Yang Belum Sempat

131 30 3
                                        

(Ditulis untuk temanku, Aura)

1.
Ini untuk engkau, Ra. Saya bercerita. Setahun yang lalu di bawah naungan langit biru nan mahaluas, saya melihat sepasang mata yang sangat indah. Bagaikan oase di tengah gurun pasir, menyejukkan hati siapa pun yang memandangnya.

Sepasang mata paling indah yang pernah saya lihat sepanjang hidup saya itu ternyata milikmu, Ra. Sangat sempurna ditambah bonus senyum manis yang tulus ikhlas. Paket kombinasi yang selalu memaksa saya untuk membelinya dengan waktu sebagai bayarannya. Saya bersedia memberikan seharian saya untuk itu. Tetapi, tak pernah sedetikpun sepasang matamu itu berbalik melihat kepada saya. Hingga setahun saya hanya melihat sepasang mata itu dari jauh. Tak kuasa untuk mendekat karena dari kejauhan pun saya bisa melihat dengan jelas sepasang matamu itu, Ra, di bawah langit yang sama ketika pertama kali aku melihatnya, binar-binarnya memantulkan sepasang mata lain yang sama indahnya seperti milikmu itu dan kemudian saling bertatapanlah kalian.

Kalau untuk melihat sepasang matamu saja saya harus membayar dengan waktu, untuk melihat sepasang matamu berpandangan dengan sepasang mata yang lain saya harus membayar lebih mahal lagi. Saya harus membayar dengan diri saya sendiri. Setelah melihat kedua keindahan itu melebur jadi satu, Ra, mendadak muncul seorang malaikat yang datang untuk menagih bayaran itu. Lalu hilanglah diri saya ini. Menguap hingga ke langit.

2.
Kesempatan tidak datang dua kali, kata orang. Aduh terkadang mulut orang itu tak selalu benar perkataannya. Lihat saja! Hari ini engkau lewat lagi tepat di depan saya. Namun sekali lagi lidah saya terasa kelu bahkan untuk sekedar bertanya, "Pulang, Ra?" Saya rasa saat itu adalah kesempatan terakhir saya untuk menyapamu setelah gagal pada pertama kalinya. Nyatanya tidak, keesokan harinya, bahkan hingga lusa dan seterusnya kau berkali-kali lewat. Berkali-kali pula saya hanya terpaku. Merelakan kesempatan-kesempatan itu tidak pernah menghasilkan suatu keberhasilan.

Random Short StoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang