Kumohon Rehat

233 63 1
                                        

Aku ingin menyusulmu tumbuh. Namun tidak dari serpih yang menyayat, rusuk mengembang berkarat, dan gelap tinggal seperempat.

Bernapaslah bersamaku. Satu dua yang memberat, menyublim lepas. Lepaskan. Pulang. Sempatkan mencium kening Ibunda yang ingin melihatmu bersentosa, bukannya perlahan binasa. Sementara di dunia, manusia akan selalu berlomba-lomba saling mengudeta.

Atas asa yang kian meruntuh, mari kita pugar bersama. Satu persatu yang berserak, pungut dan letakkan kembali dalam rak. Kopi membuatmu terjaga untuk menyambut pejaman akhir hayat datang lebih cepat. Kumohon rehat.

Kumohon rehat. Aku takut larut sepekat ini dalam merah bola matamu.

Random Short StoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang