Aksa itu ibarat daun talas. Nggak bisa disatukan dengan air. Dan airnya itu ibarat Arina.
Aksa itu cowok tengil yang terang-terangan mencuri hati Arina, membuat jantung Arina dag-dig-dug, dan juga membuat semuanya berantakan dalam sekejap mata.
Kehi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa vote, komen dan share ya!
Mungkin bahagiaku bukan dengan kamu. -Arina Aurora Marinka
Versi Revisi
Sedari tadi, Arina tidak memakan atau sekadar menyentuh Mie Ayamnya. Dira dan Kiara sudah beberapa kali menyuruh Arina untuk makan sedikit saja. Namun, cewek itu terus menatap kosong.
"Rin, lo kenapa sih?!" tanya Kiara setengah kesal.
Tidak ada jawaban dari Arina.
"Rin!" Kiara membanting sendok yang ia pegang ke mangkok yang berisikan Bakso itu cukup keras.
Arina tersentak kaget. "Hah? Apa, Kir?"
"Ooh, gue tahu jangan-jangan lo kepikiran kak Aksa yang mau tunangan sama Arisa kan?!" tebak Kiara yang memang benar adanya.
"Ng-Nggak kok! Kata siapa sih," balas Arina sambil mendelikkan matanya. Lalu, cewek itu refleks melahap Mie Ayamnya. Sebut saja sebagai pengalihan tingkah.
"Jangan bohong Rin, gue tahu kok. Buktinya makanan lo nggak lo sentuh sama sekali dari tadi, tapi pas Kiara bilang kayak gitu, langsung lo makan tuh Mie Ayam!" seru Dira seraya menunjuk ke arah makanan Arina dengan menggerakkan kedua ekor matanya. Arina menghembuskan napasnya jengah. Aksinya yang tengah melahap makanan seketika terhenti begitu saja.
Ingin membalas ucapan Dira, namun seseorang yang berhasil ditangkap oleh bola matanya sukses membuat Arina mengurungkan niat awalnya. Sepersekian detik, cewek cantik itu langsung melahap Mie Ayamnya dengan cepat tanpa jeda. Lalu, menyeruput Juice Jeruknya sampai habis tak tersisa.
"Uhuk, uhuk, uhuk!"
Dengan cepat pula Dira langsung menyodorkan air miliknya pada Arina. "Ck! Nih, lo minum dulu, makannya pelan-pelan kalau minum zheyeng."
Aksa hendak menghampiri Arina saat ia melihat cewek itu tersedak. Namun, Kevin mencegah. Bukan apa-apa, ia hanya takut jika nanti bukan masalah yang akan terselesaikan. Melainkan masalah baru yang akan datang.
•••
Arisa dan Keyla saat ini sedang berada di ruana Ekskul musik. Dalam hitungan minggu, mereka akan mengikuti kompetisi. Kali ini, Arisa lebih menampakkan wajah senangnya saat cewek itu bermain dengan tuts-tuts Pianonya.
Dalam pikirannya hanya dipenuhi dengan wajah Aksa, Aksa dan Aksa. Arisa tidak sabar jika nanti, ia akan menjadi tunangannya Aksa. Keyla yang menyadari raut wajah bahagia Arisa, langsung menepuk pundaknya cukup keras. "Hei! Lo kenapa sih seneng gitu?" tanya Keyla walaupun ia sudah tahu alasannya.