Tuan yang Tak Rupawan

117 29 0
                                        

Terhadap sepasang tungkaimu yang kurus itu, aku mengakui, tak ada sejengkal pun dari tubuhmu yang memikat. Bahkan bisa jadi, orang akan melupakanmu dalam sekali pandang pertama karena memang tak mereka temukan hal-hal yang semerta-merta memberi kesan. Tak ada pancaran cahaya seperti rembulan pada parasmu, tidak pula ada pelangi yang tiba-tiba timbul dari lengkung senyummu atau bola matamu. Lantas syahdu yang memaksaku dengan sendirinya mau untuk terus-menerus terpaku padamu itu, datangnya dari mana?

 Lantas syahdu yang memaksaku dengan sendirinya mau untuk terus-menerus terpaku padamu itu, datangnya dari mana?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semesta masih juga enggan ya, menghiraukanmu. Padahal kedua lututmu mulai membiru. Dingin yang sengaja diciptakan untuk menggempurmu perlahan mengikis rusuk-rusukmu. Peluh-peluh yang mengalir susul-menyusul dari pelipismu. Apalagi sendimu itu, berkarat di sana-sini.








Credit pict:
1. IG @salvadormaliii

Random Short StoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang