Semesta Beraroma Kamu

136 29 7
                                        

(Ditulis untuk temanku, Sulthan.)

Aku selalu bertanya-tanya bagaimana Tuhan memahat sepasang matamu.

Aku selalu bertanya-tanya bagaimana Tuhan memahat sepasang matamu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Tapi kutahu Tuhan ada di puncak bahagia-Nya kala meniupkan takdir pada segumpal daging, bakal dirimu.
Seperti ketika sirnanya gelita, dan cahaya mentari mulai menerjang rerimbun, jatuh pada kelopak-kelopak, menjamah tiap jengkal tanah. Semilir yang menggoyangkan tangkai-tangkai kecil dan menerpa wajahmu. Hirup.

Semesta beraroma kamu.

Semesta beraroma kamu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.








Credit pict:
1. Pinterest
2. IG: @lilia.carlone

Random Short StoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang