(Ditulis untuk temanku, Sulthan.)
Dari bangku demi bangku yang pernah kita tempati.
Wajah demi wajah yang kita temui,
di sini.
Di tempat ini, kita tumbuh.
Di tempat ini kita memulai sesuatu,
mencipta,
sengaja melepas
atau memang
ditakdirkan untuk kehilangan,
walau hanya beberapa waktu saja
dan kemudian kita sudah akan
pergi lagi.
