolah cewek itu tengah membuang pikirannya tadi.

"Oh ... i-iya Ris nggak papa kok," jawab Arina seraya menyunggingkan senyuman.

"Jadi, lo ikut kan?"

Arina mengangguk pelan. Tepat saat itu, bu Rifa datang memecah semua murid yang langsung berhamburan kembali ke tempat duduknya masing-masing. Selama guru Matematika itu menjelaskan, Arina tidak bisa fokus. Cewek itu terus gelisah karena waktu yang begitu cepat berlalu.

Arina or Arisa? (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang