Kita ada di masa modern. Menyelesaikan perkara rindu bisa jadi lebih mudah. Salah satunya dengan membuka satu per satu foto unggahannya di media sosial, setidaknya rasa itu sedikit lebih terpuaskan. Sedikit. Sangat sedikit.
Tetapi kemudian aku bertanya-tanya.
Bagaimana jadinya kalau kita hidup di masa lalu?
Setelah dia pergi, kau masih dapat mengikutinya melalui media sosial dengan segala fiturnya. Sekarang. Di masa ini.
Jadi, bagaimana kalau kita hidup di masa lalu?
Dia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan kau kehilangannya, mungkin selamanya.
Tanpa ada story WhatsApp yang bisa kaureply. Tanpa ada foto di Instagramnya yang bisa kaulike. Atau Twitter yang bisa kauretweet.
Entah dia ke mana. Barangkali ikut bergerilya.
